BACAMALANG.COM – Upacara HUT RI ke- 77 menapak tilasi sejarah Kompi Macan Putih Pahlawan Kemerdekaan di Kasembon Kabupaten Malang, berlangsung khidmat dan sakral, baru-baru ini.
Menariknya, Letda Imam Soeprapto alias Muller Komandan Kompi Macan Putih sejatinya adalah serdadu Belanda berdarah Jerman yang membelot berjuang mempertahankan kemerdekaan Negara Indonesia yang gugur ditembak serdadu Belanda.
“Pertempuran Desa Pait pada tanggal 17 Juli 1949, Kompi Macan Putih mengalami hari nahas. Kompi Macan Putih yang dalam perjalanan ke wilayah Jombang, harus kembali ke Ngantang, karena adanya kabar bahwa Belanda akan menyerang Ngantang dari tiga jurusan (dari Wlingi, Pujon dan Kasembon),” tandas Pembina Upacara Heri Cahyono.
Pria yang akrab disapa Sam HC Owner dan Founder Kalasuba Grup melanjutkan ceritanya.
Dalam perjalanannya, anggota kompi ini tidak bersamaan, ada yang mendahului dan ada yang tertinggal di belakang.

Beberapa prajurit diberi tanggung jawab untuk menanti kawan mereka yang tertinggal. Salah satu prajurit tersebut adalah Letda Imam Soeprapto.
Mungkin karena kepayahan, Letda. Imam tertidur di sebuah gardu yang terletak di Desa Pait (Kasembon).
Sekitar pukul 03.30 dini hari, pasukan Belanda yang bergerak dari Kasembon memasuki Desa Pait.
Pasukan Belanda yang melihat seorang anggota TNI yang tertidur, langsung menembakkan senjatanya.
Letda Imam gugur seketika. Belum banyak yang mengetahui bahwa Imam Soeprapto memiliki nama asli Muller, serdadu Belanda berdarah Jerman yang membelot berjuang mempertahankan kemerdekaan Negara Indonesia.
Beliau anumerta pada 17 Juli 1949 di Desa Pait, Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang wilayah barat.
Upacara kemerdekaan Republik Indonesia di Coban Kethak Kasembon Kabupaten Malang kembali digelar setelah vakum 2 tahun.
Suasana upacara begitu khidmat, di penghujung upacara, Agus atau Mbah Awe salah satu keluarga veteran kompi Macan Putih bercerita dengan penuh semangat tentang kepahlawanan Imam Soeprapto alias Imam Muller, seorang yang bukan berdarah asli pribumi namun rela berkorban membelot dari pasukan Belanda menjadi Tentara Nasional Indonesia sampai meregang nyawa.
Kompi Macan Putih merupakan salah satu kompi yang bertugas di wilayah Malang Barat. Kompi Macan Putih dipimpin oleh Kapten Soemadi, beliau adalah tokoh yang menembak mati Muso pimpinan pemberontak PKI th 1948 di Ponorogo.
Upacara Kemerdekaan Republik Indonesia seperti ini terselenggara setiap tahun bertempat di Coban Kethak Kasembon.
Tujuannya untuk merawat ingatan sejarah yang tidak boleh dihilangkan, bahwa di daerah Kasembon Raya, adalah salah satu tempat di mana kompi Macan Putih (Kompi Soemadi/Batalyon Soenandar) pernah bahu-membahu bersama penduduk sekitar bertempur melawan penjajahan Belanda.
Dari peristiwa tersebut banyak sekali terlahir para pahlawan kusuma bangsa yang berasal dari Malang Barat, baik sebagai personil militer ataupun non militer.
“Kewajiban para generasi hari ini mengetahui kisah sejarah para kusuma bangsa yang lahir dari bumi Kasembon khususnya dan umumnya Malang Raya. Wajib kita mengisi ruang kemerdekaan warisan para veteran baik yang telah anumerta maupun yang hari ini turut hadir pada upacara lewat berbagai bidang keahlian. Menjadi pengusaha yang berintegritas, menjadi pejabat yang bermoral, menjadi petani, penggiat seni budaya, aktivis sosial, pekerja, dan sebagainya. Sekecil apapun, di bidang apapun, kita harus terus berorientasi tentang perbaikan dan pemajuan bangsa negara Indonesia. Bisa dilakukan di lingkup kampung, desa, kota atau kabupaten. Merdeka!!!” pekik Pembina Upacara, Sam HC.
Untuk diketahui Peringatan HUT RI ke 77 ini dihadiri oleh veteran dan perwakilan keluarga Kompi Macan Putih, warga Kasembon, Aremania Jokbar, dengan Pembina Upacara pengusaha nasional asal Malang dari Kasembon, Heri Cahyono yang akrab disapa Sam HC (Kalasuba Grup) yang menyediakan fasilitas tempat dan kebutuhan upacara, termasuk berbagi apresiasi jasa bagi veteran.(*/had)






















































