Roadshow Film Komedi Horor Piye To Kih? Singgah di Malang, Antusiasme Penonton Warnai Meet and Greet - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 5 Nov 2026 07:48 WIB ·

Roadshow Film Komedi Horor Piye To Kih? Singgah di Malang, Antusiasme Penonton Warnai Meet and Greet


 Para pemain film Piye To Kih saat menggelar meet and greet bersama penonton di Malang. (ist) Perbesar

Para pemain film Piye To Kih saat menggelar meet and greet bersama penonton di Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – Kota Malang menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan promosi film komedi horor Piye To Kih?. Memasuki kota ke-14 dari total 17 kota yang dikunjungi, roadshow film produksi Woko Channel tersebut disambut antusias oleh para penonton di Malang, Rabu (4/11/2026).

Mengusung perpaduan komedi dan horor, film garapan sutradara Ito Mavin ini menjadi langkah baru bagi Woko Channel untuk memperluas kiprahnya dari platform YouTube menuju layar lebar. Tidak sekadar menghadirkan hiburan, film ini juga membawa pesan tentang pentingnya memantaskan diri.

Dalam agenda meet and greet, sejumlah pemain turut hadir menyapa penonton, di antaranya Heri Chandra yang memerankan Mukidi dan Dara Sarasvati sebagai Sukma.

Bagi Heri Chandra, keterlibatannya dalam film ini menjadi pengalaman baru sekaligus tantangan tersendiri. Selama ini, ia lebih banyak dikenal melalui konten YouTube bersama Woko Channel.

Ia mengungkapkan, kesempatan bermain dalam film layar lebar berawal dari tawaran langsung Woko. Namun, tawaran tersebut sempat membuatnya bimbang karena belum memiliki pengalaman berakting dalam produksi film bioskop.

“Pertama kali ditawari itu dari Mas Woko. Awalnya takut karena sebelumnya belum pernah main film. Saya diberi waktu satu bulan untuk berpikir,” ungkap Heri.

Keraguan itu perlahan berubah menjadi ketertarikan setelah dirinya menerima dan membaca naskah yang ditulis berdasarkan ide cerita sutradara Ito Mavin.

Menurutnya, kekuatan cerita menjadi alasan utama dirinya akhirnya menerima tawaran tersebut.

“Yang jelas dari ide ceritanya, sangat mengena,” tuturnya.

Selain harus beradaptasi dengan dunia perfilman, Heri juga menghadapi perbedaan besar dalam proses produksi. Jika pembuatan konten YouTube biasanya hanya melibatkan sekitar lima hingga tujuh orang, produksi Piye To Kih? melibatkan hampir 100 orang, bahkan lebih.

Situasi tersebut sempat membuatnya canggung. Untuk mengatasinya, ia memilih membangun kedekatan dengan kru melalui komunikasi dan obrolan santai selama proses produksi.

“Sering ngobrol, sok kenal supaya terbiasa dan lebih rileks. Cara menanganinya seperti itu,” jelasnya.

Heri menyebut film Piye To Kih? sebagai pengalaman sekaligus debut layar lebarnya bersama Woko Channel.

Sementara itu, Dara Sarasvati yang memerankan Sukma mengaku memiliki tantangan berbeda dalam membangun karakter. Kali ini, ia harus memerankan sosok entitas atau hantu, bukan karakter manusia seperti peran-peran sebelumnya.

Dara menjelaskan, Sukma digambarkan sebagai perempuan dengan karakter tegas, tetapi tetap memiliki sisi lembut. Meski secara kepribadian tidak terlalu jauh berbeda dengan karakter yang pernah dimainkannya, ada penyesuaian khusus dalam gestur tubuh dan cara berdialog.

“Kalau dari sisi pembawaan sebenarnya hampir mirip dengan karakter saya sebelumnya. Sama-sama perempuan yang tegas tetapi lembut. Cuma yang membedakan, kalau dulu manusia, sekarang entitas atau hantu,” paparnya.

Untuk mendalami karakter tersebut, Dara menjalani persiapan sekitar tiga minggu. Ia juga mendapat pendampingan acting coach melalui diskusi dan pembelajaran berbagai referensi agar penggambaran sosok Sukma sesuai dengan kebutuhan cerita.

Penggunaan bahasa Jawa juga bukan menjadi kendala berarti baginya. Dara mengaku cukup akrab dengan bahasa tersebut karena berasal dari Sidoarjo.

“Untuk penggunaan bahasa Jawa sebenarnya tidak ada kendala, karena saya asli Sidoarjo dan sudah cukup familiar dengan bahasa Jawa,” katanya.

