Camping REKAT 2026 Bentuk Remaja Katolik Tangguh: Beriman, Bijak Bermedia Sosial, dan Punya Tujuan Hidup - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 29 Jun 2026 11:36 WIB ·

Camping REKAT 2026 Bentuk Remaja Katolik Tangguh: Beriman, Bijak Bermedia Sosial, dan Punya Tujuan Hidup


 Camping REKAT 2026 bertema Faith, Youth, Purpose (FYP) di Bumi Perkemahan Buana Bina Bhakti, Kota Batu, pada 26–28 Juni 2026. (ist) Perbesar

Camping REKAT 2026 bertema Faith, Youth, Purpose (FYP) di Bumi Perkemahan Buana Bina Bhakti, Kota Batu, pada 26–28 Juni 2026. (ist)

BACAMALANG.COM – Sebanyak 80 Remaja Katolik (REKAT) Paroki Santo Vincentius a Paulo (SVAP) Langsep, Malang mengikuti Camping REKAT 2026 bertema Faith, Youth, Purpose (FYP) di Bumi Perkemahan Buana Bina Bhakti, Kota Batu, pada 26–28 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan iman sekaligus penguatan karakter bagi generasi muda Katolik di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Peserta yang terdiri dari siswa kelas IV SD yang telah menerima Komuni Pertama hingga lulusan kelas IX SMP mengikuti berbagai materi, dinamika kelompok, dan aktivitas kebersamaan yang dirancang untuk menumbuhkan iman, kepemimpinan, tanggung jawab, serta kemampuan menghadapi tantangan zaman.

Ketua Bidang Pewartaan Paroki SVAP Langsep, Beni Purbanto, mengatakan tema Faith, Youth, Purpose (FYP) sengaja dipilih karena dekat dengan kehidupan remaja masa kini. Istilah FYP yang identik dengan media sosial dimaknai kembali sebagai ajakan agar kaum muda tidak sekadar mengikuti arus dunia digital, tetapi mampu memanfaatkannya sebagai sarana bertumbuh dalam iman dan mengembangkan potensi diri.

“Harapannya, meskipun hidup di tengah dunia remaja yang penuh dengan kebisingan digital, mereka tetap memiliki iman yang kuat, mampu menggunakan media sosial secara bijaksana, dan memiliki tujuan hidup yang jelas untuk meraih cita-cita yang tinggi,” ujarnya.

Sebelum menuju lokasi perkemahan, seluruh peserta mengikuti doa dan pemberkatan yang dipimpin Romo Paroki, Romo Petrus Maria Handoko, CM, di Gereja Santo Vincentius a Paulo Malang. Setibanya di lokasi, kegiatan diawali dengan doa bersama, pembagian kelompok, serta berbagai aktivitas yang dipandu fasilitator dari Orang Muda Katolik (OMK).

Dalam sambutannya, Romo Gendhis, Pr menegaskan bahwa Camping REKAT merupakan bagian dari gerakan Keuskupan Malang menyambut 100 tahun berdirinya keuskupan sekaligus implementasi program pendampingan remaja. Menurutnya, masa remaja adalah fase penting yang membutuhkan pendampingan agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berkarakter, dan siap menghadapi perubahan zaman.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi para remaja agar masa liburan tidak hanya diisi dengan kegiatan hiburan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk semakin mengenal Tuhan, membangun karakter, dan memperkuat persaudaraan,” katanya.

Beni menambahkan, Camping REKAT bukan sekadar kegiatan berkemah. Selama tiga hari, peserta dilatih membangun kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, serta belajar hidup berdampingan dengan saling menghargai dan menaati aturan sebagai bekal menjadi generasi penerus Gereja yang berkualitas.

Pembinaan juga diperkuat melalui tiga sesi materi yang mengusung konsep Faith, Youth, Purpose. Suster Nathania, SPM mengajak peserta tetap peka mendengarkan suara Tuhan di tengah derasnya arus informasi digital. Teknologi, menurutnya, harus menjadi sarana untuk semakin dekat dengan Tuhan, bukan sebaliknya.

Selanjutnya, Sad Adhi Wijayanto membekali peserta mengenai etika bermedia sosial melalui prinsip THINK, yakni True (benar), Helpful (bermanfaat), Inspiring (menginspirasi), Necessary (perlu), dan Kind (baik). Prinsip tersebut menjadi pedoman agar setiap unggahan di media sosial memberikan dampak positif bagi diri sendiri maupun orang lain.

Materi penutup disampaikan Romo Gendhis, Pr yang mengangkat pentingnya memiliki tujuan hidup. Dengan ilustrasi sebatang pohon, ia mengajak para remaja memiliki akar iman yang kuat, terus bertumbuh melalui berbagai proses kehidupan, hingga mampu menghasilkan buah yang bermanfaat bagi sesama.

Camping REKAT 2026 ditutup pada Minggu (28/6/2026) melalui Perayaan Ekaristi. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan kembali ke keluarga dan lingkungan masing-masing sebagai remaja Katolik yang semakin dewasa dalam iman, bijak memanfaatkan teknologi digital, serta memiliki arah dan tujuan hidup yang jelas untuk menyongsong masa depan.

Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

d’Kross Boxing Camp Bekasi Bersinar di ISKA Indonesia Open 2026, Borong 2 Emas, 1 Perak, dan 1 Perunggu

29 Juni 2026 - 06:35 WIB

Mahasiswa UMM Gelar Social AmstirRun 5K, Padukan Lari, Musik, dan Nongkrong untuk Gaya Hidup Sehat Anak Muda

27 Juni 2026 - 17:23 WIB

Dimas Sufi Rilis “Lihat Langit Itu”, Lagu Alternative Rock yang Mengajak Bangkit dari Keterpurukan

27 Juni 2026 - 16:53 WIB

Guncang Surga dan Bumi! KKR Anak 2026 Kota Malang Meledak Bersama Jo Andi – Lagu ‘Tuhan Always Ready’ jadi Seruan Iman!”

25 Juni 2026 - 21:37 WIB

Mobil Hemat Energi UM Disorot, Pembimbing Ungkap Prestasi Dunia dan Alasan Uji Coba di Jalan Umum

24 Juni 2026 - 11:32 WIB

Nobar Film “Menolak Punah” di Wagir, Menggugat Fast Fashion dan Menghidupkan Kembali Kedaulatan Sandang Nusantara

24 Juni 2026 - 07:21 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !