BACAMALANG.COM – Rentetan bencana alam melanda Kabupaten Malang dalam kurun waktu 30 Oktober hingga 2 November 2026. Tanah longsor, banjir luapan, hingga cuaca ekstrem terjadi di sejumlah wilayah dan mengakibatkan kerusakan pada ratusan bangunan serta infrastruktur. Meski dampaknya cukup luas, hingga kini tidak dilaporkan adanya korban jiwa.
Berdasarkan hasil kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kabupaten Malang bersama laporan pemerintah setempat per 4 November 2026 pukul 09.45 WIB, bencana tersebut tersebar di 31 desa yang berada di sembilan kecamatan.
Data sementara mencatat sebanyak 128 titik tanah longsor, delapan lokasi banjir luapan yang mengakibatkan 68 rumah terendam, serta dua titik terdampak cuaca ekstrem.
Dampak kerusakan juga cukup signifikan. Sebanyak 121 rumah dilaporkan mengalami kerusakan, 17 fasilitas infrastruktur terdampak, dan sekitar 50 hektare lahan mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.
Sembilan kecamatan yang terdampak meliputi Ampelgading, Bantur, Dampit, Tirtoyudo, Sumbermanjing Wetan, Donomulyo, Turen, Pagelaran, dan Singosari.
Di Kecamatan Ampelgading, bencana terjadi di Desa Lebakharjo, Tirtomoyo, Donowangi, Sidorenggo, Wirotaman, dan Tirtomarto. Sementara di Kecamatan Bantur meliputi Desa Bantur, Sumberbening, Pringgodani, dan Rojosari.
Di Kecamatan Dampit, wilayah terdampak mencakup Desa Watusuko, Polaman, Dampit, Sukodono, dan Bumirejo. Adapun Kecamatan Tirtoyudo menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup luas, meliputi Desa Tirtoyudo, Purwodadi, Tlogosari, Gandungsari, Sumbertangkil, Jogomulyan, Ampelgading, dan Sukorejo.
Dampak serupa juga terjadi di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, tepatnya di Desa Klepu, Ringinsari, Harjokuncaran, dan Ringinkembar. Selain itu, bencana dilaporkan terjadi di Desa Banjarejo, Kecamatan Donomulyo; Desa Sananrejo, Kecamatan Turen; Desa Kademangan, Kecamatan Pagelaran; serta Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari.
Akses Jalan Berangsur Pulih
Di tengah upaya penanganan, kondisi sejumlah wilayah mulai berangsur membaik. Genangan banjir di sebagian besar lokasi telah surut dan akses jalan secara umum sudah bisa kembali dilalui masyarakat.
Meski demikian, petugas masih melakukan pembersihan material longsor yang menutup sejumlah titik, termasuk pada ruas jalan kabupaten dan provinsi.
Salah satu lokasi yang masih menjadi perhatian berada di Desa Tlogosari, Kecamatan Tirtoyudo. Di wilayah tersebut, terdapat satu ruas jalan kabupaten yang terputus sehingga arus lalu lintas sementara dialihkan melalui jalur alternatif.
Penanganan darurat dilakukan secara bertahap dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk Bina Marga dan Dinas Pekerjaan Umum. Petugas bersama masyarakat dan relawan bergotong royong membersihkan material longsor serta memulihkan akses transportasi.
Selain itu, TRC PB BPBD Kabupaten Malang juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar dan logistik kepada warga terdampak, melakukan asesmen lanjutan, serta berkoordinasi secara berkala dengan pemerintah desa dan kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa angka kerusakan dan dampak bencana yang dilaporkan masih dapat berubah seiring proses pendataan di lapangan.
“Data penanganan ini bersifat dinamis mengingat verifikasi dan validasi lapangan masih terus berlangsung,” kata Purwoto, Kamis (5/11/2026).
Penanganan bencana ini melibatkan berbagai unsur lintas instansi dan komunitas, di antaranya BPBD Kabupaten Malang, Forkopimcam, Bina Marga Provinsi, Kementerian Pekerjaan Umum, BBWS Brantas, perangkat desa, PMI, Poslap Tirtoyudo, Tagana, Buana Solusindo, Marva Telekomunikasi, serta masyarakat setempat.
Sinergi lintas sektor tersebut terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi selama masa penanganan darurat.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