Kunjungan ke Malang pun menjadi pengalaman menyenangkan bagi Dara. Ia mengaku senang dapat kembali menyambangi sejumlah kawasan di Malang Raya setelah cukup lama tidak berkunjung ke Jawa Timur.

Bahkan, beberapa kawasan seperti Suhat, Dinoyo hingga Kota Batu menyimpan kenangan tersendiri baginya, termasuk Museum Angkut.

Dara juga mengapresiasi kesempatan diangkatnya karya kreatif dari daerah ke industri perfilman nasional. Ia berharap semakin banyak karya lokal Jawa Timur yang mendapatkan ruang di layar lebar.

“Ya, senang banget dan bangga juga film lokal Jawa Timur bisa diangkat menjadi karya film nasional. Harapannya, ke depan Malang juga bisa punya karya yang diangkat menjadi film nasional,” ujarnya.

Di sisi lain, sutradara Ito Mavin menjelaskan bahwa Malang merupakan kota ke-14 dari rangkaian roadshow yang menyambangi 17 kota di Indonesia.

Setelah menyelesaikan rangkaian promosi, film ini dijadwalkan menggelar home premiere di Kediri pada 6 November 2026. Selanjutnya, Gala Premiere akan berlangsung di Jakarta pada 12 November 2026, sebelum resmi tayang serentak di bioskop Indonesia pada 19 November 2026.

Pemilihan Kediri sebagai lokasi home premiere memiliki alasan khusus. Menurut Ito, kota tersebut mempunyai ikatan historis dengan perjalanan Woko Channel yang tumbuh dan membangun basis penggemarnya dari sana.

Melalui pemutaran perdana tersebut, pihak produksi ingin memberikan penghargaan kepada para penonton setia yang telah mengikuti perjalanan Woko Channel sejak awal.

“Sejak awal saya mengajak Woko Channel berkolaborasi untuk memberikan persembahan istimewa kepada audiens yang sudah loyal dan menemani mereka dari nol. Kami memilih Kediri karena roh mereka ada di sana,” jelas Ito.

Meski berangkat dari popularitas Woko Channel di YouTube, Ito menegaskan bahwa film ini tidak semata-mata menyasar penggemar kanal tersebut.

Untuk memperluas jangkauan penonton, produksi film ini memadukan lima karakter andalan Woko Channel, yakni Mukidi, Penyok, Gendut, Pak No, dan Mbak Mintul, dengan sejumlah aktor yang telah memiliki pengalaman di industri perfilman nasional, di antaranya Dara Sarasvati, Lorenzo, dan Gabriel Desta.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan warna baru sekaligus membawa ciri khas komedi Woko Channel kepada penonton yang lebih luas.

Mengenai konsep cerita, Ito mengungkapkan bahwa proses kreatif film ini berangkat dari pesan utama yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Setelah menentukan pesan, ia kemudian merancang pendekatan cerita dan menentukan segmen penonton yang ingin dijangkau.

Baginya, premis dan judul yang menarik menjadi pintu masuk untuk mengundang rasa penasaran penonton. Namun, di balik balutan komedi dan horor, terdapat pesan yang lebih mendalam mengenai pentingnya memantaskan diri.

“Premisnya harus unik supaya menjadi pintu masuk bagi orang untuk menerima pesan besar dari film ini, yaitu tentang memantaskan diri,” pungkasnya.

Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Imam Muchlis

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Musisi Malang Mary Jona Bawa Aspirasi Ekonomi Kreatif Daerah ke Forum Dunia WCCE 2026

3 November 2026 - 17:45 WIB

Rayakan Anniversary, Jo Andi Persembahkan Lagu Cinta I’m Happy With You sebagai Kado Istimewa

2 November 2026 - 14:35 WIB

Sri Untari Ajak Gaungkan Kembali Indonesia Raya Tiga Stanza, Bukan Sekadar Lagu tetapi Doa untuk Bangsa

2 November 2026 - 12:25 WIB

Singo Play-On Jadi Panggung Bibit Muda Sepak Bola, Kapolresta Malang Kota Beri Dukungan

1 November 2026 - 22:59 WIB

PS Namoy Satukan Mini Soccer dan Hardcore Punk, Galang Donasi untuk Anak Penyintas Kanker

1 November 2026 - 22:04 WIB

MTs Sultan Agung Kalipare Cetak Generasi Kreatif dan Mandiri Lewat Puncak Kokurikuler

1 November 2026 - 13:34 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !