Ketua PP PERKI Apresiasi Inovasi Malang, Dorong Penanganan Penyakit Jantung dari Hulu - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EVENT & ACARA · 3 Okt 2026 17:05 WIB ·

Ketua PP PERKI Apresiasi Inovasi Malang, Dorong Penanganan Penyakit Jantung dari Hulu


 Ketua Pengurus Pusat (PP) Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), dr. Ade Meidian Ambari, Sp.JP(K), Ph.D., (tengah), didampingi Ketua PERKI Malang Prof. dr. M. Saifur Rohman, Sp.JF, Subsp.K.I.(K), Ph.D. dan Ketua Panitia MCVU 2026, dr. Valerinna Yogibuana, S. P., Sp.JP, Subsp. K.Ped.P.J.B. (K) dalam rangkaian Malang Cardiovascular Update (MCVU) 2026 di Grand Mercure Malang Mirama, Sabtu (3/10/2026). (Nedi Putra AW)
Perbesar

Ketua Pengurus Pusat (PP) Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), dr. Ade Meidian Ambari, Sp.JP(K), Ph.D., (tengah), didampingi Ketua PERKI Malang Prof. dr. M. Saifur Rohman, Sp.JF, Subsp.K.I.(K), Ph.D. dan Ketua Panitia MCVU 2026, dr. Valerinna Yogibuana, S. P., Sp.JP, Subsp. K.Ped.P.J.B. (K) dalam rangkaian Malang Cardiovascular Update (MCVU) 2026 di Grand Mercure Malang Mirama, Sabtu (3/10/2026). (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Penanganan penyakit kardiovaskular di Indonesia membutuhkan strategi yang tidak hanya berfokus pada tindakan medis ketika pasien sudah mengalami kondisi berat. Upaya pencegahan, edukasi, deteksi dini hingga penguatan sistem rujukan perlu dilakukan secara berkelanjutan dari tingkat masyarakat hingga rumah sakit rujukan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pengurus Pusat (PP) Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), dr. Ade Meidian Ambari, Sp.JP(K), Ph.D., dalam rangkaian Malang Cardiovascular Update (MCVU) 2026 di Grand Mercure Malang Mirama, Sabtu (3/10/2026).

Ade mengatakan penyakit kardiovaskular masih menjadi salah satu tantangan besar kesehatan di Indonesia. Menurutnya, beban penyakit tersebut juga berkaitan dengan tingginya faktor risiko di masyarakat, termasuk hipertensi, dan diabetes melitus.

“Berdasarkan data, sekitar satu dari tiga orang di Indonesia mengalami hipertensi. Sementara itu, pembiayaan penanganan penyakit jantung melalui BPJS Kesehatan juga sudah tembus sekitar Rp17 triliun,” ungkapnya.

Besarnya beban penyakit dan pembiayaan tersebut, menurut Ade, menunjukkan pentingnya tata laksana yang lebih efektif dan efisien dari hulu hingga hilir. Ia menegaskan, penanganan penyakit jantung tidak seharusnya hanya berorientasi pada tindakan ketika penyakit sudah berkembang, seperti pemasangan ring atau operasi bypass.

“Penanganan penyakit jantung tidak boleh hanya fokus di tahap akhir, tetapi harus diperkuat dari hulu melalui upaya preventif dan edukasi,” ujarnya.

Karena itu, PERKI mendorong penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan serta masyarakat.

Di tingkat nasional, PP PERKI juga melakukan advokasi kepada BPJS Kesehatan terkait peningkatan kualitas dan cakupan layanan medis, hospitalisasi serta pembiayaan kesehatan kardiovaskular.

Sementara bersama Kementerian Kesehatan, PERKI memberikan masukan dalam penyusunan Panduan Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) dan pedoman pelayanan medis.

“PERKI juga mendorong 42 cabang yang tersebar di Indonesia, dengan sekitar 2.200 anggota aktif, untuk membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah di wilayah masing-masing. Langkah tersebut diarahkan agar organisasi profesi dapat ikut menjawab persoalan kesehatan yang memiliki karakteristik berbeda di setiap daerah,” tegasnya.

Dalam acara yang juga dihadiri Direktur Utama BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn.) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K), FIHA, M.M.R.S tersebut, Ade menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah inovasi yang dilakukan PERKI Cabang Malang di bawah kepemimpinan Prof. dr. M. Saifur Rohman. Salah satunya adalah peluncuran ambulans kardiovaskular khusus yang dinilai dapat membantu memperpendek keterlambatan (delay) dalam proses rujukan pasien serangan jantung menuju rumah sakit.

“Kecepatan dalam sistem rujukan menjadi salah satu bagian penting dalam penanganan kegawatdaruratan kardiovaskular,” tukasnya.

Selain ambulans, ia juga mengapresiasi langkah PERKI Malang yang turun langsung ke masyarakat melalui pembentukan daerah binaan dan kegiatan edukasi.

“Kerja nyata seperti yang dilakukan PERKI Malang menjadi bagian penting dalam upaya membawa layanan kardiovaskular lebih dekat kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai, inovasi di tingkat daerah tersebut dinilai sejalan dengan arah penguatan layanan PERKI secara nasional, yakni membangun sistem yang terhubung mulai dari masyarakat, fasilitas kesehatan tingkat pertama, layanan pra-rumah sakit hingga rumah sakit rujukan.

Sementara penguatan kapasitas tenaga kesehatan juga menjadi bagian dari strategi tersebut. Menurutnya MCVU 2026 yang memasuki penyelenggaraan ke-25 menjadi salah satu ruang bagi tenaga kesehatan untuk memperbarui pengetahuan dan keterampilan di bidang kardiovaskular.

Kegiatan yang mwngusung tema “Precision, Practice & Partnership” ini diikuti sedikitnya 700 peserta, menghadirkan 17 simposium, sembilan workshop, international scientific session, serta kompetisi ilmiah berupa penyajian case report dan hasil penelitian. Ketua Panitia MCVU 2026, dr. Valerina, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan bagi dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, tetapi juga dokter umum, dokter dari berbagai disiplin ilmu serta perawat.

Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas pelayanan kepada pasien dan masyarakat, khususnya di Malang Raya dan sekitarnya.

Ade juga mengajak media dan jurnalis mengambil bagian dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penyakit kardiovaskular. Menurutnya, edukasi publik mengenai faktor risiko, tanda awal penyakit jantung dan pentingnya deteksi dini perlu dilakukan secara lebih luas.

Dengan pendekatan tersebut, PERKI menargetkan penguatan upaya untuk menekan angka kesakitan, hospitalisasi dan kematian akibat penyakit kardiovaskular secara berkelanjutan.

Ketua PERKI Malang Prof. dr. M. Saifur Rohman, Sp.JF, Subsp.K.I.(K), Ph.D.(kanan) mendampingi Wali kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat MM, dalam Peringatan World Heart Day 2026 sekaligus Peluncuran Ambulans PERKI di Mini Block Office Kota Malang, Minggu (27/9/2026). (Nedi Putra AW).

“Upaya ini tentunya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah, organisasi profesi, fasilitas pelayanan kesehatan, media hingga masyarakat. Bagi PERKI, penguatan layanan dari hulu hingga hilir menjadi bagian dari strategi untuk membangun sistem pelayanan kardiovaskular yang lebih terintegrasi dan mendekatkan upaya pencegahan maupun penanganan penyakit jantung kepada masyarakat,” pungkas Ade.

Ketua PERKI Cabang Malang, Prof. dr. M. Saifur Rohman, Sp.JP(K), Ph.D., menjelaskan, upaya peningkatan kesehatan jantung masyarakat melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, pemberdayaan kader kesehatan, pembentukan desa binaan hingga penguatan layanan kegawatdaruratan kardiovaskular terus diperkuat.

“Penguatan layanan kesehatan jantung perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pelayanan di rumah sakit, tetapi juga dengan membangun kemampuan masyarakat dalam mengenali dan menangani faktor risiko sejak dini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah. PERKI Malang secara aktif berdiskusi dan mengolah data kesehatan kardiovaskular bersama kepala daerah, baik bupati maupun wali kota, sebagai dasar dalam menyusun program penanganan yang lebih tepat,” bebernya.

Menurut Saifur, data dari masyarakat menjadi penting karena dapat memberikan gambaran mengenai kondisi dan faktor risiko penyakit kardiovaskular di wilayah masing-masing.

PERKI Malang juga memberikan edukasi kepada kader kesehatan agar mampu melakukan deteksi dini terhadap faktor risiko penyakit jantung. Upaya tersebut kemudian diperkuat dengan pemanfaatan teknologi digital.

Sebelumnya, PERKI Malang memfasilitasi sejumlah kader dengan perangkat iPad untuk membantu pencatatan dan pelaporan kondisi kesehatan masyarakat. Inovasi tersebut kemudian dikembangkan lebih luas oleh pemerintah daerah dengan memberikan perangkat serupa kepada kader kesehatan.

Melalui perangkat digital tersebut, kader dapat melaporkan kejadian maupun faktor risiko kesehatan jantung secara lebih cepat dan real-time. Data yang terkumpul selanjutnya diharapkan dapat diolah secara analitis sehingga menghasilkan feedback yang dapat digunakan pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan kesehatan.

Selain pemberdayaan kader, PERKI Malang juga mengembangkan program Desa Binaan. Dalam program ini, masyarakat mendapatkan pendampingan secara terstruktur agar semakin mandiri dalam mengenali dan menjaga kesehatan jantung.

Masyarakat tidak hanya diberikan pemahaman mengenai faktor risiko, tetapi juga dilatih mengenali tanda-tanda kegawatdaruratan. Dengan demikian, ketika muncul gejala seperti sesak napas atau nyeri dada, masyarakat dapat segera mengambil keputusan untuk membawa pasien ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit.

Penguatan kapasitas juga dilakukan terhadap tenaga kesehatan. PERKI Malang memberikan pelatihan kegawatdaruratan, termasuk BTCLS maupun ACLS, kepada perawat dan tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat primer maupun rumah sakit.

Sementara itu, keberadaan ambulans kardiovaskular yang diluncurkan PERKI Malang tidak hanya ditujukan sebagai kendaraan rujukan pasien dalam kondisi darurat.

“Ambulans tersebut juga diposisikan sebagai role model sekaligus sarana pelatihan untuk meningkatkan keterampilan tenaga Kesehatan,” tegas guru besar Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler pada Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya tersebut.

Ambulans dapat dimanfaatkan untuk upgrade skill mahasiswa kedokteran, dokter muda atau co-ass, dokter spesialis, perawat pendamping hingga penguatan sistem Public Safety Center (PSC) di Malang.

“Tenaga medis dan perawat yang mendampingi pasien di dalam ambulans juga dipersiapkan melalui pelatihan dan sertifikasi. Hal ini bertujuan memastikan proses rujukan pasien dengan kondisi kegawatdaruratan jantung dapat berlangsung secara aman sejak dari lokasi kejadian hingga rumah sakit tujuan,” urainya.

PERKI Malang juga mendorong integrasi ambulans tersebut dengan layanan kegawatdaruratan PSC. Dengan koordinasi tersebut, ambulans diharapkan dapat mendukung fast response ketika terjadi kasus serangan jantung di lapangan.

Menurut Saifur, penguatan jejaring mulai dari masyarakat, kader, fasilitas kesehatan, tenaga medis, ambulans hingga rumah sakit menjadi bagian penting dalam membangun sistem penanganan penyakit jantung yang lebih terintegrasi di Malang Raya.

“Upaya tersebut sekaligus menegaskan bahwa penanganan penyakit kardiovaskular tidak hanya bergantung pada layanan rumah sakit. Edukasi masyarakat, deteksi dini, kecepatan respons dan kesiapan tenaga kesehatan menjadi rangkaian yang saling berkaitan dalam meningkatkan peluang keselamatan pasien,” ucapnya mengakhiri.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Tiga Terduga Pelaku Pengeroyokan di Sukun Diamankan Polisi, Korban Ditemukan Terluka di Pinggir Jalan

3 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Beasiswa Bukan Sekadar Prestasi Akademik, Awardee Dana Abadi UB Dibekali Soft Skill, Leadership, Teamwork hingga Literasi Keuangan

3 Oktober 2026 - 16:48 WIB

MCVUpdate 2026, PERKI Malang Perkuat Standardisasi Layanan dan Jejaring Kardiovaskular

3 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Beasiswa Dana Abadi UB Diminati Ribuan Mahasiswa, Seleksi Ketat dengan Fasilitas Komprehensif

3 Oktober 2026 - 15:24 WIB

PKB Kota Malang Salurkan Puluhan Paket Sembako untuk Mahasiswa NTT

3 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Nenek 70 Tahun Ditemukan Meninggal di Tepi Sungai Brantas, Warga Sukowilangun Kalipare Geger

3 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !