BACAMALANG.COM – Setelah sempat terdampak kelangkaan LPG pada awal pekan lalu, pelaku UMKM di Kepanjen, Kabupaten Malang, kini mulai bernapas lega. Pasokan LPG 3 kilogram berangsur normal setelah PT Pertamina Patra Niaga menyalurkan tambahan 36 ribu tabung atau sekitar 30 persen dari alokasi normal untuk wilayah Kabupaten Malang.
Fitri Astutik, penjual gorengan di Kepanjen yang juga pengecer LPG 3 kilogram (melon), mengaku pasokan mulai membaik meski belum sepenuhnya stabil. “Alhamdulillah meski perlahan, pasokan LPG mulai lancar,” ujarnya kepada Bacamalang.com, Sabtu (18/4/2026).
Ia menjelaskan, pada Senin (13/4/2026) menerima 40 tabung dari pemasok utama serta tambahan 18 tabung dari pemasok kedua. Kemudian pada Selasa (15/4/2026), pasokan kembali datang sehingga kebutuhan harian sebanyak 10 tabung untuk operasional dapat terpenuhi.
Meski pasokan mulai tersedia, Fitri tetap melakukan penyesuaian dengan menurunkan produksi gorengan hingga 25 persen. Di sisi lain, ia menerapkan strategi menaikkan harga dari Rp700 menjadi Rp1.000 per potong, sekaligus memperbesar ukuran produk.
“Harga kita naikkan sekitar 45 persen, ukuran juga lebih besar. Alhamdulillah omzet justru naik sekitar 10 sampai 12 persen,” ungkapnya.
Kondisi ini menunjukkan kemampuan adaptasi pelaku UMKM dalam menghadapi krisis pasokan energi. Penyesuaian harga dan ukuran produk menjadi strategi efektif untuk menjaga keberlangsungan usaha, sekaligus mempertahankan minat konsumen terhadap gorengan sebagai makanan rakyat.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































