BACAMALANG.COM – Pancake Durian kian bersinar sebagai kuliner lokal yang tak hanya menggoda selera, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Jawa Timur. Di Malang Raya, gerai seperti Happy Durian, Warung Pink, dan Dapur Enhade memikat pelanggan lewat varian rasa yang unik, harga terjangkau, dan bahan Durian segar.
Popularitasnya kini merambah hingga Kediri, Mojokerto, dan Blitar. Gerai Nyonyo Duren, Durian Mojokerto, dan Puri Pancake Durian mencatat rating tinggi serta loyalitas konsumen yang kuat. Produk ditawarkan mulai Rp 10.000 hingga Rp 37.000, menjangkau semua lapisan masyarakat.
Di Kepanjen, tren ini memberi angin segar bagi pelaku UMKM. Pancake Durian hadir sebagai peluang usaha baru yang meningkatkan pendapatan rumah tangga sekaligus memperkuat ekonomi lokal. Dengan balutan warna-warni dan kemasan modern, produk ini menyasar konsumen lintas usia.
Salah satu contoh sukses datang dari Febri Antika Sari, warga Kepanjen, yang memulai usaha pancake Durian dari dapur rumah. “Banyak yang suka karena teksturnya lumer, manisnya pas, dan aroma duriannya kuat. Warna kulit pancake sengaja dibuat cerah agar menarik, khususnya bagi anak-anak,” ujarnya.
Febri menawarkan dua ukuran, yakni kecil seharga Rp 10.000 dan besar Rp 15.000. Dengan layanan pemesanan online dan sistem COD (Cash on Delivery), jangkauan pemasarannya kini semakin luas.
“Usaha ini sangat membantu memenuhi kebutuhan tiga anak saya yang masih sekolah,” ungkapnya. Meski mengantar pesanan sendiri, Febri merasa bangga menjalani usaha mandiri yang halal. Ia berharap mendapat dukungan berupa pelatihan bisnis dan akses modal lunak agar usahanya bisa berkembang.
Fenomena pancake Durian membuktikan bahwa sektor kuliner tidak hanya menghadirkan cita rasa, tapi juga berkontribusi nyata dalam peningkatan kesejahteraan keluarga. Kreativitas warga Kepanjen menempatkan produk rumahan ke level profesional dan layak bersaing.
Dengan dukungan pemerintah maupun sektor swasta, Kepanjen punya peluang besar menjadi pusat kuliner kreatif di Jawa Timur—memadukan rasa, budaya, dan semangat kewirausahaan untuk memperkuat ekonomi lokal.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor Publisher: Rahmat Mashudi Prayoga





















































