125 Pasangan Ikuti Edukasi Teknologi Bayi Tabung di HUT ke-28 Morula IVF, Antusiasme Meningkat Tajam - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 25 Mei 2026 12:36 WIB ·

125 Pasangan Ikuti Edukasi Teknologi Bayi Tabung di HUT ke-28 Morula IVF, Antusiasme Meningkat Tajam


 Sejumlah narasumber dalam peringatan HUT ke-28 Morula IVF, yakni dr. Maya Devi Arifiandi, Sp.OG, Subsp.FER; dr. Benediktus Arifin, MPH, Sp.OG(K), FICS, FIICOG, FESICOG; Prof. Dr. dr. Budi Santoso, Sp.OG, Subsp.FER; dr. Achmad Rheza, Sp.OG, Subsp.FER; serta Dr. dr. I Wayan Arsana, Sp.OG, Subsp.FER. (Rohim Alfarizi) Perbesar

Sejumlah narasumber dalam peringatan HUT ke-28 Morula IVF, yakni dr. Maya Devi Arifiandi, Sp.OG, Subsp.FER; dr. Benediktus Arifin, MPH, Sp.OG(K), FICS, FIICOG, FESICOG; Prof. Dr. dr. Budi Santoso, Sp.OG, Subsp.FER; dr. Achmad Rheza, Sp.OG, Subsp.FER; serta Dr. dr. I Wayan Arsana, Sp.OG, Subsp.FER. (Rohim Alfarizi)

BACAMALANG.COM – Memperingati hari jadinya yang ke-28, Morula IVF menggelar kegiatan “Goes To Malang” di Hotel Savana Kota Malang, Minggu (24/5/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Morula IVF Surabaya ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya layanan fertilitas terpadu guna membantu pasangan memperoleh keturunan.

Acara tersebut menjadi wadah edukasi sekaligus konsultasi mengenai berbagai persoalan kesuburan yang masih belum banyak dipahami masyarakat.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni dr. Maya Devi Arifiandi, Sp.OG, Subsp.FER, dr. Benediktus Arifin, MPH, Sp.OG(K), FICS, FIICOG, FESICOG, Prof. Dr. dr. Budi Santoso, Sp.OG, Subsp.FER, serta dr. Achmad Rheza, Sp.OG, Subsp.FER, dengan moderator Dr. dr. I Wayan Arsana, Sp.OG, Subsp.FER.

Sebanyak 125 pasangan hadir mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan edukasi mengenai perkembangan teknologi program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF), pemahaman tentang berbagai penyebab infertilitas, hingga kisah perjuangan pasien yang berhasil memperoleh buah hati.

Prof. Dr. dr. Budi Santoso, Sp.OG, Subsp.FER mengatakan, jumlah pasangan usia subur di wilayah Malang Raya diperkirakan mencapai sekitar 450 ribu pasangan. Dari jumlah tersebut, sekitar 10 hingga 12 persen diperkirakan mengalami persoalan infertilitas.

“Kalau angka infertilitas itu 10 sampai 12 persen, maka ada sekitar 22 ribu sampai 36 ribu pasangan usia subur yang memerlukan bantuan supaya hamil,” ujarnya.

Menurutnya, masih banyak pasangan yang belum menyadari pentingnya penanganan gangguan kesuburan sejak dini. Padahal, proses penanganannya dilakukan secara bertahap, mulai dari pengaturan waktu hubungan suami istri, terapi obat, laparoskopi, inseminasi, hingga program bayi tabung.

“Kami dari Morula hadir untuk memberikan solusi sekaligus pencerahan bagaimana penanganan masalah kesuburan itu dilakukan,” jelasnya.

Prof. Budi menilai Malang Raya memiliki potensi besar untuk pengembangan layanan fertilitas karena kebutuhan penanganan infertilitas dinilai cukup tinggi.

“Jumlah masalah infertilitas cukup banyak, dan di Malang belum ada. Mudah-mudahan ke depan Malang yang sudah cukup besar ini bisa memiliki pusat bayi tabung,” terangnya.

Sementara itu, dr. Benediktus Arifin, MPH., Sp.OG(K), FICS, FIICOG, FESICOG mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan edukasi tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pesertanya hampir dua kali lipat. Bahkan melebihi kuota yang ada, sehingga kemungkinan nanti akan ada agenda lanjutan. Di kegiatan hari ini ada 125 pasangan yang ikut, dibanding tahun lalu hanya 50 pasangan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan saat ini adalah masih adanya anggapan bahwa program memiliki anak bukan menjadi prioritas bagi sebagian pasangan muda. Di sisi lain, angka Total Fertility Rate (TFR) berdasarkan data BPS di sejumlah kota besar, termasuk Malang, justru menunjukkan tren menurun.

“TFR di Malang sekitar 1,8 sampai 1,9. Artinya rata-rata pasangan memiliki anak kurang dari dua. Ini menunjukkan semakin banyak orang yang mengalami kesulitan untuk memiliki anak lebih dari satu,” bebernya.

Selain itu, perubahan pola hidup modern juga disebut menjadi faktor yang memengaruhi tingkat kesuburan. Penundaan usia menikah, tuntutan pendidikan, kondisi ekonomi, hingga gaya hidup disebut berdampak terhadap penurunan fertilitas.

“Lifestyle, nutrisi, pendidikan, ekonomi, sampai keputusan menunda memiliki anak juga berpengaruh. Padahal semakin bertambah usia wanita maupun pria, angka fertilitas juga akan semakin menurun,” terangnya.

Melalui kegiatan ini, Morula IVF Indonesia juga memperkenalkan berbagai teknologi fertilitas terkini yang dimiliki, termasuk layanan bayi tabung dengan teknologi yang disebut telah berkembang dan setara dengan fasilitas di luar negeri.

Pewarta : Rohim Alfarizi
Editor : Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

ITSK Soepraoen Malang Siapkan Lulusan Kompeten dan Siap Kerja Lewat Pendidikan Berbasis Profesi

23 Mei 2026 - 13:12 WIB

Rakernis Humas Polda Jatim 2026: Perangi Hoaks dan Perkuat Kepercayaan Publik di Era AI

21 Mei 2026 - 16:36 WIB

Akademisi IAI Sunan Kalijogo Malang Latih Batik Ciprat Siswa SMA NU Pakis

21 Mei 2026 - 15:15 WIB

Dr Sri Untari Apresiasi Pelepasan 3.000 Lulusan SMK Jatim Kerja ke Luar Negeri di Momentum Harkitnas

20 Mei 2026 - 21:34 WIB

PWI Pusat Rombak Kepengurusan, Marthen Selamet Susanto Resmi Jabat Sekjen

19 Mei 2026 - 19:05 WIB

Harkitnas 2026: Anak Jadi Korban dan Pelaku Kejahatan, Integritas Hukum Malang Raya Diuji

19 Mei 2026 - 17:40 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !