Si Jaran Kacang Jadi Primadona Sedekah Bumi Bedali, Ludes Dijabuti Warga - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 21 Jun 2026 13:30 WIB ·

Si Jaran Kacang Jadi Primadona Sedekah Bumi Bedali, Ludes Dijabuti Warga


 Penampilan spesial, RW 4 Desa Bedali, Lawang, yang dikenal dengan nama Kampung Karya menampilkan gunungan berbentuk kuda jingkrak, Si Jaka (Jaran Kacang Perbesar

Penampilan spesial, RW 4 Desa Bedali, Lawang, yang dikenal dengan nama Kampung Karya menampilkan gunungan berbentuk kuda jingkrak, Si Jaka (Jaran Kacang"), terbuat dari bahan kacang panjang, setinggi dua meter, menghabiskan kacang panjang 100 kg, ucet 50 kg, lombok merah 10 kg, wortel 10 kg dan juga hasil bumi lainnya. (Supriyadi for BacaMalang)

BACAMALANG.COM – Tradisi Bersih Desa dan Sedekah Bumi di Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, berlangsung meriah dan penuh makna, Sabtu (20/6/2026). Ratusan warga memadati jalur kirab budaya yang menampilkan beragam gunungan hasil bumi sebagai wujud rasa syukur atas berkah dan rezeki yang diterima masyarakat.

Kirab budaya diawali dengan arak-arakan grebeg gunungan berisi hasil bumi seperti polowijo, buah-buahan, sayuran, hingga berbagai hasil pertanian lainnya. Selain itu, setiap RW juga membawa ancak berisi nasi tumpeng dan nasi kuning menuju Pendopo Desa Bedali.

Keunikan kirab tahun ini terlihat dari kreativitas warga dalam membentuk gunungan. Tidak semua gunungan dibuat menyerupai kerucut seperti umumnya. Beberapa RW menghadirkan karya yang menarik perhatian, seperti gunungan berbentuk tikus dari RW 3 dan gunungan berbentuk naga dari RW 10.

Namun, perhatian terbesar tertuju pada karya RW 4 yang dikenal sebagai Kampung Karya. Mereka menghadirkan gunungan berbentuk kuda jingkrak setinggi dua meter yang diberi nama “Si Jaka”, singkatan dari Jaran Kacang, karena sebagian besar tubuhnya tersusun dari kacang panjang.

“Untuk membuat gunungan kuda setinggi dua meter ini setidaknya menghabiskan 100 kilogram kacang panjang, 50 kilogram ucet, 10 kilogram cabai merah, 10 kilogram wortel, serta berbagai hasil bumi lainnya,” ujar Andri Nurpujo, Sekretaris RW 4 sekaligus pencetus ide Si Jaka.

Menurut Andri, seluruh bahan yang digunakan merupakan hasil gotong royong warga RW 4. Setelah daftar kebutuhan dibagikan melalui grup WhatsApp, warga secara sukarela menyumbangkan berbagai hasil bumi untuk mewujudkan gunungan tersebut.

Ia mengungkapkan, ide pembuatan gunungan berbentuk kuda muncul setelah mencari konsep yang unik dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Menariknya, desain Si Jaka dibuat dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI).

“Awalnya saya mencari ide gunungan berbentuk kuda dengan memanfaatkan teknologi AI untuk mendapatkan model yang unik. Dari situ saya memperoleh desain lengkap beserta kerangka dan bahan yang dibutuhkan,” jelasnya.

Proses pembuatan Si Jaka memakan waktu sekitar dua pekan. Warga bergotong royong mulai dari menyusun kerangka bambu hingga menghiasnya dengan kacang panjang dan berbagai hasil bumi lainnya.

Saat kirab berlangsung, lebih dari 16 orang diperlukan untuk mengusung gunungan tersebut. Dengan mengenakan busana tradisional bernuansa Bali, para pembawa Si Jaka menempuh perjalanan sekitar 1,5 kilometer menuju Pendopo Desa Bedali.

Tradisi Sedekah Bumi ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat Desa Bedali atas perlindungan, keselamatan, dan rezeki yang melimpah. Setelah seluruh gunungan dari masing-masing RW berkumpul di pendopo desa, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat.

Usai doa dipanjatkan, warga langsung berbondong-bondong mengikuti tradisi “Jabutan”, yakni berebut hasil bumi yang telah didoakan. Tradisi ini dipercaya sebagai bentuk ngalap berkah dari hasil bumi yang telah disyukuri bersama.

Momen Jabutan menjadi puncak kemeriahan Sedekah Bumi Desa Bedali 2026 yang bertepatan dengan 4 Suro atau 4 Muharam 1448 Hijriah. Tak terkecuali Si Jaka, sang Jaran Kacang kebanggaan RW 4, yang dalam hitungan menit habis dijabuti warga. Kuda raksasa berbahan kacang panjang itu pun tinggal menyisakan kerangka bambu sebagai saksi antusiasme masyarakat dalam merayakan tradisi warisan leluhur.

Pewarta: Supriyadi/Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Sumberdem Peringati Hari Anak Nasional Lewat Permainan Tradisional Bertema “Pelangi Anak Nusantara”

4 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Buku Lintas Sejarah Etnis Tionghoa di Malang, Menelusuri Jejak Komunitas yang Membentuk Wajah Kota

4 Agustus 2026 - 10:34 WIB

Kolaborasi PartiLibur Caravan, Bawa Kota Batu Naik Kelas Sebagai Destinasi Festival Musik

3 Agustus 2026 - 01:33 WIB

NTRL Hipnotis Penonton Partilibur Caravan 2026, Tribute Haru untuk Trisno Pas Band

1 Agustus 2026 - 23:16 WIB

Pengurus PAKASA Malang Raya 2026–2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Perkuat Pelestarian Budaya Jawa

1 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Wali Kota Batu Nurochman Resmi Buka BISTF 2026, Tegaskan Kota Batu sebagai Destinasi Sport Tourism Dunia

31 Juli 2026 - 08:08 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !