BACAMALANG.COM – Aksi pencurian dengan modus berpura-pura mencari rumah kontrakan terjadi di Dusun Wringin Anom, Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Seorang warga bernama Suminten kehilangan handphone setelah didatangi seorang pria yang mengaku sedang mencari kontrakan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, di rumah korban yang berada di wilayah RT 05/RW 01.
Berdasarkan rekaman kamera CCTV, seorang pria datang ke rumah korban dengan mengenakan pakaian serba hitam serta helm berwarna putih. Pria tersebut kemudian berbincang dengan korban dan menanyakan informasi mengenai rumah kontrakan.
Saat korban masuk ke bagian dalam rumah, pria tersebut diduga memanfaatkan situasi. Ia kemudian terlihat mendekati meja yang berada di area teras atau ruang depan rumah.
Dalam rekaman CCTV, pria tersebut tampak mengambil sebuah handphone yang berada di atas meja. Setelah berhasil membawa ponsel tersebut, ia kemudian meninggalkan rumah korban.
Rekaman CCTV lainnya juga memperlihatkan kendaraan yang diduga digunakan pria tersebut. Kendaraan itu terlihat menggunakan nomor polisi 2957 AL, meski bagian huruf awal pelat nomor tidak terlihat jelas dalam rekaman.
Korban, Suminten, membenarkan bahwa pria tersebut datang dengan alasan mencari rumah kontrakan. Namun, korban baru menyadari handphone miliknya telah hilang setelah pria tersebut pergi.
Sementara itu, muncul dugaan korban sempat mengalami kondisi yang membuatnya tidak menyadari keberadaan pelaku saat mengambil handphone. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan kepastian dan belum dapat disimpulkan sebagai aksi gendam.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menerima kedatangan orang yang tidak dikenal, terlebih jika masuk ke area rumah dengan berbagai alasan.
Warga juga diimbau tidak meninggalkan barang berharga di tempat terbuka, memastikan akses rumah tetap aman, serta segera berkoordinasi dengan lingkungan setempat atau melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































