BACAMALANG.COM – Jawa Timur Park Group memperkenalkan Mega Science Center dan Budaya sebagai destinasi wisata edukasi terbaru di kawasan Jatim Park 1, Kota Batu. Mengusung konsep yang memadukan sains, teknologi, kebencanaan, sejarah, dan budaya, destinasi ini menghadirkan total 1.640 koleksi yang terdiri dari 617 alat peraga sains dan 1.023 artefak budaya.
Kehadiran Mega Science Center dan Budaya menjadi bagian dari pengembangan destinasi wisata edukasi berbasis pengalaman (experience) yang dilakukan Jawa Timur Park Group. Pengunjung tidak hanya diajak melihat berbagai koleksi dan informasi, tetapi juga mencoba, berinteraksi, serta memahami fenomena melalui sejumlah instalasi interaktif.
Ragam pengetahuan tersebut dikemas dalam beberapa zona tematik. Pengunjung dapat memulai eksplorasi dari Zona Fisika yang memperkenalkan prinsip-prinsip dasar ilmu pengetahuan melalui berbagai alat peraga. Mulai dari konsep listrik dan magnet, transmisi suara melalui serat optik, gyroscope, hingga instalasi yang menghubungkan prinsip fisika dengan tubuh dan kehidupan sehari-hari.
Perjalanan kemudian berlanjut menuju Zona Antariksa. Area ini menghadirkan berbagai instalasi untuk mengenalkan dunia luar angkasa, seperti roket, Lunar Walk, videotron planet, Tesla Coil, hingga space suits yang memberikan gambaran tentang kehidupan dan eksplorasi manusia di luar bumi.
Pengalaman tersebut menarik perhatian salah satu pelajar dari rombongan sekolah asal Kediri yang berkunjung pada Rabu (4/11/2026).
“Saya tidak mengira, bahwa zona antariksa bisa seperti yang seperti di film-film sains fiksi,” ungkapnya.
Tidak hanya mengenalkan fenomena alam semesta, Mega Science Center dan Budaya juga menghadirkan Zona Bencana Alam. Di area ini, pengunjung dapat mengenal berbagai fenomena kebencanaan melalui sejumlah simulasi, seperti gempa, hurricane, Hormuz Storm Cinema, hingga First Twister.
Selanjutnya, pengunjung diajak melihat perkembangan teknologi melalui Zona Robotik dan Artificial Intelligence (AI). Berbagai wahana interaktif dihadirkan, di antaranya Brain Race Car, Jumping Grid, robot anjing GO2, Robot Dance, hingga robot humanoid G1. Area ini memberikan gambaran mengenai perkembangan teknologi robotik dan kecerdasan buatan melalui pengalaman langsung.
Eksplorasi di Mega Science Center dan Budaya tidak hanya berpusat pada sains dan teknologi. Dalam satu kawasan, pengunjung juga diajak mengenal sejarah serta kekayaan budaya Indonesia melalui 1.023 artefak budaya.
Sejumlah area tematik yang dihadirkan antara lain Majapahit, Candi Wilwatikta, Wayang Potehi, hingga Zona Islam. Kehadiran koleksi tersebut memberikan perspektif berbeda dalam perjalanan edukasi pengunjung.
Jika zona sains mengajak pengunjung memahami bagaimana berbagai fenomena bekerja, koleksi budaya membuka ruang untuk mengenal perjalanan pengetahuan, tradisi, dan peradaban dari masa ke masa.
Direktur Jawa Timur Park Group, Rio Imam Sendjojo, mengatakan Mega Science Center dan Budaya dikembangkan sebagai ruang edukasi yang menyatukan berbagai bidang pengetahuan dalam satu destinasi.

Eksplorasi di Mega Science Center dan Budaya tidak hanya berpusat pada sains dan teknologi, karena engunjung juga diajak mengenal sejarah serta kekayaan budaya Indonesia, Rabu (4/11/2026). (Nedi Putra AW)
“Kami ingin membangun sebuah ruang yang besar bukan hanya secara fisik, tetapi juga besar dari pengalaman dan pengetahuan yang bisa dibawa pulang oleh pengunjung. Karena itu, kami menghadirkan 617 alat peraga sains dan 1.023 artefak budaya dalam satu kawasan, sehingga pengunjung memiliki ruang yang luas untuk mengeksplorasi berbagai hal,” ujar Rio saat peresmian melalui kegiatan trial opening pada 16 September 2026 lalu.
Menurutnya, penyatuan sains, teknologi, dan budaya merupakan bagian dari upaya menghadirkan pengalaman edukasi yang lebih beragam bagi masyarakat.
“Kami melihat rasa ingin tahu sebagai awal dari proses belajar. Ketika pengunjung bisa melihat sesuatu yang menarik, kemudian mencoba dan berinteraksi langsung, di situlah pengalaman belajar terbentuk. Mega Science Center dan Budaya kami kembangkan dengan semangat tersebut,” tukasnya.
Selain zona eksplorasi, destinasi ini juga dilengkapi berbagai aktivitas dan pertunjukan yang memadukan edukasi dengan seni dan kreativitas. Di antaranya Workshop Wayang Suket, Workshop Wayang Kardus, Show Potehi, Workshop Terakota, Show Srimulat, serta Keris Dance.
Perpaduan alat peraga sains, artefak budaya, teknologi interaktif, simulasi kebencanaan, dan pertunjukan seni tersebut menghadirkan pengalaman belajar yang beragam. Pengunjung dapat menjelajahi konsep fisika, mengenal antariksa, memahami fenomena alam, melihat perkembangan AI, hingga menyusuri sejarah dan budaya Indonesia.
Melalui pendekatan wisata berbasis pengalaman, Jawa Timur Park Group berharap Mega Science Center dan Budaya dapat menjadi ruang edukasi sekaligus rekreasi bagi berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, keluarga, pelajar, hingga masyarakat umum.
Saat ini, Mega Science Center dan Budaya telah memasuki tahap trial opening. Tiket kunjungan dapat dibeli secara daring melalui situs resmi jtp.id maupun secara langsung di loket Jatim Park 1.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW




















































