BACAMALANG.COM – Kopi tidak hanya menjadi minuman yang digemari masyarakat, tetapi juga mulai dikembangkan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis industri di lingkungan sekolah.
Hal tersebut dilakukan SMK Arjuna 2 Kota Malang melalui program Teaching Factory (TeFa) di bidang kebaristaan. Melalui program ini, para siswa tidak hanya belajar meracik minuman kopi, tetapi juga dikenalkan dengan proses pengolahan hingga menghasilkan produk kopi bubuk dengan merek Karya Ardjuna.
Kepala SMK Arjuna 2 Kota Malang, Anang Kuswanto, mengatakan program tersebut berawal dari kegiatan peminatan kebaristaan yang mendapat antusiasme cukup tinggi dari para siswa.
Dari sekitar 40 siswa yang mendaftar, sebanyak sembilan siswa kemudian terpilih untuk mengikuti pelatihan secara lebih intensif. Program tersebut selanjutnya dikembangkan menjadi Teaching Factory sebagai model pembelajaran yang mendekatkan siswa dengan praktik dunia industri.
“Produk kopi Karya Ardjuna berawal dari kegiatan pelatihan kepada siswa tentang kebaristaan. Dari 40 siswa yang mengikuti, terpilih sembilan siswa. Kemudian program kebaristaan ini kami kembangkan menjadi Teaching Factory atau pembelajaran berbasis industri,” jelas Anang Kuswanto, Jumat (2/10/2026).
Dalam kegiatan praktiknya, para siswa mendapatkan pengalaman meracik berbagai menu berbahan dasar kopi. Sedikitnya terdapat 12 varian yang dapat dibuat, di antaranya Indonesian(o), espresso, coffee latte, white latte, Japanese iced coffee, caramel, hazelnut, creamy, dorté latte, Vietnam drip, americano, dan long black.
Berbagai menu tersebut tersedia di kantin sekolah yang sekaligus menjadi salah satu tempat praktik siswa dalam mengasah kemampuan kebaristaan dan mengembangkan produk kopi Karya Ardjuna.
Menurut Anang, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan keterampilan siswa sebagai barista, tetapi juga menjadi bekal dalam membangun jiwa kewirausahaan.
Melalui pengalaman langsung dalam proses produksi dan penyajian kopi, siswa diharapkan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan pendidikan, sekaligus mampu mengembangkan produk Karya Ardjuna agar memiliki daya saing di pasaran.
“Harapan kami siswa bisa memiliki keahlian menjadi barista sekaligus memiliki kemandirian dalam berwirausaha. Produk kopi Karya Ardjuna juga diharapkan bisa menjadi sajian bagi penikmat kopi dan mampu bersaing di pasaran ke depannya,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu siswa peserta peminatan kebaristaan, Zaki Putra, mengaku senang mengikuti program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini membuat proses belajar menjadi lebih menarik karena sesuai dengan minat dan hobinya.
“Dari 40 siswa yang mendaftar, hanya sembilan siswa yang terseleksi dalam program peminatan kebaristaan. Secara pribadi saya sangat senang bisa belajar menjadi barista. Selain semakin bersemangat belajar, sekarang saya juga sudah bisa meracik beberapa menu minuman berbahan dasar kopi untuk disajikan,” tutur Zaki.
Melalui Teaching Factory, SMK Arjuna 2 Kota Malang berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aplikatif. Siswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga belajar mengolah produk, melayani konsumen, hingga mengenal proses usaha secara langsung melalui produk kopi Karya Ardjuna.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































