BACAMALANG.COM – Nama Kla Project tidak asing bagi generasi tahun 1980 dan 1990-an. Grup musik yang fenomenal dengan lagu Yogyakarta ini digawangi Katon Bagaskara, Lilo, Adi Adrian dan Ari Burhani. Namun dalam beberapa lagunya, bahkan pada tembang Tentang Kita yang dirilis di awal karir mereka, ada sosok penyanyi wanita yang mengisi dengan suara khasnya.
Ia adalah Fransisca Insani Rahesti, yang namanya begitu identik dengan KLa hingga akhirnya ia lebih dikenal dengan sebutan Sisca Kla Project.
“Sebenarnya saya hanya special guest star saja, tidak termasuk personel tetap KLa Project,” ungkapnya usai mengisi penutupan UMKM Vaganza di gedung Samantha Krida, Rabu (28/9/2022).
Sisca menambahkan, keterlibatannya di KLa Project ini karena pertemanan dengan para personelnya. Ia mengaku sangat senang bisa diajak berperan di grup musik ini, meski tidak bergabung menjadi punggawa tetap.
“Apalagi waktu itu saya kuliah di Malang, jadi kalau rekaman atau manggung harus cari waktu yang tepat bersama mereka,” ujar alumnus Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ini.
Namun kehadiran Sisca benar-benar memberi warna di KLa Project. Suara khasnya bukan hanya sekedar vokal latar, tetapi juga menjadi jiwa dari lagu itu sendiri. Betapa tembang-tembang seperti Tentang Kita, Rentang Asmara, Laguku, maupun Terpurukku Di Sini dan tentu saja Yogyakarta, menjadi memorable dengan sentuhan vokalnya.
Ia pun sempat meluncurkan album solo bertajuk Selamanya pada tahun 1997. Lebih dari tiga dekade berlalu, wanita yang berprofesi sebagai lawyer di Jakarta ini mengaku hubungannya dengan para personel KLa tetap baik-baik saja.
“Saya masih sesekali diundang untuk bergabung mengisi beberapa show mereka maupun undangan lainnya, asal waktunya pas oke saja, karena pada dasarnya menyanyi saat ini hanya hobi saja bagi saya” ujar wanita yang juga kerap menyanyi lagu-lagu rohani ini.
Perkembangan dunia musik yang pesat juga menjadi perhatiannya. Menurut Sisca, teknologi semakin mempermudah para musisi atau penyanyi dibanding pada era ia berkarir bersama KLa.
“Sekarang ada autotune, sementara dahulu kalau suaranya fals, ya rekamannya diulangi,” tukas wanita asli Jakarta ini.
Menurut Sisca dunia musik Indonesia saat ini sudah sangat bagus. Apalagi untuk promosi lagu maupun album sudah dapat memanfaatkan berbagai platform digital yang aksesnya mendunia.
Ia hanya berpesan agar anak-anak muda tetap berkarya sekreatif mungkin di dunia musik. Sisca menyanyikan beberapa lagu saat menutup acara UMKM Vaganza, termasuk Tentang Kita hingga Semoga.
“Tadi saya menyanyi diiringi band dengan anggota anak-anak muda Malang yang hebat-hebat,” pungkasnya. (ned)






















































