BACAMALANG.COM – Sebuah toko parfum di Jalan Borobudur, Kota Malang, mendadak menjadi tempat persalinan darurat pada Minggu pagi (1/11/2026). Seorang perempuan terpaksa melahirkan di toko tersebut setelah proses persalinan berlangsung cepat, bahkan ketika kepala bayi sudah terlihat.
Peristiwa tak terduga ini sempat menyita perhatian warga dan viral di media sosial. Di tengah situasi yang serba terbatas, pemilik toko memberikan ruang bagi ibu tersebut untuk menjalani persalinan sembari menunggu kedatangan ambulans.
Husein, salah seorang pegawai toko parfum, menceritakan bahwa kejadian itu berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, ia sedang duduk santai di dalam toko ketika seorang pria melintas dari arah barat menuju timur.
Tak berselang lama, pria tersebut kembali dengan tergesa-gesa dan menghampiri Husein untuk menanyakan lokasi rumah sakit terdekat.
“Saya bilang RSSA. Tiba-tiba dia balik lagi dengan menggendong istrinya. Awalnya saya kira kecelakaan. Setelah saya lihat, ternyata kepala bayinya sudah keluar. Ternyata mau melahirkan,” tutur Husein.
Mengetahui kondisi perempuan tersebut, Husein segera mempersilakannya masuk ke dalam toko. Ia tak tega membiarkan ibu itu menjalani persalinan di pinggir jalan tanpa tempat yang memadai.
Toko yang biasanya digunakan untuk melayani pembeli parfum pun berubah menjadi tempat perlindungan sementara bagi ibu yang hendak melahirkan.
Perempuan tersebut kemudian dibaringkan di dalam toko sembari menunggu bantuan medis. Namun, proses persalinan berlangsung begitu cepat hingga bayi itu lahir sebelum ambulans tiba.
“Ya sudah, akhirnya saya suruh masuk dulu. Tidak lama duduk di sini, kemudian tiduran. Ternyata bayinya sudah keluar. Akhirnya saya telepon ambulans untuk mengantarkan ke rumah sakit terdekat,” jelasnya.
Menurut Husein, proses persalinan kemungkinan dibantu oleh anggota keluarga yang mendampingi perempuan tersebut, termasuk suaminya. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti identitas maupun asal keluarga itu.
Ia hanya menduga keluarga tersebut berasal dari wilayah Pakis, Kabupaten Malang.
Bagi Husein, memberikan tempat bagi ibu yang hendak melahirkan merupakan tindakan spontan karena ia merasa iba melihat kondisi yang terjadi di depan matanya.
“Ya, kasihan. Masa mau melahirkan di jalan. Jadi saya suruh masuk, duduk-duduk sambil tiduran menunggu ambulans. Eh, ternyata bayinya sudah keluar duluan,” ungkapnya.
Di tengah situasi yang sempat menegangkan, kabar baik pun datang. Husein menyebut ibu dan bayi perempuan tersebut dalam kondisi sehat setelah persalinan. Ia juga mengaku tidak melihat adanya pendarahan setelah bayi dilahirkan.
Tak lama kemudian, ambulans tiba dan membawa ibu beserta bayinya menuju rumah sakit di kawasan Soekarno-Hatta (Suhat), Kota Malang, untuk mendapatkan pemeriksaan serta penanganan medis lebih lanjut.
“Alhamdulillah, bayi dan ibunya sehat. Tidak ada darah yang keluar juga,” pungkas Husein.
Peristiwa ini menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Husein. Sebuah toko parfum yang biasanya menjadi tempat transaksi jual beli, pagi itu menjadi saksi lahirnya seorang bayi melalui persalinan darurat yang berlangsung di luar dugaan.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Imam Muchlis




















































