Nurcholis Sunuyeko Pimpin Y37 2026-2028, Perkuat Program Sosial dan Kepedulian Alumni - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 4 Okt 2026 12:39 WIB ·

Nurcholis Sunuyeko Pimpin Y37 2026-2028, Perkuat Program Sosial dan Kepedulian Alumni


 Ketua Umum terpilih Nurcholis Sunuyeko bersama pengurus lama usai serah terima kepengurusan kepada pengurus baru periode 2026–2028. (Rohim Alfarizi) Perbesar

Ketua Umum terpilih Nurcholis Sunuyeko bersama pengurus lama usai serah terima kepengurusan kepada pengurus baru periode 2026–2028. (Rohim Alfarizi)

BACAMALANG.COM – Kepengurusan baru Y37, Himpunan Mantan Siswa SMA PPSP IKIP Malang, mulai menatap periode 2026-2028 dengan sejumlah agenda baru. Rektor Universitas Insan Budi Utomo (UIBU), Assoc. Professor Dr. Nurcholis Sunuyeko, terpilih sebagai Ketua Umum Y37 untuk memimpin organisasi tersebut selama dua tahun ke depan.

Terpilihnya Nurcholis menjadi babak baru bagi Y37 dalam memperkuat hubungan antarmantan siswa sekaligus mengembangkan berbagai program sosial dan internal alumni.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian Nurcholis adalah memperkuat sinergi antara Y37 dengan Himpunan Alumni SMA 8 Malang. Menurutnya, kedua wadah alumni tersebut memiliki potensi besar untuk berkolaborasi dalam berbagai kegiatan dengan cakupan yang lebih luas.

“Alumni ini sebetulnya sudah paten, sudah bagus. Ada program sosial, kemudian ada program internal yang itu bagaimana menyelesaikan persoalan-persoalan yang terkait dengan alumni,” ujar Nurcholis, Sabtu (3/10/2026).

Ia menilai, persoalan kesejahteraan alumni juga perlu menjadi perhatian bersama. Sebab, kondisi kehidupan setiap mantan siswa tidak sama. Sebagian alumni masih menghadapi persoalan pekerjaan maupun penghasilan sehingga membutuhkan dukungan dari sesama alumni.

“Yang dominan itu bagaimana kita bisa menyelesaikan permasalahan mantan siswa (alumni). Hal itu yang harus kita pikirkan supaya mereka bisa lebih layak. Karena tidak semua mantan siswa itu dalam posisi yang bagus,” jelasnya.

Perhatian untuk Mantan Guru

Program kepengurusan baru Y37 tidak hanya diarahkan kepada alumni. Nurcholis juga menaruh perhatian terhadap kondisi para mantan guru yang pernah mendidik mereka.

Salah satu rencana yang akan didorong adalah pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi para guru, termasuk memberikan dukungan terhadap kebutuhan kesehatan bagi guru yang telah memasuki masa pensiun.

“Supaya mereka, para mantan guru, check-up-nya juga bisa berjalan, bantuan obat, dan sebagainya,” tegasnya.

Selain program sosial, Nurcholis juga ingin membangun ruang pertemuan yang lebih luas bagi alumni melalui kegiatan bersama. Salah satu gagasannya adalah menggelar pagelaran atau pertunjukan yang dapat mempertemukan alumni dari berbagai angkatan dan kelompok.

“Seumpama membuat pagelaran atau pertunjukan apa. Semuanya akan disinergikan,” bebernya.

Kepengurusan Lama Tinggalkan Program Sosial

Sementara itu, mantan Ketua Umum Y37 periode 2024-2026, Noor Sidharta, mengatakan bahwa selama masa kepemimpinannya, kegiatan sosial menjadi salah satu program yang cukup intens dijalankan.

Kegiatan tersebut antara lain bakti sosial untuk membantu mantan guru, pemberian bantuan kepada sesama alumni, serta dukungan bagi alumni yang terdampak musibah maupun bencana alam.

Sidharta berharap kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Nurcholis dapat melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan lebih banyak inovasi kegiatan.

“Saya percaya Mas Nurcholis ini mempunyai aksesibilitas yang tinggi terhadap sumber daya. Jadi saya pikir insyaallah akan jauh lebih bagus, akan lebih banyak variasi kegiatannya,” ujarnya.

Y37 dan Jejak Sejarah SMA PPSP IKIP Malang

Sidharta menjelaskan, Y37 merupakan wadah silaturahmi bagi mantan siswa SMA PPSP IKIP Malang yang kemudian menjadi embrio SMA 8 Malang.

Organisasi tersebut menghimpun alumni dari rentang angkatan 1973 hingga 1980. Nama Y37 sendiri diambil dari alamat sekolah di Jalan Yogjakarta Nomor 37, yang kini dikenal sebagai Jalan Veteran dan menjadi lokasi SMA 8 Malang.

“Y37 itu nama jalan, yakni Jalan Yogjakarta 37. Itu alamat SMA PPSP, nomor 37. Sekarang jadi alamatnya Jalan Veteran,” tandasnya.

Dengan kepengurusan baru periode 2026-2028, Y37 diharapkan tidak hanya menjadi ruang silaturahmi lintas angkatan, tetapi juga semakin aktif menghadirkan manfaat nyata bagi alumni dan para guru yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah sekolah tersebut.

Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Polres Malang Gempur Pekat, Arena Sabung Ayam Dibakar dan 2.826 Botol Miras Disita

4 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Wayang Kulit Kontemporer “Mutiara Kerang Kencana” UB, Tiga Dalang, Cahaya, Kisah Bima dan Laut, serta Karakter Brawijayan

4 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Kekeringan Melanda Pagak, Pemprov Jatim Kirim 10 Ribu Liter Air Bersih

4 Oktober 2026 - 08:54 WIB

Dari Wayang ke Generasi Z, UB Hidupkan Nilai Karakter Brawijayan lewat “Mutiara Kerang Kencana”

4 Oktober 2026 - 07:41 WIB

Ngaku Teman Kakak, Pria Bawa Kabur Motor Warga Bedali Lawang

3 Oktober 2026 - 21:41 WIB

Berpura-pura Cari Kontrakan, Pria Ini Diduga Curi HP Warga Karangploso

3 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !