Sakral dan Khidmat, Upacara HUT RI Napak Tilas Sejarah Pahlawan Kemerdekaan Imam Soeprapto Komandan Kompi Macan Putih di Kasembon - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 18 Agu 2022 14:36 WIB ·

Sakral dan Khidmat, Upacara HUT RI Napak Tilas Sejarah Pahlawan Kemerdekaan Imam Soeprapto Komandan Kompi Macan Putih di Kasembon


 Sakral dan Khidmat, Upacara HUT RI Napak Tilas Sejarah Pahlawan Kemerdekaan Imam Soeprapto Komandan Kompi Macan Putih di Kasembon Perbesar

BACAMALANG.COM – Upacara HUT RI ke- 77 menapak tilasi sejarah Kompi Macan Putih Pahlawan Kemerdekaan di Kasembon Kabupaten Malang, berlangsung khidmat dan sakral, baru-baru ini.

Menariknya, Letda Imam Soeprapto alias Muller Komandan Kompi Macan Putih sejatinya adalah serdadu Belanda berdarah Jerman yang membelot berjuang mempertahankan kemerdekaan Negara Indonesia yang gugur ditembak serdadu Belanda.

“Pertempuran Desa Pait pada tanggal 17 Juli 1949, Kompi Macan Putih mengalami hari nahas. Kompi Macan Putih yang dalam perjalanan ke wilayah Jombang, harus kembali ke Ngantang, karena adanya kabar bahwa Belanda akan menyerang Ngantang dari tiga jurusan (dari Wlingi, Pujon dan Kasembon),” tandas Pembina Upacara Heri Cahyono.

Pria yang akrab disapa Sam HC Owner dan Founder Kalasuba Grup melanjutkan ceritanya.

Dalam perjalanannya, anggota kompi ini tidak bersamaan, ada yang mendahului dan ada yang tertinggal di belakang.

Berbagi apresiasi jasa untuk veteran. (ist)

Beberapa prajurit diberi tanggung jawab untuk menanti kawan mereka yang tertinggal. Salah satu prajurit tersebut adalah Letda Imam Soeprapto.

Mungkin karena kepayahan, Letda. Imam tertidur di sebuah gardu yang terletak di Desa Pait (Kasembon).

Sekitar pukul 03.30 dini hari, pasukan Belanda yang bergerak dari Kasembon memasuki Desa Pait.

Pasukan Belanda yang melihat seorang anggota TNI yang tertidur, langsung menembakkan senjatanya.

Letda Imam gugur seketika. Belum banyak yang mengetahui bahwa Imam Soeprapto memiliki nama asli Muller, serdadu Belanda berdarah Jerman yang membelot berjuang mempertahankan kemerdekaan Negara Indonesia.

Beliau anumerta pada 17 Juli 1949 di Desa Pait, Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang wilayah barat.

Upacara kemerdekaan Republik Indonesia di Coban Kethak Kasembon Kabupaten Malang kembali digelar setelah vakum 2 tahun.

Suasana upacara begitu khidmat, di penghujung upacara, Agus atau Mbah Awe salah satu keluarga veteran kompi Macan Putih bercerita dengan penuh semangat tentang kepahlawanan Imam Soeprapto alias Imam Muller, seorang yang bukan berdarah asli pribumi namun rela berkorban membelot dari pasukan Belanda menjadi Tentara Nasional Indonesia sampai meregang nyawa. 

Kompi Macan Putih merupakan salah satu kompi yang bertugas di wilayah Malang Barat. Kompi Macan Putih dipimpin oleh Kapten Soemadi, beliau adalah tokoh yang menembak mati Muso pimpinan pemberontak PKI th 1948 di Ponorogo.

Upacara Kemerdekaan Republik Indonesia seperti ini terselenggara setiap tahun bertempat di Coban Kethak Kasembon.

Tujuannya untuk merawat ingatan sejarah yang tidak boleh dihilangkan, bahwa di daerah Kasembon Raya, adalah salah satu tempat di mana kompi Macan Putih (Kompi Soemadi/Batalyon Soenandar) pernah bahu-membahu bersama penduduk sekitar bertempur melawan penjajahan Belanda.

Dari peristiwa tersebut banyak sekali terlahir para pahlawan kusuma bangsa yang berasal dari Malang Barat, baik sebagai personil militer ataupun non militer.

“Kewajiban para generasi hari ini mengetahui kisah sejarah para kusuma bangsa yang lahir dari bumi Kasembon khususnya dan umumnya Malang Raya. Wajib kita mengisi ruang kemerdekaan warisan para veteran baik yang telah anumerta maupun yang hari ini turut hadir pada upacara lewat berbagai bidang keahlian. Menjadi pengusaha yang berintegritas, menjadi pejabat yang bermoral, menjadi petani, penggiat seni budaya, aktivis sosial, pekerja, dan sebagainya. Sekecil apapun, di bidang apapun, kita harus terus berorientasi tentang perbaikan dan pemajuan bangsa negara Indonesia. Bisa dilakukan di lingkup kampung, desa, kota atau kabupaten. Merdeka!!!” pekik Pembina Upacara, Sam HC.

Untuk diketahui Peringatan HUT RI ke 77 ini dihadiri oleh veteran dan perwakilan keluarga Kompi Macan Putih, warga Kasembon, Aremania Jokbar, dengan Pembina Upacara pengusaha nasional asal Malang dari Kasembon, Heri Cahyono yang akrab disapa Sam HC (Kalasuba Grup) yang menyediakan fasilitas tempat dan kebutuhan upacara, termasuk berbagi apresiasi jasa bagi veteran.(*/had)

Artikel ini telah dibaca 105 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Satu Komando Hadapi Bencana, Polres Malang Cek Kesiapan Personel dan Peralatan

6 November 2026 - 13:16 WIB

Bantuan Perbaikan Rumah Mulai Mengalir, Warga Tirtoyudo Masih Khawatir Longsor Susulan

6 November 2026 - 12:23 WIB

Antisipasi Gangguan Air, Tugu Tirta Siagakan Tangki Gratis Selama Peremajaan 13 SPAM

6 November 2026 - 11:06 WIB

Laporan 110 Ditindaklanjuti, Polisi Evakuasi Pria Meninggal di Kamar Kos Lowokwaru

5 November 2026 - 21:22 WIB

Perempuan Asal Pagak Meninggal Tertemper KA Dhoho di Sumberpucung

5 November 2026 - 16:07 WIB

Feri Andi Suseko dan Kapolres Batu Perkuat Sinergi, Soroti Penanganan Narkoba di Kalangan Anak

5 November 2026 - 12:52 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !