FEB UKWK Malang Gandeng Bank Mandiri, Ajak Mahasiswa Ubah Gaya Konsumtif Jadi Investasi Produktif - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 5 Nov 2026 17:39 WIB ·

FEB UKWK Malang Gandeng Bank Mandiri, Ajak Mahasiswa Ubah Gaya Konsumtif Jadi Investasi Produktif


 Kuliah tamu bertajuk Smart Money, Bright Future: Mengubah Gaya Hidup Konsumtif Menjadi Aset Produktif. (ist) Perbesar

Kuliah tamu bertajuk Smart Money, Bright Future: Mengubah Gaya Hidup Konsumtif Menjadi Aset Produktif. (ist)

BACAMALANG.COM – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Katolik Widya Karya (UKWK) Malang menggandeng Bank Mandiri untuk meningkatkan literasi keuangan mahasiswa melalui kuliah tamu bertajuk Smart Money, Bright Future: Mengubah Gaya Hidup Konsumtif Menjadi Aset Produktif.

Kegiatan yang digelar di Aula St Thomas Aquinas, Jalan Bondowoso Nomor 2, Kota Malang, Rabu (4/11/2026), tersebut menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa agar lebih bijak mengelola keuangan, membangun kebiasaan menabung, serta mengenal investasi sejak dini.

Kuliah tamu ini diikuti jajaran pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, serta perwakilan Bank Mandiri dan Mandiri Sekuritas. Sejumlah pemateri memberikan wawasan praktis mengenai pengelolaan keuangan pribadi di tengah dinamika ekonomi yang penuh tantangan.

Rektor UKWK Malang, Prof. Dr. Ir. Aloisiyus Maria Kukuk Yudiono, M.S., dalam sambutannya menyoroti tantangan gaya hidup Generasi Z yang semakin beragam. Menurutnya, keinginan mengikuti tren dan memenuhi berbagai kebutuhan gaya hidup harus diimbangi dengan kemampuan finansial yang sehat.

Ia menjelaskan hal tersebut melalui analogi Hukum Pascal, dengan menghubungkan gaya hidup, tekanan ekonomi, dan kemampuan finansial seseorang.

“Semakin besar gaya yang dikeluarkan, semakin besar pula tekanan hidup yang dirasakan. Sebaliknya, apabila luas penampang atau aset yang dimiliki terbatas, tetapi gaya yang dikeluarkan besar, tekanan tersebut akan semakin tinggi,” ungkapnya.

Melalui analogi tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa gaya hidup yang tidak seimbang dengan kemampuan ekonomi berpotensi menimbulkan tekanan finansial. Karena itu, mereka perlu membiasakan diri membedakan kebutuhan (needs) dan keinginan (wants) sebelum mengambil keputusan belanja.

Rektor juga mengingatkan mahasiswa agar menghargai perjuangan orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kesadaran finansial perlu dibangun bersamaan dengan kesiapan menghadapi perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi yang mandiri, adaptif, dan siap menghadapi perubahan zaman.

Menabung dan Berinvestasi Perlu Dibiasakan Sejak Muda

Dekan FEB UKWK Malang, Dra. Lies Lestari, M.Si., mengapresiasi dukungan Bank Mandiri dalam memberikan edukasi keuangan kepada mahasiswa.

Ia menilai, kuliah tamu tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami pengelolaan uang dan strategi investasi melalui perspektif praktisi industri keuangan.

“Hari ini merupakan kesempatan bagi saudara-saudara untuk memperoleh ilmu dan wawasan tentang bagaimana melakukan investasi di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu,” ujarnya.

Lies mendorong mahasiswa agar tidak menghabiskan seluruh uang yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan konsumtif. Sebagian dana, menurutnya, perlu disisihkan untuk kegiatan produktif, seperti menabung dan berinvestasi sesuai kemampuan.

Ia juga membagikan pengalaman mengenai pentingnya konsistensi dalam menyisihkan uang sejak usia muda. Kebiasaan menabung dalam jumlah kecil tetapi dilakukan secara rutin dapat menjadi bekal menghadapi situasi sulit, sebagaimana pelajaran yang diperoleh dari krisis ekonomi 1998.

Bank Mandiri Dorong Generasi Muda Melek Investasi

Dari pihak industri keuangan, Viranita Puspirasari dari Mandiri Sekuritas Sutoyo Malang menyoroti kebiasaan sebagian anak muda yang lebih mengutamakan gaya hidup, seperti nongkrong atau membeli barang yang sebenarnya belum diperlukan.

Padahal, memperoleh penghasilan di tengah kondisi ekonomi saat ini bukanlah perkara mudah. Karena itu, generasi muda perlu memiliki kemampuan mengatur keuangan dan menentukan prioritas penggunaan uang.

“Tujuannya supaya anak-anak muda ini melek investasi, jadi tidak hanya nongkrong atau membeli barang yang tidak berguna. Uang yang diberikan orang tua sebaiknya disisihkan untuk menabung dan mulai berinvestasi,” jelasnya.

Viranita menambahkan, pemahaman investasi perlu diperkenalkan sejak dini agar mahasiswa mengenal berbagai instrumen keuangan, termasuk reksa dana dan saham.

Namun, keputusan investasi harus didasarkan pada pengetahuan yang memadai, kemampuan keuangan, serta pemahaman terhadap risiko. Dengan demikian, mahasiswa tidak sekadar mengikuti tren, tetapi mampu menentukan pilihan investasi secara rasional.

Melalui program edukasi tersebut, Mandiri Sekuritas berharap generasi muda mulai mengalihkan orientasi dari konsumsi sesaat menuju pembentukan aset produktif untuk masa depan.

Dalam kegiatan ini, Branch Manager Mandiri Malang Soehat, Fitri Yusiana, turut hadir sebagai pemateri untuk memberikan wawasan kepada peserta.

Investasi Bisa Dimulai dengan Nominal Terjangkau

Ketua Panitia, Cipta Damai Hareva, mengatakan kuliah tamu tersebut merupakan bagian dari upaya FEB UKWK Malang dalam membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai pentingnya literasi keuangan.

Menurutnya, tema Smart Money, Bright Future mengandung pesan agar mahasiswa mampu mengubah kebiasaan konsumtif menjadi perilaku finansial yang lebih terencana dan produktif.

Dalam pemaparan materi, mahasiswa juga diperkenalkan dengan kemudahan mengakses produk investasi melalui layanan digital perbankan. Salah satu contoh yang disampaikan adalah investasi dengan nominal relatif kecil, mulai Rp10.000, melalui aplikasi Livin’ by Mandiri untuk produk yang tersedia sesuai ketentuan.

Meski demikian, kemudahan akses tersebut tetap perlu disertai pemahaman mengenai karakteristik produk, potensi keuntungan, dan risiko yang mungkin dihadapi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari menyusun prioritas pengeluaran, menyisihkan uang secara rutin, hingga mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Dengan literasi keuangan yang semakin baik, mahasiswa UKWK Malang diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga cakap mengelola keuangan dan mampu mempersiapkan masa depan secara mandiri.

Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

CIMB Niaga Syariah Hadirkan KPR iB Xtra Haji Umrah, Wujudkan Impian Punya Rumah Sekaligus Beribadah ke Tanah Suci

5 November 2026 - 20:25 WIB

Diskopindag Kota Malang Perkuat Tata Kelola Keuangan Industri Hasil Tembakau

5 November 2026 - 13:00 WIB

SHM Masih Dikuasai Pemegang Hak, Johan Kristianto Somasi BSN Cabang Malang Terkait Dugaan KPR

5 November 2026 - 08:49 WIB

Berawal dari Tugas Ujian Susulan SMA, Clévia Dessert Homemade Mahasiswi FSTeM UB Kini Tembus Pasar Kampus dan Sekolah

2 November 2026 - 21:38 WIB

Dugaan Penggelapan Dana Konsumen, Mantan Karyawan Properti Dilaporkan ke Polisi

31 Oktober 2026 - 13:57 WIB

KAI Benahi Stasiun Malang, Sejumlah Titik Pelayanan Berubah

31 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !