Jembatani Ilmu Kimia dengan Kebutuhan Masyarakat, Dosen FSTeM UB Berdayakan Warga Dusun Kunci Lewat Pelatihan Analisis Fitokimia Bahan Jamu Herbal - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 28 Jul 2026 13:00 WIB ·

Jembatani Ilmu Kimia dengan Kebutuhan Masyarakat, Dosen FSTeM UB Berdayakan Warga Dusun Kunci Lewat Pelatihan Analisis Fitokimia Bahan Jamu Herbal


 Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Kunci  Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, saat mengikuti pelatihan pengujian fitokimia bahan jamu herbal dari Dosen Departemen Kimia FSTeM UB. (ist) 
Perbesar

Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Kunci Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, saat mengikuti pelatihan pengujian fitokimia bahan jamu herbal dari Dosen Departemen Kimia FSTeM UB. (ist)

BACAMALANG.COM – Dosen Departemen Kimia, Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui penerapan sains yang aplikatif. Salah satunya diwujudkan melalui pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG) tentang analisis fitokimia bahan jamu herbal bagi warga Dusun Kunci, Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, tepatnya Minggu (19/7/2026) tersebut, dipimpin oleh Dr.Sc. Siti Mariyah Ulfa bersama tim dari Laboratorium Kimia Organik Departemen Kimia FSTeM UB, yakni Dr. Moh. Farid Rahman dan Masruri, Ph.D..

Dalam pelatihan yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kandungan fitokimia pada tanaman obat sebagai upaya meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk jamu herbal tersebut, peserta memperoleh materi mengenai berbagai senyawa fitokimia, seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang berperan penting terhadap khasiat tanaman herbal.

Tidak berhenti pada penyampaian teori, peserta yang berasal dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Kunci juga diajak melakukan praktik langsung menguji kandungan senyawa aktif menggunakan metode reagen sederhana yang aman, mudah diaplikasikan, dan dapat diterapkan secara mandiri.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Kimia UB, Dr.Sc. Siti Mariyah Ulfa, menyampaikan, pelatihan ini diharapkan mampu menjembatani ilmu kimia dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas produksi jamu tradisional.

“Kami ingin memberikan edukasi berbasis keilmuan kimia yang dapat diserap dengan mudah oleh masyarakat. Melalui pengujian fitokimia sederhana ini, warga dapat memastikan kualitas serta efektivitas bahan baku herbal yang digunakan untuk jamu tradisional,” ungkapnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Warga aktif berdiskusi sekaligus mempraktikkan teknik analisis bersama tim dosen, sehingga pemahaman mengenai keamanan dan kualitas bahan herbal dapat diterapkan secara langsung dalam proses produksi jamu.

“Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya mempertahankan tradisi meracik jamu secara turun-temurun, tetapi juga memiliki dasar pengetahuan ilmiah untuk menghasilkan produk herbal yang lebih berkualitas, aman, dan memiliki daya saing,” ujar Dr.Sc. Siti Mariyah Ulfa.

Program ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Departemen Kimia FSTeM Universitas Brawijaya dalam menghadirkan inovasi sains yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan pengetahuan masyarakat tentang keamanan jamu herbal, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui transfer ilmu pengetahuan, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan meningkatkan nilai ekonomi produk herbal lokal, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan teknologi tepat guna berbasis kimia, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pemberdayaan potensi desa.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Atria Hotel Hadirkan Venue di Malang dengan Ballroom Kapasitas 1.500 Tamu, Elegan untuk Hari Bahagia Anda

28 Juli 2026 - 12:40 WIB

Tabrak Lari Maut di Kepanjen, Karyawan Toko DIY Tewas Seketika, Polisi Buru Truk Hijau

28 Juli 2026 - 10:18 WIB

Mini Art Malang #7 di MCC Hadirkan 220 Seniman, Tema “AKAR” Ajak Publik Menyelami Identitas dan Memori

28 Juli 2026 - 08:27 WIB

Reses Bersama Komunitas Koperasi Wanita, Dr Sri Untari Perkuat UKM Lewat Pelatihan dan Dorong Transformasi Digital

28 Juli 2026 - 08:14 WIB

DPC PDIP Kabupaten Malang: Refleksi Kudatuli, Menjaga Demokrasi Tetap Bernyawa

28 Juli 2026 - 06:46 WIB

Warga Keluhkan Jalan Jurang Metro Licin Akibat Tumpahan Air Tahu, Sejumlah Pengendara Jatuh

27 Juli 2026 - 16:47 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !