BACAMALANG.COM – Sebanyak 80 Remaja Katolik (REKAT) Paroki Santo Vincentius a Paulo (SVAP) Langsep, Malang mengikuti Camping REKAT 2026 bertema Faith, Youth, Purpose (FYP) di Bumi Perkemahan Buana Bina Bhakti, Kota Batu, pada 26–28 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan iman sekaligus penguatan karakter bagi generasi muda Katolik di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Peserta yang terdiri dari siswa kelas IV SD yang telah menerima Komuni Pertama hingga lulusan kelas IX SMP mengikuti berbagai materi, dinamika kelompok, dan aktivitas kebersamaan yang dirancang untuk menumbuhkan iman, kepemimpinan, tanggung jawab, serta kemampuan menghadapi tantangan zaman.
Ketua Bidang Pewartaan Paroki SVAP Langsep, Beni Purbanto, mengatakan tema Faith, Youth, Purpose (FYP) sengaja dipilih karena dekat dengan kehidupan remaja masa kini. Istilah FYP yang identik dengan media sosial dimaknai kembali sebagai ajakan agar kaum muda tidak sekadar mengikuti arus dunia digital, tetapi mampu memanfaatkannya sebagai sarana bertumbuh dalam iman dan mengembangkan potensi diri.
“Harapannya, meskipun hidup di tengah dunia remaja yang penuh dengan kebisingan digital, mereka tetap memiliki iman yang kuat, mampu menggunakan media sosial secara bijaksana, dan memiliki tujuan hidup yang jelas untuk meraih cita-cita yang tinggi,” ujarnya.
Sebelum menuju lokasi perkemahan, seluruh peserta mengikuti doa dan pemberkatan yang dipimpin Romo Paroki, Romo Petrus Maria Handoko, CM, di Gereja Santo Vincentius a Paulo Malang. Setibanya di lokasi, kegiatan diawali dengan doa bersama, pembagian kelompok, serta berbagai aktivitas yang dipandu fasilitator dari Orang Muda Katolik (OMK).
Dalam sambutannya, Romo Gendhis, Pr menegaskan bahwa Camping REKAT merupakan bagian dari gerakan Keuskupan Malang menyambut 100 tahun berdirinya keuskupan sekaligus implementasi program pendampingan remaja. Menurutnya, masa remaja adalah fase penting yang membutuhkan pendampingan agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berkarakter, dan siap menghadapi perubahan zaman.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi para remaja agar masa liburan tidak hanya diisi dengan kegiatan hiburan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk semakin mengenal Tuhan, membangun karakter, dan memperkuat persaudaraan,” katanya.
Beni menambahkan, Camping REKAT bukan sekadar kegiatan berkemah. Selama tiga hari, peserta dilatih membangun kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, serta belajar hidup berdampingan dengan saling menghargai dan menaati aturan sebagai bekal menjadi generasi penerus Gereja yang berkualitas.
Pembinaan juga diperkuat melalui tiga sesi materi yang mengusung konsep Faith, Youth, Purpose. Suster Nathania, SPM mengajak peserta tetap peka mendengarkan suara Tuhan di tengah derasnya arus informasi digital. Teknologi, menurutnya, harus menjadi sarana untuk semakin dekat dengan Tuhan, bukan sebaliknya.
Selanjutnya, Sad Adhi Wijayanto membekali peserta mengenai etika bermedia sosial melalui prinsip THINK, yakni True (benar), Helpful (bermanfaat), Inspiring (menginspirasi), Necessary (perlu), dan Kind (baik). Prinsip tersebut menjadi pedoman agar setiap unggahan di media sosial memberikan dampak positif bagi diri sendiri maupun orang lain.
Materi penutup disampaikan Romo Gendhis, Pr yang mengangkat pentingnya memiliki tujuan hidup. Dengan ilustrasi sebatang pohon, ia mengajak para remaja memiliki akar iman yang kuat, terus bertumbuh melalui berbagai proses kehidupan, hingga mampu menghasilkan buah yang bermanfaat bagi sesama.
Camping REKAT 2026 ditutup pada Minggu (28/6/2026) melalui Perayaan Ekaristi. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan kembali ke keluarga dan lingkungan masing-masing sebagai remaja Katolik yang semakin dewasa dalam iman, bijak memanfaatkan teknologi digital, serta memiliki arah dan tujuan hidup yang jelas untuk menyongsong masa depan.
Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































