HUT ke-44 KPJ, Anto Baret Soroti “Omong Kosong” Pemimpin dan Tegaskan Solidaritas Persaudaraan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 3 Mei 2026 01:10 WIB ·

HUT ke-44 KPJ, Anto Baret Soroti “Omong Kosong” Pemimpin dan Tegaskan Solidaritas Persaudaraan


 Penampilan Perbesar

Penampilan "Sketsa Jalanan" di HUT KPJ ke-44. (yog)

BACAMALANG.COM – Momentum Hari Ulang Tahun ke-44 Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) dimaknai bukan sekadar seremoni, tetapi juga ruang refleksi sosial dan kebangsaan. Presiden KPJ, Anto Baret, menyoroti fenomena “omong kosong” yang dinilai semakin terasa dalam kehidupan masyarakat, terutama ketika keluar dari ucapan para pemimpin.

‎Menurutnya, terdapat dua dimensi “omong kosong” dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, omong kosong yang tidak merugikan, yakni obrolan santai atau gurauan yang tetap menjaga perasaan orang lain dan tidak menyakiti lawan bicara.

‎Namun, ia menilai persoalan menjadi serius ketika “omong kosong” datang dari pemimpin yang ucapannya tidak sejalan dengan realita maupun implementasi kebijakan. “Kalau pemimpin omongannya sudah tidak bisa dipegang, harapan rakyat jelata untuk merasakan kemerdekaan yang sebenarnya itu sulit,” ujar Anto Baret.

‎Ia mengkritik sejumlah program yang dinilai dipaksakan, padahal menurutnya sudah ada payung hukum lain yang lebih tepat sasaran. Salah satu contoh yang disoroti adalah pemenuhan hak pendidikan anak melalui sekolah gratis yang dianggap lebih relevan sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak dibanding program makan gratis yang disebut belum memiliki dasar hukum kuat.

‎Anto juga menilai ketidaksinkronan kebijakan berdampak luas, mulai dari penggunaan keuangan negara yang tidak tepat guna hingga menyangkut harga diri bangsa. “Bukan hanya soal reputasi pribadi pemimpin, tetapi martabat bangsa juga dipertaruhkan,” tegasnya.

‎Ia mengingatkan bahwa pemimpin seharusnya tidak anti kritik, terutama ketika masyarakat menyampaikan kondisi nyata tentang penderitaan rakyat dan janji-janji kampanye yang belum terealisasi bagi masyarakat kecil.

‎Di usia KPJ yang ke-44 tahun, Anto berharap organisasinya tetap berpijak pada nilai kepedulian, kebersamaan, dan persaudaraan. Baginya, KPJ tidak harus mengejar prestasi besar secara formal, tetapi lebih penting menjaga solidaritas antaranggota.

‎Ia juga menjadikan konsep “omong kosong” sebagai pengingat internal bagi seluruh anggota KPJ agar tidak terjerumus dalam tindakan kriminal, tidak memicu konflik antar saudara, serta terus membangun persaudaraan yang tulus. “KPJ harus semakin solid. Persaudaraan itu harus benar-benar menyentuh sampai ke relung hati,” pungkasnya.

‎Pewarta/Editor : Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Inspiratif, Siswa SMPN 2 Pakisaji Terbitkan 5 Buku Orisinal Hasil Karya Sendiri

3 Mei 2026 - 07:36 WIB

Kelas Jurnal Ayaskara Antar 25 Mahasiswa Raih Cumlaude dan Publikasi SINTA 4

2 Mei 2026 - 23:11 WIB

Disnaker Probolinggo Fasilitasi Perundingan Tripartit, Kuasa Hukum Pekerja Soroti PHK Sepihak

2 Mei 2026 - 14:33 WIB

Hardiknas 2026, Rektor UMM Tegaskan Kampus Harus Jadi Pusat Solusi dan Inkubator Talenta

2 Mei 2026 - 14:25 WIB

BMKG Rilis Laporan April, 705 Gempa Guncang Jatim

2 Mei 2026 - 10:59 WIB

Sam HC Jelajahi Dunia Naik Motor, Siap Taklukkan Jalur Konflik

1 Mei 2026 - 14:32 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !