BACAMALANG.COM – Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang menyayangkan aksi vandalisme yang terjadi pada sejumlah fasilitas Anjungan Air Siap Minum (ASM) di berbagai ruang publik. Fasilitas yang disediakan untuk memberikan akses air minum aman dan gratis bagi masyarakat itu ditemukan mengalami kerusakan serta dicoret-coret oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Direktur Utama Perumda Tugu Tirta, Priyo Sudibyo, SE, S.Sos., MM, menegaskan bahwa keberadaan ASM merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Malang dalam menghadirkan layanan air minum yang mudah dijangkau, sehat, dan dapat dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat.
Menurut Priyo, tindakan vandalisme terhadap fasilitas umum tidak hanya merusak tampilan, tetapi juga berpotensi mengganggu fungsi layanan yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat luas.
“Anjungan Air Siap Minum dibangun agar warga dapat memperoleh akses air minum yang aman dan gratis di ruang publik. Karena itu, kami sangat menyayangkan adanya tindakan perusakan maupun coretan yang merusak fasilitas tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, fasilitas umum yang dibangun menggunakan anggaran dan perawatan berkelanjutan seharusnya menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga dan dimanfaatkan dengan baik.
“Merusak, mencoret, atau membuat fasilitas umum tidak dapat digunakan merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab. Selain merugikan masyarakat, perbuatan tersebut juga dapat dikenakan sanksi hukum,” tegasnya.
Perumda Tugu Tirta mengingatkan bahwa perusakan fasilitas publik memiliki konsekuensi hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pelaku perusakan barang milik pihak lain dapat dikenakan pidana penjara paling lama 2 tahun 6 bulan atau pidana denda sesuai ketentuan yang berlaku. Tindakan tersebut juga bertentangan dengan Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Ketertiban Umum dan Lingkungan.
Priyo berharap masyarakat turut berperan aktif menjaga fasilitas publik yang telah tersedia agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Dukungan dan kesadaran bersama sangat diperlukan agar seluruh fasilitas yang telah disediakan tetap berfungsi optimal dan dapat terus melayani kebutuhan warga Kota Malang,” katanya.
Perumda Tugu Tirta juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan kerusakan maupun penyalahgunaan fasilitas umum di lingkungan sekitar. Dengan kepedulian bersama, aset publik yang telah dibangun dapat terus terjaga dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Pewarta/Editor: Hadi Triswanto





















































