UB Kembangkan MAGDAS, Teknologi Canggih Pemantauan Perubahan Iklim - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 28 Des 2024 22:53 WIB ·

UB Kembangkan MAGDAS, Teknologi Canggih Pemantauan Perubahan Iklim


 Pakar mitigasi bencana UB, Prof. Sukir Maryanto, menunjukkan lokasi Magnetic Data Acquisition System (Magdas) di Lab UB Cangar, Kota Batu, belum lama ini. (ist) Perbesar

Pakar mitigasi bencana UB, Prof. Sukir Maryanto, menunjukkan lokasi Magnetic Data Acquisition System (Magdas) di Lab UB Cangar, Kota Batu, belum lama ini. (ist)

BACAMALANG.COM – Universitas Brawijaya (UB) menjalin kerja sama strategis dengan lembaga internasional untuk mengembangkan teknologi canggih yang bertujuan memantau perubahan iklim global dan mitigasi bencana alam.

Sistem bertajuk Magnetic Data Acquisition System (Magdas) ini adalah hasil kolaborasi UB bersama International Research Center for Space dan Planetary Environmental Science (i-SPES) dari Kyushu University, Jepang, National Research Institute of Astronomy & Geophysics (NRIAG), Mesir, serta universitas di Malaysia.

Pakar mitigasi bencana UB, Prof. Sukir Maryanto, menyampaikan, stasiun Magdas yang ada di Cangar, Kota Batu, ini akan fokus pada mitigasi gempa tektonik dan vulkanik.

“Pengembangan Magdas terintegrasi dengan jaringan global, memperkuat penelitian dan kolaborasi internasional,” ungkapnya belum lama ini.

Prof. Sukir menyampaikan, proyek ini dimulai Maret 2024 dan melibatkan tim dari Kyushu University dan Mesir. Rencananya, imbuh dia, sensor magnetometer induksi dari Nagoya City University, Jepang, akan dipasang Maret 2025.

“Dua alat baru telah terpasang di Stasiun Cangar, yakni Magnetometer Fluxgate 3D dan sensor seismik,” tambahnya.

Menurut Prof. Sukir, data yang diperoleh akan dipelajari secara intensif untuk mengembangkan ilmu yang menghubungkan fenomena di Bumi dan angkasa.

“Kami berharap Magdas dapat membantu memprediksi dan mitigasi bencana alam, sehingga meningkatkan keselamatan masyarakat,” tandas Prof. Sukir.

Kerja sama ini juga membuka kesempatan bagi mahasiswa UB untuk mengembangkan kemampuan penelitian dan kolaborasi internasional. Saat ini, mahasiswa S2 dari BRIN telah terlibat dalam proyek ini.

Pengembangan Magdas ini menunjukkan komitmen UB dalam mengembangkan teknologi untuk kepentingan masyarakat dan lingkungan, serta memperkuat posisi UB sebagai pusat penelitian dan pengembangan teknologi mutakhir.

Pewarta : Nedi Putra AW

Editor: Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 92 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

DPUPR Mulai Lakukan Revitalisasi Proyek Prioritas Aset Milik Pemkot Batu Senilai 10 Miliar dari APBD 2026

14 Mei 2026 - 15:50 WIB

Motor Petani Raib Digondol Maling di Turen

14 Mei 2026 - 14:11 WIB

150 Relawan Ikuti Pelatihan SAR Laut di Malang Selatan, Perkuat Kesiapsiagaan Pesisir

14 Mei 2026 - 11:38 WIB

Wali Kota Wahyu Hidayat Dorong Duta GENRE Kota Malang Jadi Benteng Remaja di Era Media Sosial

14 Mei 2026 - 11:20 WIB

RDP Dugaan Surat Perdin Palsu Wabup Malang Ricuh, Mendagri Turun Tangan Damaikan Bupati dan Wabup

14 Mei 2026 - 11:04 WIB

Penemuan Dua Ular Besar di Sumberoto Donomulyo Hebohkan Warga

14 Mei 2026 - 10:02 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !