BACAMALANG.COM – Giat sinergitas terus dijalankan untuk menghalau wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Malang, seperti halnya yang dilakukan Polres Malang di Kecamatan Sumberpucung dan Gedangan, baru-baru ini.
Kapolsek Sumberpucung AKP Lukman Hudin S.H. mengatakan pihaknya melaksanakan kegiatan penyekatan mobil pengangkut hewan ternak sapi ataupun kambing yang akan memasuki wilayah Malang bertempat di perbatasan wilayah Malang – Blitar di simpang empat Karangkates Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang.
“Kami melakukan penyekatan ini demi kebaikan bersama, khususnya para peternak hewan. Kami khawatir kalau nanti wabah PMK ini menyebar dan merugikan para pemilik hewan ternak karena, mengingat di berita sudah banyak hewan ternak di Kabupaten Malang yang sudah tertular PMK,” tegasnya.
Penyekatan dibantu personil gabungan dari Polres Malang, Satlantas Polres Malang, Koramil Sumberpucung, serta tenaga kesehatan dari Dinas Peternakan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang.
” Saat kita ketahui ada mobil pickup atau truk yang mengangkut hewan ternak, petugas kesehatan hewan langsung mengecek kondisi kesehatan ternak tersebut guna memastikan sehat maupun sakitnya hewan, sehingga kegiatan yang kami laksanakan bisa mendapatkan hasil yang valid dan maksimal. Kami juga melaksanakan penyekatan tidak hanya di pagi atau siang hari saja, sorepun kami juga melakukan penyekatan terhadap lalu lintas kendaraan pengangkut hewan ternak,” kata Lukman.

Dari hasil penyekatan tersebut tidak ditemukan kendaraan yang sedang mengangkut hewan ternak. Selama proses penyekatan terhadap kendaraan yang mengangkut hewan ternak berjalan lancar, aman dan kondusif.
Sementara itu Polsek Ngajum melakukan kegiatan binluh untuk pengendalian PMK dipimpin Bhabinkamtibmas Desa Kranggan Briptu Ahmad Jefrian di desa binaanya.
“Diharapkan peternak agar memantau kondisi kesehatan hewan ternaknya dengan lebih teliti. Harapannya, para peternak dapat menangkal wabah penyakit mulut dan kuku pada sapi,” imbuhnya.
Dari hasil pantauan di Desa Kranggan Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang, sampai saat ini belum ditemukan sapi yang terkena PMK. “Bila menemukan tanda-tanda atau gejala PMK segera melaporkan ke mantri hewan terdekat atau dinas peternakan, untuk dilakukan pemeriksaan supaya cepat penanganannya,” pesannya.
Ia mengimbau peternak memisahkan sapi sakit dengan sapi lainnya yang sehat. “Jajaran Bhabinkamtibmas rutin menyambangi peternak baik siang maupun malam hari. Dengan harapan peternak selalu menjaga kebersihan kandang dan memperhatikan pakan ternak dengan baik sehingga terhindar dari wabah PMK,” pungkasnya. (*/had)






















































