BACAMALANG.COM – Lonjakan harga sejumlah bahan baku pokok semakin membebani pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di sektor kuliner, kenaikan harga tepung kanji (tapioka) dan berbagai bumbu dapur membuat omzet pedagang bakso mengalami penurunan signifikan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, rata-rata pedagang mengaku omzet mereka turun hingga 40 persen. Jika sebelumnya mampu meraih pendapatan sekitar Rp450.000 hingga Rp500.000 per hari, kini hanya berkisar Rp300.000 hingga Rp350.000. Penurunan tersebut sejalan dengan berkurangnya jumlah porsi yang terjual, dari sebelumnya lebih tinggi menjadi hanya sekitar 30–40 porsi per hari.
Salah satu penyebab utama adalah melonjaknya harga tepung kanji sebagai bahan baku utama. Di tingkat eceran, harga kanji kualitas standar yang sebelumnya sekitar Rp9.000 per kilogram kini naik menjadi Rp14.000 per kilogram.
Sementara itu, harga kanji kualitas super yang banyak digunakan pedagang untuk menjaga kualitas bakso juga mengalami kenaikan tajam, dari kisaran Rp11.000–Rp12.000 menjadi Rp18.000 per kilogram. Kondisi tersebut diperparah dengan naiknya harga berbagai bumbu dapur.
Para pedagang menduga kenaikan harga dipengaruhi meningkatnya biaya produksi, termasuk dampak fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berimbas pada harga sejumlah komoditas di pasar domestik.
Di tengah kondisi tersebut, para pedagang harus mencari berbagai cara agar usaha yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun tetap bertahan.
“Sekarang omzet turun sekitar 40 persen. Jadi kami harus putar otak bagaimana mengolah bahan baku supaya bakso tetap enak, tetapi harganya masih terjangkau oleh pelanggan,” ujar Imam, salah seorang pedagang bakso di Kepanjen, Senin (29/6/2026).
Hingga kini, para pedagang masih mengandalkan pelanggan tetap dan pesanan dari masyarakat sekitar Kepanjen untuk mempertahankan usahanya. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas ekonomi serta mengendalikan harga bahan baku dan kebutuhan pokok di pasaran.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































