BACAMALANG.COM – Di tengah pesatnya urbanisasi, kebutuhan akan ruang hijau dan ketahanan pangan menjadi tantangan serius di kawasan perkotaan. Konsep urban farming atau pertanian perkotaan pun menjadi solusi yang kian relevan, termasuk yang diterapkan di Kampung Semar, Kota Malang. Berlokasi di Jalan Teluk Pelabuhan Ratu RT 06 RW 02, Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kampung Semar berkembang menjadi kawasan pertanian urban berbasis masyarakat dengan memanfaatkan lahan kosong seluas kurang lebih dua hektare.
Ketua PKK setempat, Nurul Wahyuni, menjelaskan bahwa transformasi Kampung Semar bermula dari keberhasilan meraih Juara 1 Lomba Urban Farming yang diselenggarakan Pemerintah Kota Malang pada 2022. Sejak saat itu, pengembangan terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk pendamping dari kalangan praktisi dan pegiat lingkungan.
“Awalnya kami didampingi beberapa mentor, mulai dari praktisi pertanian hingga pegiat lingkungan seperti pak Bambang Irianto, penggagas program Glintung Go Green,” ujarnya saat menerima kunjungan rombongan dari Kabupaten Ponorogo, Selasa (14/4/2026).

Nurul Wahyuni, Ketua PKK RT 06 RW 02 Kampung Semar (kiri), saat memandu rombongan dari Desa Ngunut, Ponorogo di Kampung Semar, Arjosari, Selasa (14/4/2026). (Nedi Putra AW)
Kini, Kampung Semar bertransformasi dari kawasan padat menjadi kampung hijau berbasis konservasi air dan ketahanan pangan. Warga mengelola berbagai komoditas pertanian seperti singkong, sawi, jeruk, markisa, bayam, hingga sawi pokcoy.
Tak hanya itu, pengembangan sektor ekonomi juga berjalan melalui pembentukan 38 pelaku UMKM yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal. Produk hasil olahan diprioritaskan untuk kebutuhan warga sebelum dipasarkan ke masyarakat luas. Secara demografis, Kampung Semar dihuni oleh 124 kepala keluarga dengan total 374 jiwa. Program pemberdayaan difokuskan pada keluarga urban, institusi pendidikan, komunitas lingkungan, hingga relawan sosial.
Sebagai upaya memperkuat interaksi ekonomi dan sosial, Kampung Semar rutin menggelar Pasar Pagi Minggu Semar setiap pekan kedua, serta agenda tahunan Pasar Semar Tempo Doeloe yang dijadwalkan kembali berlangsung pada Mei mendatang.
“Kami tidak hanya menjual produk, tetapi juga membuka ruang edukasi dan kolaborasi. Kampung ini menjadi tempat belajar tentang pertanian urban, pengelolaan lingkungan dan sampah, serta nilai sosial masyarakat,” jelas Nurul.
Sementara itu, pegiat lingkungan Bambang Irianto menegaskan bahwa keberhasilan Kampung Semar tidak lepas dari peran aktif masyarakat.
“Kunci utama ada pada perubahan pola pikir dan gotong royong warga. Leadership di tingkat lokal sangat menentukan keberhasilan program seperti ini,” ujar peraih Kalpataru tahun 2018 ini.
Kampung Semar sendiri merupakan akronim dari “Senang Menanam Ramai-ramai”, yang mencerminkan semangat kolektif warga dalam mengelola lingkungan secara berkelanjutan.

Pegiat lingkungan Bambang Irianto saat paparan di depan tamu dari Desa Ngunut, Ponorogo bersama Yayasan Menabung Air Maesa Group di Kampung Semar, Arjosari, Selasa (14/4/2026). (Nedi Putra AW)
Sejumlah prestasi pun telah diraih, di antaranya Juara 1 Lomba Hatinya PKK Kelurahan Arjosari, Juara 2 Urban Farming dan Budikdamber Kota Malang 2024, serta berbagai penghargaan dari institusi nasional maupun internasional.
Ke depan, Kampung Semar ditargetkan dapat berpartisipasi dalam program ProKlim Lestari dan meraih penghargaan Kalpataru.
Sebagai destinasi wisata edukatif, Kampung Semar juga rutin menerima kunjungan dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga komunitas. Salah satunya rombongan dari Desa Ngunut, Ponorogo.
Perwakilan Yayasan Menabung Air Maesa Group, Andi Widodo, menyebut kunjungan tersebut sebagai bagian dari program pembelajaran berbasis praktik lapangan.
“Kami berharap ilmu yang didapat di sini bisa diterapkan di Desa Ngunut untuk pengembangan desa wisata berbasis konservasi air,” ujarnya.
Dengan pendekatan berbasis komunitas, Kampung Semar kini tidak hanya menjadi ruang hijau di tengah kota, tetapi juga model pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial secara berkelanjutan.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW




















































