Mini Art Malang #7 di MCC Hadirkan 220 Seniman, Tema "AKAR" Ajak Publik Menyelami Identitas dan Memori - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EVENT & ACARA · 28 Jul 2026 08:27 WIB ·

Mini Art Malang #7 di MCC Hadirkan 220 Seniman, Tema “AKAR” Ajak Publik Menyelami Identitas dan Memori


 Pameran Mini Art Malang (MAM) #7 bertema AKAR di Malang Creative Center (MCC), Kota Malang. (Nedi Putra AW)  Perbesar

Pameran Mini Art Malang (MAM) #7 bertema AKAR di Malang Creative Center (MCC), Kota Malang. (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Mini Art Malang (MAM) #7 kembali menjadi ruang apresiasi seni rupa yang mempertemukan para perupa dan penikmat seni di Malang Creative Center (MCC), Kota Malang. Pameran yang berlangsung pada 17–30 Juli 2026 ini melibatkan ratusan seniman dari berbagai daerah dengan menghadirkan enam zona pameran yang dapat dinikmati masyarakat.

Pameran ini mengangkat tema “AKAR”, mengajak pengunjung menelusuri asal-usul, memori, dan nilai-nilai yang membentuk identitas manusia melalui beragam karya seni rupa. Tema tersebut diterjemahkan para seniman dalam karya dua dimensi maupun tiga dimensi dengan pendekatan realis, abstrak, hingga konseptual.

Hal ini disampaikan kurator pameran, Ahmad Budi Santoso, yang menilai “AKAR” bukan sekadar merujuk pada bagian tumbuhan, melainkan sebagai simbol yang merepresentasikan fondasi kehidupan manusia.

“Akar di sini tidak hanya dimaknai sebagai bagian biologis tanaman, namun lebih kepada metafora tentang sejarah personal, bisa juga tentang asal-usul keluarga, budaya, maaupun ingatan kolektif yang membentuk identitas seseorang,” ujarnya kepada BacaMalang.com belum lama ini.

Kurator yang akrab disapa Leck Budi ini menilai, akar merupakan sumber kehidupan yang membuat pohon mampu tumbuh, meski berada di dalam tanah dan tidak terlihat, namun mampu membuatnya berdiri kokoh, dan berkembang. Menurutnya filosofi inilah yang menggambarkan hubungan erat manusia dengan lingkungan, alam, budaya, serta komunitas tempat mereka bertumbuh.

Leck Budi menuturkan, ada 171 seniman yang mengisi zona utama pameran dengan 172 karya mereka. Masing-masing punya interpretasi yang berbeda dalam memaknai tema “AKAR”, namun isu yang diangkat juga beragam, seperti relasi manusia dengan alam maupun identitas budaya, serta tak ketinggalan dengan kritik-kritik sosialnya.

Berbagai karya seni dua dimensi dan tiga dimensi dalam Mini Art Malang (MAM) #7 yang terdiri dari 6 zona pameran dengan total 220 seniman. (Nedi Putra AW)

Ia menjelaskan, Mini Art Malang #7 yang berlangsung hingga 30 Juli 2026 ini berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, karena juga menghadirkan lima area pameran lainnya, yakni Zona Perupa Muda Jawa Timur, Paviliun Kota Pasuruan, Pameran Tugas Akhir 5 Perguruan Tinggi di Jawa Timur, Pameran Tunggal Happy Wahyudi Firdaus, serta Zona Representasi MTN LAB 2025. Secara keseluruhan, ajang ini melibatkan 220 seniman dari berbagai kota di Jawa Timur, dan sebagian dari berbagai daerah di Indonesia.

“Saya juga bersyukur melihat karya anak-anak muda sekarang. Sebenarnya lebih banyak karya mereka yang dipamerkan di sini, baik itu lukisan maupun seni instalasi, namun akhirnya hanya beberapa saja karena keterbatasan ruang,” tandasnya

Senada dengan Leck Budi, salah seorang pengunjung pameran Dewi juga mengapresiasi karya-karya seni ini. Mahasiswi di salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Malang yang hadir bersama rekannya ini mengaku Mini Art Malang ini unik karena banyak karya yang dihasilkan seniman-seniman muda.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin setiap tahun.

“Hasil karya para mahasiswa di Mini Art Malang yang ke-7 ini ternyata asyik-asyik. Terkadang tidak terpikir mereka sudah punya imajinasi yang luar biasa dan unik,” pungkasnya.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Reses Bersama Komunitas Koperasi Wanita, Dr Sri Untari Perkuat UKM Lewat Pelatihan dan Dorong Transformasi Digital

28 Juli 2026 - 08:14 WIB

DPC PDIP Kabupaten Malang: Refleksi Kudatuli, Menjaga Demokrasi Tetap Bernyawa

28 Juli 2026 - 06:46 WIB

Warga Keluhkan Jalan Jurang Metro Licin Akibat Tumpahan Air Tahu, Sejumlah Pengendara Jatuh

27 Juli 2026 - 16:47 WIB

Dari Uang Jajan yang Tipis Sampai Financial Freedom: Bagaimana Menaklukkan Tiap Fase Finansial Bagi Anak Muda?

27 Juli 2026 - 14:41 WIB

Protes Keras Frasa “Kami Bukan Londo Ireng”, Lintas Organisasi Wartawan Malang Raya Gelar Aksi Damai di Bundaran Tugu Malang

27 Juli 2026 - 14:13 WIB

Insan Pers Malang Raya Gelar Aksi Damai, Desak Presiden Prabowo Minta Maaf atas Sebutan ‘Londo Ireng’

27 Juli 2026 - 12:36 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !