BACAMALANG.COM – Kontestasi pemilu 2024 dipastikan semakin marak dengan hadirnya partai baru dan partai lama yang berlomba merebut hati rakyat se-Nusantara.
Salah satu yang optimis dan percaya diri adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mengandalkan 2 senjata utama untuk menjadi jawara di ajang pesta demokrasi 5 tahunan tersebut.
“Kami ingin menduduki posisi jawara di Pemilu 2024. Kami mempunyai 2 senjata untuk merebut simpati rakyat. Yakni lewat Politik Kesetaraan dan Politik Tanpa Mahar,” tegas Ketua DPD PSI Kota Malang, Achmad Faried ST, Selasa (9/8/2022).
Ia membocorkan tipis-tipis terkait strategi pemenangan. “PSI Kota Malang hingga detik ini, fokus untuk meloloskan verifikasi KPU untuk pemilu 2024. Sambil berjalan terus bersinergi dengan semua pihak karena politik itu untuk semua kalangan, salah satu DNA PSI adalah Politik Kesetaraan, bahwa politik tidak ada batasan jenis kelamin, latar belakang dan usia asalkan sudah diatas 17 tahun dan berKTP maka akan menjadi partner politik PSI,” tandasnya.
Ia menjelaskan yang dilakukan untuk menjaring suara pemilih pemula. “Menjaring suara pemilih pemula bukan hal sulit, apabila kita mengetahui apa yang disukai dan diinginkan para pemilih pemula. Wawasan pendidikan politik tentang politik adalah penentu masa depan mereka harus dapat tersampaikan dengan baik. Sudah saatnya, anak muda dapat menentukan apa yang terbaik untuk negeri ini, bersama PSI tentunya,” paparnya.
Ia mengungkapkan konsolidasi yang dilakukan hingga tingkat terbawah. “Kami lebih memilih, menyebutnya sebagai team work atau kolaborasi. Jadi menjalin kerjasama antar pengurus dengan berbagai lini yang ada di masyarakat. Mengkolaborasikan program kami, tujuan kami dengan kebutuhan rakyat Kota Malang dari hal terkecil sekalipun,” imbuhnya.
Dikatakannya pihaknya telah menyiapkan “jurus pemikat” untuk menarik minat pemilih. “Semua kader PSI Kota Malang adalah magnet. Karena, kami hadir kerja untuk rakyat. Dan semua sudah terbukti tidak hanya pada saat tahun politik saja,” tuturnya.
Ia mengungkapkan strategi untuk meminimalisir golput dan menarik ke PSI. “Pendidikan politik ke semua lini masyarakat bahwa suara mereka harus dilindungi. Kecuekan dan ketidakpercayaan rakyat tentang hak pilih mereka tidak ada gunanya harus diluruskan. Politik tanpa mahar salah satu cara edukasi dan sudah terbukti sejak kami memiliki anggota legislatif di 2019 hingga saat ini dan membuktikan bahwa cost politik itu tidak mahal jika dilakukan bergandengan dengan masyarakat.
Dengan cara yang kami lakukan langsung turun kepada masyarakat tanpa peduli masa kampanye atau tidak, sudah menjadi langkah awal untuk mengedukasi masyarakat bahwa politik bersih itu ada. Dan parpol tidak hanya berperan dan muncul pada saat kampanye,” pungkasnya. (had)





















































