BACAMALANG.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat budaya menabung sejak usia dini sebagai fondasi membangun generasi yang cerdas dalam mengelola keuangan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan Rajin Menabung (RABU) di seluruh satuan pendidikan Kabupaten Malang.
Program yang mengusung tema “Pelajar Makmur, Cerdas Finansial” itu digelar OJK Malang bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Malang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, serta industri perbankan di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Malang Sanusi, Kepala OJK Malang Farid Faletehan, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Siti Nurfalinda, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Malang Prasetyani Arum Anggorowati, serta lebih dari 500 kepala sekolah, guru, komite sekolah, dan siswa dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang. Selain itu, sekitar 1.100 peserta juga mengikuti kegiatan secara daring.
Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Malang dalam mendukung implementasi Program KEJAR. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, regulator, satuan pendidikan, dan industri jasa keuangan menjadi kunci dalam membangun budaya menabung sejak dini.
“Melalui Program KEJAR, OJK mendorong semakin banyak pelajar memiliki akses terhadap layanan keuangan formal sekaligus membangun perilaku pengelolaan keuangan yang bijak. Budaya menabung yang ditanamkan sejak dini diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda dalam mengambil keputusan keuangan yang bertanggung jawab di masa depan,” tutur Farid.

Kepala OJK Malang, Farid Faletehan mendampingi Bupati Malang Sanusi meninjau booth layanan yang memberikan informasi mengenai Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), konsultasi produk dan jasa keuangan, akses pembiayaan, pembukaan rekening, hingga edukasi keuangan bagi masyarakat. (ist)
Hingga 31 Mei 2026, Program KEJAR di Kabupaten Malang telah mencatat lebih dari 568.527 rekening pelajar dengan total saldo mencapai sekitar Rp187,67 miliar. Capaian tersebut menunjukkan semakin tingginya partisipasi pelajar dalam memanfaatkan layanan keuangan formal.
Senada dengan hal itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Siti Nurfalinda, menyampaikan bahwa Program KEJAR dan RABU sejalan dengan berbagai program edukasi keuangan yang dijalankan Bank Indonesia, salah satunya melalui Gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah).
Sementara itu, Bupati Malang Sanusi berharap kolaborasi lintas sektor ini menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi muda yang mandiri secara finansial.
“Kebiasaan menabung sejak dini tidak hanya membentuk kemampuan mengelola keuangan, tetapi juga menumbuhkan karakter disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan merencanakan masa depan dengan lebih baik,” ujar Sanusi.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama Pelaksanaan Program KEJAR dan RABU di satuan pendidikan Kabupaten Malang sebagai pembaruan komitmen yang telah dibangun sejak tahun 2021. Penandatanganan ini menjadi bentuk penguatan sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam memperluas implementasi program secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap inklusi keuangan pelajar, sejumlah bank menyalurkan lebih dari 5.000 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) kepada siswa SD dan SMP/MTs negeri maupun swasta di Kabupaten Malang. Penyerahan rekening dilakukan oleh BRI, Bank Mandiri, BSI, BNI, Bank Jatim, dan BPR Artha Kanjuruan Pemerintah Kabupaten Malang.
Pada kesempatan tersebut, perwakilan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) juga memberikan apresiasi kepada satuan pendidikan yang dinilai aktif mendukung implementasi Program KEJAR dan RABU.
Selain seremoni penyerahan rekening, OJK bersama PUJK menghadirkan berbagai booth layanan yang memberikan informasi mengenai Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), konsultasi produk dan jasa keuangan, akses pembiayaan, pembukaan rekening, hingga edukasi keuangan bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan industri jasa keuangan, OJK berharap Program KEJAR dan RABU tidak hanya meningkatkan jumlah kepemilikan rekening tabungan pelajar, tetapi juga menanamkan budaya menabung, kedisiplinan dalam mengelola keuangan, serta perilaku finansial yang bertanggung jawab sejak usia dini sebagai fondasi menuju masyarakat yang semakin inklusif dan sejahtera.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW





















































