Pendiri NCC Minta Waspadai Orang OTG Radikalisme - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 7 Jul 2022 19:06 WIB ·

Pendiri NCC Minta Waspadai Orang OTG Radikalisme


 Pendiri NCC Minta Waspadai Orang OTG Radikalisme Perbesar

BACAMALANG.COM – Pendiri Negara Islam Indonesia Crisis Center NCC Ken Setiawan minta semua pihak mewaspadai kini banyak Orang Tanpa Gejala (OTG) terpapar radikalisme.

Hal ini disampaikan dalam gelar diklat pembinaan ideologi Pancasila bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), baru-baru ini, diadakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melalui Kedeputian Pendidikan dan Pelatihan (Diklat).

“Pancasila memang bukan wahyu Ilahi, tapi di dalam sila Pancasila itu terkandung nilai-nilai ajaran agama yang juga dirumuskan oleh para Ulama dan tokoh bangsa,” tegas Ken Setiawan.

Untuk diketahui salah satu narasumber yang turut dihadirkan oleh BPIP adalah Pendiri Negara Islam Indonesia Crisis Center Ken Setiawan, yang merupakan mantan NII yang telah insyaf dan kini turut mengkampanyekan Pancasila ke seluruh penjuru pelosok Nusantara.

“Jadi menjalankan nilai-nilai Pancasila juga secara otomatis telah menjalankan ajaran agama,” tandas Ken Setiawan.

Ia menceritakan pengalaman dirinya saat bergabung di NII, dan kenapa dirinya bisa keluar dari gerakan radikalisme tersebut.

Dikatakannya, awal mula dirinya terekrut masuk ke dalam jaringan NII yang merupakan kelompok radikalisme itu karena telah belajar dengan orang yang salah.

Awalnya semua baik, disugesti menggunakan ayat-ayat dalam kitab suci, tapi lama-kelamaan mulai menjelekkan negara dan Pancasila, bahwa kondisi negara ini dzalim dan Pancasila adalah buatan manusia tidak layak ditaati karena batil dan dianggap taghut atau berhala, jadi harus ditolak, diingkari dan ditinggalkan.

Bahkan Pancasila dimarginalkan karena jika masih meyakini Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum maka belum dianggap orang beriman, ibadahnya pun dalam doktrin mereka dianggap tidak diterima karena menyekutukan Tuhan.

Tapi setelah bertemu dengan banyak tokoh dan para ulama yang moderat, Ken menyadari bahwa Pancasila bukanlah taghut atau berhala yang harus ditolak, diingkari dan ditinggalkan.

Ken menyebut bahwa Pancasila adalah ide berlian para pendiri bangsa, Pancasila sebagai ruang nilai yang menawarkan jawaban atas segala kondisi yang terjadi di masa kini dan di masa yang akan datang dengan menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan walaupun dalam perbedaan.

Disempurnakan dengan Bhinneka Tunggal Ika, walaupun beda agama, suku dan ras, tapi dalam sila pertama ditegaskan bahwa Tuhan Kita adalah Tuhan yang maha Esa, Tuhan Kita Satu, Tuhan Semesta Alam yang menciptakan manusia hewan tumbuhan itu hanya satu, hanya setiap agama menyebut nama Tuhan-Nya dengan sebutan yang berbeda-beda.

Adapun dalam menyikapi perbedaan tentang agama, Ken mengungkapkan bahwa dalam beragama tidak bisa disamakan karena syariat yang diterima setiap agama memang berbeda beda, tidak boleh disamakan, jadi diterapkan konsep : Lakum Dinukum Waliyadin yang artinya adalah bagimu agamamu bagiku agamaku.

Konsep agama yang memang berbeda jangan disama-samakan karena setiap rasul atau utusan Tuhan punya syariat yang berbeda beda dalam hal cara beribadah dan berdoa kepada Tuhan.

Simpelnya menurut Ken bahwa sejatinya Tujuannya sama, hanya cara menempuhnya dengan jalan yang berbeda, yang terpenting adalah adanya perbedaan tersebut tidak untuk saling menyalahkan, tapi sebagai sarana untuk saling mengenal dan saling melengkapi dalam urusan sosial kemasyarakatan.

Ken menyadari bahwa saat ini banyak orang yang mengaku agamis, tapi ada terdapat virus intoleran dan radikalisme, atau disebut OTG Radikal, mengaku kelompoknya yang benar sementara yang lain salah, bahkan sampai tahap mengkafirkan yang berbeda.

“Jangankan lima sila dalam Pancasila di aplikasikan semua, satu saja dulu di aplikasikan dalam bermasyarakat maka Kita akan menjadi orang yang damai,” terang Ken.

Dalam sila pertama sudah jelas bahwa sejatinya Tuhan Kita Satu, Tujuan Kita juga sama hanya cara yang ditempuh itu berbeda-beda.

“Jadi jangan risau dan galau kalau ada orang yang mau mendirikan tempat ibadah tapi beda keyakinan di sekitar Kita, kalau perlu dibantu, karena disinilah Kita dapat mengaplikasikan sila pertama dalam Pancasila yang menyatu dalam Bhinneka Tunggal ika, walaupun berbeda beda agama, tapi Tuhan Kita sejatinya adalah satu,” jelas Ken

“Jika Kita sudah mengaplikasikan sila pertama Pancasila, maka otomatis sila kedua akan Kita dapatkan yaitu kemanusiaan dengan memanusiakan manusia, lalu pasti akan mendapatkan sila ketiga yaitu persatuan, jika ada masalah memakai sila ke empat yaitu musyawarah mufakat maka akan tercipta sila kelima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” imbuhnya.

Jika Kita masih Intoleran, merasa paling benar dan menganggap yang lain salah, mustahil akan dapat mengaplikasikan lima sila dalam Pancasila, yang ada adalah kebencian terus menerus kepada saudara Kita berbeda.

“Orang bila sudah terpapar Virus intoleransi, maka akan berpotensi bergabung dalam kelompok radikalisme, bila sudah bergabung dalam kelompok radikalisme maka selangkah lagi akan menjadi pelaku terorisme,” pungkasnya. (*/had)

Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Ukir Sejarah, Dirut Tugu Tirta Kota Malang Pimpin PERPAMSI Jatim 2026-2030

14 Mei 2026 - 17:03 WIB

Lewat Vermikompos, UMM Sukses Tekan Sampah Organik Hingga 92 Persen

12 Mei 2026 - 09:55 WIB

Dosen IAI Sunan Kalijogo Malang Motivasi Siswa SMA NU Pakis: Gen Z Harus Berani Speak Up

11 Mei 2026 - 13:16 WIB

Satresnarkoba Polres Batu Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba di Bumiaji, Warga Diajak Perangi Peredaran Gelap

9 Mei 2026 - 17:57 WIB

PJT I Atur Akses Bendungan Lahor, Prioritaskan Keamanan Obvitnas dan Keselamatan Publik

9 Mei 2026 - 09:56 WIB

Kemenaker Apresiasi Program Magang dan Pembinaan SDM di Lapas Kelas I Malang

8 Mei 2026 - 14:33 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !