Lewat Usaha Kuliner, Poklahsar Mina Jaya Mandiri Kuatkan Ekonomi Nelayan Kondang Merak - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 26 Jun 2022 20:33 WIB ·

Lewat Usaha Kuliner, Poklahsar Mina Jaya Mandiri Kuatkan Ekonomi Nelayan Kondang Merak


 Lewat Usaha Kuliner, Poklahsar Mina Jaya Mandiri Kuatkan Ekonomi Nelayan Kondang Merak Perbesar

BACAMALANG.COM – Untuk membantu penguatan ekonomi keluarga nelayan Pantai Kondang Merak, Kelompok Pengolah dan Pemasaran (Poklahsar) Mina Jaya Mandiri berjualan kuliner aneka olahan hasil laut.

“Kami ingin membantu peningkatan ketahanan ekonomi keluarga nelayan lewat usaha pengolahan ikan,” tandas
Ketua Poklahsar Mina Jaya Mandiri Kondang Merak, Wiji Lestari, Minggu (26/6/2022).

Seperti diketahui Pantai Kondang merak yang terletak di Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur Kabupaten Malang, merupakan salah satu pantai di pesisir Kabupaten Malang, dengan lanskap pantai yang tenang dikelilingi hutan lindung yang tersisa di Malang Selatan.

Kondang Merak tidak hanya hutan dan pantainya yang masih bagus dan alami, tapi juga menyimpan surga lain yaitu wisata kulinernya, mulai dari Sate Tuna, Ikan Bakar, Udang Manis, Lobster, Oseng Gurita dan lainnya.

Usaha olahan ikan tersebut tak lepas dari usaha ibu-ibu Poklahsar Mina Jaya Mandiri Kondang Merak dalam membantu menguatkan ketahanan ekonomi keluarga nelayan, selain bergantung pada usaha perikanan tangkap bapak-bapak nelayan.

Dalam gathering nelayan pertama se-Kabupaten Malang di Pantai Kondang Merak beberapa waktu lalu, ibu-ibu Poklahsar, Mina Jaya Mandiri ini menampilkan produk lain hasil olahan di Bazar Nelayan.

Yakni mulai dari Otak-otak Ikan, Bakso Tuna, Bakso Gurita, Sempol Ikan, Rendang Tuna, Abon Ikan, Stik Ikan , Ikan Asin , Dendeng Ikan dan lainnya.

Hal ini juga agar dapat menjadi inspirasi Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan se-Kabupaten Malang yang hadir dalam memfasilitasi ibu-ibu di kelompok mereka masing-masing.

Diversifikasi produk ini menjawab tantangan bahwa ibu-ibu nelayan juga mampu mandiri dan berdaya saing dengan produk-produk non perikanan dalam membuat olahan ikan yang juga tidak kalah bergizi dan enak.

“Biasanya Kami setiap Hari Sabtu /Minggu merupakan kunjungan paling ramai pasar ikan segar dan Bazar Olahan ibu-ibu untuk memenuhi rasa ingin tahu pengunjung yang berwisata di Pantai Kondang Merak. Para wisatawan membelanjakan uangnya untuk membeli olahan berbagai jenis ikan sehingga dampaknya ada tambahan ekonomi bagi keluarga nelayan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Sahabat Alam Indonesia (SALAM), Andik, yang mendampingi nelayan Kondang Merak turut memberikan apresiasi. “Yang dimaksud kampung nelayan mandiri adalah setiap aktifitas mereka harus dari, oleh dan untuk warga sendiri. Salah satunya implementasi usaha pengolahan ibu-ibu nelayan dengan mengeluarkan produk-produk hasil dari olahan berbahan lokal yaitu harusnya setiap warung atau stand jualan menjual produk-produk dari desa / kampung itu sendiri. Mulai dari minuman, snack hingga makanan berat. Sehingga perputaran ekonomi warga terus disitu, keuntungannya tidak keluar desa seperti jika Kita menjual produk-produk sachet dan kemasan,” tutur Andik.

Dikatakannya, proses tersebut memang tidak mudah, karena harus meminimalisir rasa malu, takut tidak laku, takut tidak enak dan lain-lain.

“Karena semua itu bisa dievaluasi bersama, karena wisatawan jauh-jauh dari kota ingin menikmati suasana baru baik dari segi alam maupun produk-produk warga. Jika Kita menjual produk yang sama dengan yang di kota, orang juga akan malas membeli dan bosan. Sehingga jika membelipun maka keuntungan uangnya juga akan ikut keluar. Berbeda jika itu produk lokal seperti produk-produk hasil olahan perikanan dan perkebunan warga, maka dapat meningkatkan perekonomian dan memberdayakan masyarakat desa,” pungkasnya. (had)

Artikel ini telah dibaca 98 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Dua Pemuda Gasak Lima Motor, Polsek Sukun Bongkar Komplotan Curanmor yang Beraksi di Rumah Kos

9 Juni 2026 - 19:13 WIB

Satreskrim Polres Batu Perkuat Sinergi dengan Media, AKP Zaenal Arifin Ajak Kolaborasi Sajikan Informasi Akurat

9 Juni 2026 - 19:06 WIB

Serahkan SK PNS, Wali Kota Wahyu Tekankan Semangat Pengabdian dan Profesionalisme ASN

9 Juni 2026 - 14:40 WIB

Polres Malang Tetapkan Gus Idris Tersangka Kasus Pelecehan Seksual

9 Juni 2026 - 14:17 WIB

Renovasi Masjid Baitul Makmur, Warga Sukodono Bersatu Wujudkan Pusat Kegiatan Keagamaan yang Lebih Representatif

9 Juni 2026 - 11:06 WIB

Pulang Kondangan, Warga Tegalrejo Alami Kecelakaan Tunggal di Ketindan Lawang

9 Juni 2026 - 05:49 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !