BACAMALANG.COM – “Komang” adalah salah satu film Indonesia yang mengisi libur Lebaran 2025. Film yang sebelumnya merupakan sebuah lagu populer berjudul sama ini diangkat dari kisah nyata pasangan Raim Laode dan Komang Ade Widiandari dengan kisah perjalanan cinta melalui rintangan perbedaan agama dan budaya.
Pemutaran film “Komang” di Cinepolis Malang Town Square (Matos) Kota Malang ini menjadi istimewa dengan kehadiran para cast yang muncul di akhir film, Selasa (8/4/2025). Mereka adalah para pendukung utama dari film ini, antara lain Kiesha Alvaro (Raim Laode), Aurora Ribero (Komang Ade), Adzando Davema (Arya), Neneng Risma Wulandari (Ola), serta Raim Laode sendiri yang berperan sebagai Husni. Mereka sangat berterimakasih atas partisipasi masyarakat Malang yang sudah menonton film berdurasi 1 jam 47 menit ini. Bahkan Raim Laode sangat terharu ketika menyapa penonton.
Penyanyi dan pencipta lagu kelahiran 28 April 1994 ini mengungkapkan rasa syukurnya atas raihan 1 juta penonton untuk film besutan Naya Anindita ini. Apalagi usai menyampaikan salam bersama pemeran lainnya, ia menyanyikan sepenggal lagu Komang yang diikuti beramai-ramai oleh para penonton. “Saya sangat terharu, sudah 1 juta orang menyaksikan film atas nama istri tercinta saya ini,” ujarnya sambil menahan tangis.

Para pemeran film “Komang” dari kiri- Kiesha Alvaro, Neneng Risma Wulandari, Adzando Davema, dan Raim Laode saat sesi tanya jawab di Cinepolis Malang Town Square (Matos) Kota Malang, Selasa (8/4/2025). (Nedi Putra AW)
Meski diangkat dari kisah nyata kehidupannya, Laode mengaku adegan dalam film ini tidak 100 persen menggambarkan kejadian sesungguhnya.
“Kita ‘kan bukan bikin film dokumenter, jadi pasti ada adegan-adegan yang dikembangkan,” ungkap pria yang mengawali karirnya sebagai komika ini.
Sementara Kiesha Alvaro mengatakan bahwa salah satu usaha kerasnya adalah berusaha menyesuaikan karakter Raim Laode melalui gaya bicara maupun logatnya. “Namun saya bersyukur karena semua dapat berjalan lancar, karena semua yang kami lakukan dalam film ini merupakan wujud kecintaan kami terhadap Komang itu sendiri,” tandas putra dari musisi Pasha Ungu dan Oki Agustina ini.
Meski demikian, “Komang” tidak terlalu dalam dalam mengupas perbedaan budaya yang terjadi. Beragam konflik dan drama keluarga dikemas sebagai penghias cerita. Selain kisah cinta dua insan berbeda agama dan budaya, film “Komang” juga menyajikan pemandangan indah pantai di Indonesia, khususnya panorama Kota Baubau, kota asal Raim yang berlokasi di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Aurora Ribero dan Kiesha Alvaro cukup berhasil menampilkan identitas masing-masing sebagai perempuan Bali dan pemuda Baubau. Apalagi dialog bahasa Bali di lingkungan rumah Komang membuat adegan terasa natural di pedesaan, dimana penonton tetap dapat mengikuti dengan adanya subtitle berbahasa Indonesia.
Adzando Davema juga cukup mencuri perhatian lewat debutnya sebagai Arya, saingan Raim dalam memperebutkan cinta Komang. Penampilannya yang kalem sebagai pria Bali mampu menutup sosoknya sebagai pelantun lagu-lagu sholawat ini. Sementara beberapa celetukan yang dilontarkan Arie Kriting (Boy Ode,kakak Raim), Oki DM (Ican) dan Ciaxman (Maman) juga cukup membuat film ini menjadi lebih segar.
Pewarta: Nedi Putra AW
Editor/Publisher: Rahmat Mashudi Prayoga




















































