Batik Malangan Sekar Jagad Panca Warna, Perkuat Identitas Budaya dan Ekosistem Kreatif Kota Malang - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EVENT & ACARA · 4 Okt 2026 19:18 WIB ·

Batik Malangan Sekar Jagad Panca Warna, Perkuat Identitas Budaya dan Ekosistem Kreatif Kota Malang


 Fashion Show Sekar Jagad Panca Warna yang merepresentasikan keragaman lima kecamatan di Kota Malang dalam Festival Batik Kota Malang 2026 di Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Minggu (4/10/2026). (Nedi Putra AW)
Perbesar

Fashion Show Sekar Jagad Panca Warna yang merepresentasikan keragaman lima kecamatan di Kota Malang dalam Festival Batik Kota Malang 2026 di Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Minggu (4/10/2026). (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Batik Malangan terus dikembangkan sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus penguatan ekosistem kreatif Kota Malang. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM dalam Festival Batik Kota Malang 2026 di Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Minggu (4/10/2026).

Mengusung tema “Sekar Jagad Panca Warna: Kaya Warna, Ragam Budaya dan Mendunia”, festival tersebut menjadi momentum peluncuran motif baru Sekar Jagad Panca Warna yang merepresentasikan keragaman lima kecamatan di Kota Malang.

Wahyu mengatakan, keberagaman warna dan motif dalam Sekar Jagad Panca Warna menggambarkan karakter serta kekayaan budaya Kota Malang. Setiap kecamatan memiliki ciri khas yang diterjemahkan ke dalam unsur visual batik.

“Secara filosofis, keberagaman warna dalam motif tersebut merepresentasikan karakteristik dan keragaman lima kecamatan yang ada di Kota Malang,” ungkapnya.

Menurut Wahyu, karakter Batik Malangan yang fleksibel dan tidak terikat pakem tradisional secara ketat membuatnya mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Desainnya juga dinilai memiliki daya tarik bagi generasi muda karena dapat dikenakan dalam berbagai suasana, baik formal maupun informal.

Batik Malangan bahkan telah mendapat ruang di tingkat nasional melalui Festival Batik Tiga Kota yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, bersama kota-kota yang dikenal sebagai sentra batik seperti Pekalongan dan Magelang.

Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM (tengah) bersama jajaran Pemkot dan tim dari APBKM, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB), dan Dewan Kesenian Daerah Kota Malang, dalam Festival Batik dan launching Motif Sekar Jagad Panca Warna Kota Malang 2026 di Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Minggu (4/10/2026). (Nedi Putra AW)

“Pengembangan kreativitas tersebut sejalan dengan komitmen Kota Malang dalam memperkuat posisinya sebagai bagian dari jaringan kota kreatif, khususnya di Media Arts,” tegas Wahyu.

Ketua Asosiasi Perajin Batik Kota Malang (APBKM), Isa Wahyudi atau Ki Demang, mengatakan Sekar Jagad Panca Warna dirancang bukan sekadar sebagai karya estetika, tetapi juga media untuk menceritakan identitas Kota Malang.

Motif tersebut mengangkat lima warna yang merepresentasikan Kecamatan Blimbing, Kedungkandang, Sukun, Lowokwaru dan Klojen. Masing-masing wilayah diterjemahkan melalui karakter dan sumber inspirasi yang berbeda, kemudian dipadukan dalam satu kesatuan motif.

“Batik tidak hanya dipandang sebagai kain, tetapi juga sebagai media untuk menceritakan identitas sebuah kota,” ujar Ki Demang.

Ia berharap Sekar Jagad Panca Warna dapat menjadi salah satu motif yang membawa cerita tentang Kota Malang ke tingkat nasional hingga internasional.

Komunitas pelestari budaya dari Malang Raya memeriahkan Festival Batik Kota Malang 2026 di Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Minggu (4/10/2026). (Nedi Putra AW)

Festival Batik Kota Malang 2026 digelar melalui kolaborasi APBKM, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB), dan Dewan Kesenian Daerah Kota Malang. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang perayaan Hari Batik Nasional sekaligus memperkuat ekosistem batik, budaya, kreativitas dan ekonomi masyarakat Kota Malang.

Agenda festival juga diisi dengan launching buku Naskah Akademik Sekar Jagad dari APBKM dan Buku Batik Malangan dari UB, Fashion Show Batik Kota Malang, penampilan Angklung LKS Yayasan Bersama Anak Bangsa, serta berbagai kegiatan lainnya seperti Pameran UMKM Sandang dan Batik Kota Malang, Pameran Lomba Desain Batik Kota Malang, Workshop Membatik Bersama, Main Bareng Roblox Batik Kota Malang yang melibatkan puluhan komunitas pelestari budaya dari Malang Raya.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8 Tiba di Pakis, Tangis Keluarga Pecah

4 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Patroli Berujung Kejar-kejaran, Kasat Lantas Polres Batu Amankan Pengendara Bawa 105 Pil Double L

4 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Nurcholis Sunuyeko Pimpin Y37 2026-2028, Perkuat Program Sosial dan Kepedulian Alumni

4 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Polres Malang Gempur Pekat, Arena Sabung Ayam Dibakar dan 2.826 Botol Miras Disita

4 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Wayang Kulit Kontemporer “Mutiara Kerang Kencana” UB, Tiga Dalang, Cahaya, Kisah Bima dan Laut, serta Karakter Brawijayan

4 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Kekeringan Melanda Pagak, Pemprov Jatim Kirim 10 Ribu Liter Air Bersih

4 Oktober 2026 - 08:54 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !