BACAMALANG.COM – Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana atau MOSIPENA milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur terus bergerak mengedukasi masyarakat tentang mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Kali ini, MOSIPENA hadir di MI Maarif 04 Tamanharjo, Singosari, Kabupaten Malang, belum lama ini.
Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Malang berkolaborasi mendukung kegiatan Sosialisasi Penanggulangan Bencana “Belajar Siaga Bersama Mosipena”. Kegiatan diikuti sekitar 169 siswa MI Maarif 04 Tamanharjo.
MOSIPENA merupakan unit kendaraan khusus BPBD yang difungsikan untuk sosialisasi edukasi kebencanaan secara keliling. Mobil ini dilengkapi videotron untuk trauma healing, perpustakaan buku-buku kebencanaan, layar sentuh interaktif, dan sistem suara. Bersifat mobile, MOSIPENA dirancang mandiri dengan genset sendiri sehingga dapat menjangkau sekolah-sekolah di pelosok hingga perkotaan, mulai tingkat SD sampai SMA, komunitas, hingga masyarakat umum.
Serangkaian kegiatan di MI Maarif 04 Tamanharjo meliputi pengenalan jenis-jenis bencana, simulasi evakuasi, hingga edukasi interaktif melalui media yang ada di dalam MOSIPENA. Siswa tampak antusias mengikuti materi yang dikemas menarik dan mudah dipahami.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Malang, Zainuddin, mengatakan MOSIPENA menjadi salah satu alat bantu efektif BPBD dalam mengurangi risiko bencana. “Tujuan utama MOSIPENA adalah memberikan pemahaman mitigasi bencana sejak dini dan meningkatkan kesadaran masyarakat di wilayah rawan bencana,” ujarnya.
Zainuddin menambahkan, tugas Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan adalah mengoordinasikan mitigasi, pencegahan, kesiapsiagaan, serta pemberdayaan masyarakat terkait bencana. Kolaborasi ini, dinilai penting untuk memperkuat kapasitas manajemen bencana hingga tingkat desa dan sekolah.
Dengan pendekatan keliling yang interaktif, MOSIPENA diharapkan mampu menumbuhkan budaya sadar bencana sejak usia sekolah sekaligus mempercepat penyebaran informasi kebencanaan secara merata di Kabupaten Malang.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































