Kurban Presiden Pakai Dana APBN Viral, Akademisi IAI Sunan Kalijogo Malang Ruwiyanto: “Ibadah Jangan Dibebankan kepada Pajak Rakyat” - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 28 Mei 2026 08:37 WIB ·

Kurban Presiden Pakai Dana APBN Viral, Akademisi IAI Sunan Kalijogo Malang Ruwiyanto: “Ibadah Jangan Dibebankan kepada Pajak Rakyat”


 Sapi kurban Presiden Prabowo Subianto tiba di masjid Al Akbar Surabaya. (ist) Perbesar

Sapi kurban Presiden Prabowo Subianto tiba di masjid Al Akbar Surabaya. (ist)

BACAMALANG.COM – Viralnya kabar mengenai pelaksanaan kurban Presiden yang disebut menggunakan dana APBN menuai gelombang kritik dari berbagai kalangan. Di tengah polemik tersebut, dosen Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang, Ruwiyanto, menyampaikan kritik tajam terhadap penggunaan uang negara untuk kepentingan ibadah kurban.

Menurut Ruwiyanto, kurban merupakan ibadah personal yang secara syariat diperuntukkan bagi individu yang mampu secara ekonomi, bukan kewajiban negara yang harus dibebankan kepada rakyat melalui pajak.

“Esensi kurban itu ibadah mandiri dan bentuk pengorbanan pribadi. Sangat tidak tepat jika kemudian biaya kurban justru diambil dari APBN yang sumbernya berasal dari pajak rakyat,” tegasnya, Kamis (28/5/2026).

Ia menilai penggunaan anggaran negara untuk kegiatan kurban berpotensi melukai rasa keadilan masyarakat, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Banyak rakyat masih berjuang memenuhi kebutuhan pokok, sementara negara justru dinilai menggunakan uang publik untuk aktivitas yang seharusnya menjadi tanggung jawab pribadi pejabat.

“Rakyat membayar pajak untuk pendidikan, kesehatan, perbaikan ekonomi, pembangunan desa, dan kesejahteraan umum. Bukan untuk membiayai pencitraan religius pejabat negara,” ujar Ruwiyanto.

Menurutnya, jika seorang pemimpin ingin menunjukkan keteladanan berkurban, maka semestinya dilakukan menggunakan harta pribadi, bukan fasilitas negara. Sebab, kata dia, nilai moral dari ibadah kurban justru terletak pada keikhlasan berkorban dari milik sendiri.

“Ironis jika simbol pengorbanan malah dibiayai uang rakyat. Di mana letak nilai pengorbanannya jika sumber dananya bukan dari kantong pribadi?” tambahnya.

Ruwiyanto juga mengingatkan bahwa pencampuran antara simbol ibadah dan anggaran negara dapat memunculkan persepsi buruk di tengah masyarakat. Negara, menurutnya, harus berhati-hati agar tidak terkesan menggunakan agama sebagai instrumen legitimasi politik maupun pencitraan kekuasaan.

Ia menegaskan kritik tersebut bukan bentuk penolakan terhadap ibadah kurban, melainkan kritik terhadap cara dan sumber pendanaannya.

Dalam negara demokrasi, kata dia, penggunaan APBN harus transparan, rasional, dan benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat luas.

“Jangan sampai rakyat dipaksa ikut menanggung ibadah elite kekuasaan melalui pajak. Ibadah adalah urusan keikhlasan pribadi, bukan beban kolektif masyarakat,” pungkasnya.

Pewarta : Hadi Triswanto
Editor : Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

UMM Terapkan Kurban Go Green, Ribuan Paket Daging Dibagikan dengan Besek hingga Didistribusikan ke Luar Jawa

27 Mei 2026 - 16:52 WIB

Gempa M 5,1 Guncang Tenggara Jember, Getaran Terasa hingga Malang

26 Mei 2026 - 16:47 WIB

125 Pasangan Ikuti Edukasi Teknologi Bayi Tabung di HUT ke-28 Morula IVF, Antusiasme Meningkat Tajam

25 Mei 2026 - 12:36 WIB

ITSK Soepraoen Malang Siapkan Lulusan Kompeten dan Siap Kerja Lewat Pendidikan Berbasis Profesi

23 Mei 2026 - 13:12 WIB

Rakernis Humas Polda Jatim 2026: Perangi Hoaks dan Perkuat Kepercayaan Publik di Era AI

21 Mei 2026 - 16:36 WIB

Akademisi IAI Sunan Kalijogo Malang Latih Batik Ciprat Siswa SMA NU Pakis

21 Mei 2026 - 15:15 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !