Berani Tampil Beda dalam Karya - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

OPINI · 30 Jun 2020 20:19 WIB ·

Berani Tampil Beda dalam Karya


 Berani Tampil Beda dalam Karya Perbesar

BACAMALANG.COM – Beberapa hari dalam sepekan terahir ini, saya intensif ngobrol dengan rekan-rejan jurnalis anggota grup WA Alumni LASMI. Obrolan santai di gubuk saya, di Pakisaji. Topiknya antara lain ihwal karya jurnalistik mereka.

Tentu saja saya senang topik obrolan tersebut. Bagi saya, ngobrol dengan jurnalis-jurnalis muda ibarat “wisata batin”. Terlebih diselingi canda tawa. Sungguh menyenangkan bagi orang seusia saya.

Setelah rekan-rekan jurnalis meninggalkan gubuk saya, kerap saya merenung sendiri. Melakukan kontemplasi (perenungan) seraya bertanya dalam hati, “Nilai manfaat baik seperti apa yang bisa saya berikan kepada rekan-rekan jurnalis ini?”.

Entahlah, saya merasa “bersalah” bila tidak mampu memberikan manfaat positif bagi rekan-rekan jurnalis yang kerap ngobrol dengan saya.

Saya temukan satu jawaban. Rekan-rekan jurnalis anggota grup WA ini harus bisa saya ajak untuk berani tampil beda dalam berkarya jurnalistik.

“Tampil beda” yang saya maksudkan itu tercermin pada hasil karya jurnalistik berbentuk berita (news). Galibnya, berita yang berkarakter khas alumni LASMI.

Obsesi saya, hanya dengan membaca judul berita, khalayak komunikan dengan mudah menjadi tahu bahwa berita tersebut karya jurnalis alumni LASMI. Pasalnya, berciri khas.

Misal, ihwal judul berita. Berciri khas: (1) khas kalimat judul pendek, maksimal delapan kata, (2) khas judul berupa kalimat pasif, (3) khas judul taat asas kata baku, (4) khas judul akurat penulisan kata depan, kata awalan, kata sambung, kata sandang.

Ciri khas berita karya jurnalistik alumni LASMI juga harus nampak nyata di tubuh berita.

Misal, (1) khas lead atau teras berita di alinea pertama merupakan penjabaran dari judul; (2) khas lead berisi maksimal tiga kalimat, (3) khas seluruh tubuh berita menggunakan kalimat-kalimat pendek, maksimal 20 kata per kalimat, (4) khas seluruh tubuh berita menggunakan kalimat aktif, kebalikan dari kalimat judul, (5) khas seluruh tubuh berita mengindahkan kaidah berbahasa jurnalistik: singkat, lugas, logis, taat asas kata baku, mudah dicerna dan enak dibaca.

Itulah obsesi saya. Mungkinkah obsesi tersebut bisa dihadirkan menjadi kenyataan? Saya berpendapat mungkin saja. Tentu dengan syarat: belajar (teoritika) dan berlatih (praktika) secara serius dan berkesinambungan.

Saya pun sampai sekarang masih terus belajar berkarya di media siber yang “dipagari ketat” oleh UU ITE.
Maklumlah, selama puluhan tahun saya berkarya di media massa cetak, “dipagari” KUHPidana. Kala itu UU ITE memang belum lahir.

Sekali lagi, itulah obsesi saya. Semoga bisa terwujud, suatu saat nanti. Entah kapan.

Catatan Redaksi:
Yunanto, alumni Sekolah Tinggi Publisistik – Jakarta.

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Tata Kelola Organisasi Profesi yang Guyub, Rukun, dan Berjiwa Seduluran

4 Oktober 2026 - 00:45 WIB

G30S/PKI dalam Cermin Hukum: Antara Kepastian, Keadilan, dan Impunitas yang Belum Selesai

30 September 2026 - 11:42 WIB

Irisan Perdata dan Pidana dalam Kasus Peralihan Hak atas Tanah dan Gugatan Cerai yang Didasarkan pada KDRT

26 September 2026 - 20:09 WIB

Berani Berproses: Dari Bale GMNI Menuju Panggung Dunia

22 September 2026 - 17:30 WIB

Sound Horeg: Bisnis Besar di Balik Tabir Budaya

22 September 2026 - 17:19 WIB

GMNI Bukan Underbow PKI, Sejarah Harus Dibaca dengan Data

20 September 2026 - 16:39 WIB

Trending di OPINI

©Hak Cipta Dilindungi !