BACAMALANG.COM – Pemerintah Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, menggelar Pawai Budaya sebagai rangkaian peringatan Selamatan Desa Mojorejo 2026 pada bulan Suro, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan yang berlangsung meriah ini menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.
Pawai Budaya merupakan agenda yang digelar setiap dua tahun sekali, tepatnya pada tahun genap. Sementara pada tahun ganjil, Pemerintah Desa Mojorejo menggelar Kirab Tumpeng sebagai bagian dari tradisi Selamatan Desa.
Kepala Desa Mojorejo, Rujito, mengatakan Pawai Budaya menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Selamatan Desa yang bertujuan memperkuat tali silaturahmi serta menjaga semangat gotong royong masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mempererat rasa guyub rukun dan kebersamaan seluruh warga Desa Mojorejo,” ujar Rujito.
Tahun ini, Pawai Budaya diikuti sekitar 35 kontingen dari delapan RW di Desa Mojorejo. Masing-masing kontingen menampilkan beragam seni tradisional, atraksi budaya, serta kreativitas warga melalui kostum dan dekorasi yang memikat perhatian masyarakat.
Menurut Rujito, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan rasa syukur serta memunculkan ide dan semangat baru dalam membangun desa secara bersama-sama.
“Selamatan Desa Mojorejo bukan sekadar tradisi tahunan sebagai ungkapan syukur, tetapi juga menjadi upaya nyata melestarikan budaya lokal agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi muda,” katanya.
Camat Junrejo Apresiasi Pelestarian Budaya
Camat Junrejo, Parman, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Pawai Budaya Selamatan Desa Mojorejo. Ia menilai kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
“Atas nama Pemerintah Kecamatan Junrejo, kami mendukung penuh kegiatan Pawai Budaya ini. Budaya yang dimiliki Desa Mojorejo harus terus dijaga dan dilestarikan agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” tegas Parman.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen menjaga warisan budaya daerah.
“Budaya harus terus diuri-uri dan diwariskan kepada generasi muda agar tetap hidup dan menjadi identitas masyarakat Mojorejo di masa mendatang,” pungkasnya.
Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































