Kemeriahan Megengan dan Nyadran di Kampung Budaya Polowijen - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 1 Mar 2025 13:24 WIB ·

Kemeriahan Megengan dan Nyadran di Kampung Budaya Polowijen


 Arak-arakan Megengan dan Nyadran di Kampung Budaya Polowijen, Jumat (28/2/2025). (KBP untuk BacaMalang.com) Perbesar

Arak-arakan Megengan dan Nyadran di Kampung Budaya Polowijen, Jumat (28/2/2025). (KBP untuk BacaMalang.com)

BACAMALANG.COMn- Megengan dan Nyadran merupakan dan hal yang berbeda, namun dapat dilakukan di bulam Ruwah bulan Jawa. ‘Megengan’ adalah selamatan dengan tujuan memohon keselamatan dan kelancaran berpuasa sambil minta maaf kepada sesama dengan membagikan kue apem dan pisang. Sedangkan ‘Nyadran’ adalah kegiatan ke makam leluhur dengan membersihkan makam dan berdoa agar luluhurnya tenang di alam sana. Megengan dan Nyadran di berbagai tempat umumnya diselenggarakan beberapa hari menjelang puasa. Seperti yang dihelat di Kampung Budaya Polowijen (KBP), satu hari sebelum masuknya bulan puasa, yakni Jumat (28/2/2025).

Megengan dan Nyadran di KBP ini dari tahun ke tahun selalu diikuti dengan sajian tari tadisional dan tari Topeng, karena di sini memang rutin menjadi tempat latihan menari. Setelah tari tradisional acara selamatan/wilujengan Megengan digelar, ang diawali doa oleh Ki Demang, penggagas KBP dengan mengunakan bahasa Jawa. Ia melafalkan mantra kidung Jawa, carokowalik dan kolocokro, yang sebenarnya memberikan makna terhadap ubo rampe cok bakal kembang setaman, tumpeng dan jajan pasar termasuk apem dan pisang.
Kemudian dimulailah arak-arakan yang diikuti puluhan penari dan beberapa warga dengan membawa Topeng Kembang Setaman dan dupa ke makam Mpu Topeng Ki Tjondro Suwono, atau yang biasa di panggil Mbah Reni, yang juga diikuti kakang Mbakyu Cilik Kota Malang Ardam dan Yuki di tengah rintik hujan. Arak-arakan ini dipandu Mbah Karjo, dalang wayang suket dan budayawan Kota Malang yang juga pegiat dolanan anak. Sesampainya di Makam Mbah Reni yang terletak sekitar 150 meter dari KBP, Ki Demang memamaparkan asal usul topeng malang di tahun 1880-an.

“Jadi selain berasal dari berbagai desa di Kabupaten Malang, salah satunya dari Polowijen ini,” ungkap pria bernama asli Isa Wahyudi ini.
Kemudian topeng yang dibawa diletakkan semua diatas makam dan setelah berdoa dilakukan tabur bunga.

Sajian tari tadisional memeriahkan Megengan dan Nyadran di Kampung Budaya Polowijen, Jumat (28/2/2025). (KBP untuk BacaMalang.com)

Kegiatan ini juga dihadiri M. Dwi Cahyono, sejarawan dan arkeolog Malang yang memberikan pemaknaan terhadap Megengan dan Nyadran tersebut. Sementara menurut Ketua Umum Perempuan Bersanggul Nusantara Sany Repriandini yang selalu mengkuti megengan dan nyadran di KBP selama 7 tahun terakhir, di Kota Malang Megengan lengkap dengan seremonial adat Jawa disertai arak-arakan nyadran itu hanya di KBP, selain arak-arakan tumpeng apem di Ki Ageng Gribig.

“Melihat potensi pelestarian ritual dan adat tradisi Jawa yang makin hilang, maka kegiatan seperti ini jangan sampai punah dan perlu diadakan dan dilestarikan,” tandasnya.

Pewarta: Nedi Putra AW
Editor/Publisher: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 94 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Peduli Masyarakat Sambut Idul Adha 1447H, Sinergi JNE dan TIKI Gelar Kurban 30 Sapi dan Berbagi Kepada Anak Yatim dan Disabilitas

28 Mei 2026 - 20:22 WIB

SDN Lowokwaru 2 Gelar Gebyar Talenta Siswa, Libatkan Wali Murid dan 120 Peserta Lomba Mewarnai TK

27 Mei 2026 - 06:33 WIB

Pra Launching Amazing South Malang Jadi Wadah Kreativitas Anak Muda dan Kolaborasi Komunitas

27 Mei 2026 - 00:06 WIB

Transformasi Digital Pendidikan Dasar, Dosen Statistika FSTeM UB Latih Guru SD Sekaran Visualisasi Data dan Generative AI

26 Mei 2026 - 21:30 WIB

Lestarikan Tradisi Leluhur, Selamatan Desa Oro-Oro Ombo 2026 Meriah dengan Pentas Seni hingga Wayang Kulit

26 Mei 2026 - 09:57 WIB

MilkLife Soccer Challenge Malang Seri 2 Bentuk Ekosistem Sepak Bola Putri

24 Mei 2026 - 21:03 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !