BACAMALANG.COM – Di pesisir Pantai Bajulmati, Malang Selatan, setiap telur penyu yang berhasil menetas dan kembali ke laut menjadi simbol harapan baru bagi kelestarian ekosistem pesisir. Harapan itu terus dijaga oleh Yayasan Konservasi Penyu Jawa Timur (YKP Jatim) melalui Program Mitra Konservasi, sebuah gerakan kolaboratif untuk melindungi penyu dan menjaga keberlanjutan laut Jawa Timur.
Ketua YKP Jatim sekaligus pendiri Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC), Sutari, menjelaskan bahwa yayasan tersebut resmi berdiri pada 2022, namun aktivitas konservasi telah berjalan sejak 2009 melalui BSTC. Fokus utama mereka meliputi pelestarian penyu, konservasi mangrove, hingga pemberdayaan masyarakat pesisir agar dapat hidup berdampingan dengan alam secara berkelanjutan.
Berbagai upaya dilakukan, mulai dari patroli pantai, relokasi sarang penyu, inkubasi telur, hingga pelepasliaran tukik ke habitat aslinya. Seluruh proses dilakukan dengan perawatan intensif selama sekitar 65 hari.
Program Mitra Konservasi hadir sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat luas agar pelestarian alam tidak menjadi tanggung jawab segelintir pihak saja. Lewat skema kolaboratif ini, individu, komunitas, hingga instansi dapat ikut mendukung operasional penyelamatan satu sarang penyu, mulai dari patroli hingga tukik dilepas kembali ke laut.
“Konservasi bukan soal jumlah besar. Jejak kecil hari ini membawa harapan baru bagi kehidupan laut esok nanti. Saat satu sarang terselamatkan, artinya ratusan tukik punya kesempatan hidup,” ujar Sutari.
Tak hanya berdonasi, para mitra juga diberi kesempatan terlibat langsung dalam proses pelepasliaran tukik. Momen tersebut menjadi pengalaman edukatif sekaligus pengingat bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama demi generasi mendatang.
Dana yang terkumpul dari program ini digunakan untuk mendukung patroli pantai, perawatan telur dan tukik, kebersihan kawasan pesisir, pembibitan mangrove, hingga kegiatan edukasi lingkungan melalui Sekolah Alam. Seluruh pengelolaan dana dilakukan secara transparan dan akuntabel sesuai aturan yayasan dan ketentuan perundang-undangan.
“Lestarinya penyu hari ini adalah terjaganya kehidupan laut untuk generasi mendatang,” tambahnya.
Program Mitra Konservasi terbuka bagi siapa saja, baik perseorangan, komunitas, maupun perusahaan, tanpa batasan jumlah anggota dalam satu kelompok. Setiap dukungan yang diberikan diyakini menjadi langkah nyata menuju laut yang lebih lestari.
Informasi dan konsultasi terkait Program Mitra Konservasi dapat menghubungi Humas YKP Jatim di nomor 0812-4987-6755 atau melalui Instagram @bstc.bajulmati.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































