BACAMALANG.COM – Dosen multitalenta dari Institut Agama Islam (IAI) Sunan Kalijogo Malang, Ruwiyanto, memberikan pelatihan keterampilan Batik Ciprat kepada siswa dan guru SMA NU Pakis Malang, Senin (18/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti puluhan siswa bersama tenaga pendidik dengan antusias tinggi. Dalam pelatihan itu, peserta mendapatkan materi membatik ciprat mulai dari tingkat dasar hingga lanjutan dengan kombinasi berbagai warna.
Tidak hanya teori, para peserta juga langsung mempraktikkan pembuatan motif Batik Ciprat menggunakan teknik khusus yang dikembangkan secara kreatif.
Ruwiyanto menjelaskan, proses membatik membutuhkan ketelitian serta pemilihan lokasi yang tepat agar hasil warna lebih maksimal. Menurutnya, lokasi terbaik untuk membatik adalah tempat yang teduh dan tidak terkena paparan sinar matahari langsung.
“Lokasi membatik yang baik adalah di tempat teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung. Dengan cara tersebut hasil batik akan lebih bagus dan warna yang dihasilkan menjadi lebih tajam,” jelasnya.
Pria yang juga dikenal sebagai instruktur Batik Ciprat Nasional Kementerian Sosial RI itu menambahkan, dalam pelatihan tersebut dirinya memperkenalkan teknik Batik Ciprat Sapu Kalijogo.
Ia menyebut teknik tersebut merupakan hasil inovasi yang saat ini tengah diajukan untuk memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Menurutnya, inovasi Batik Ciprat Sapu Kalijogo hadir sebagai upaya mengembangkan seni batik yang lebih mudah dipelajari, namun tetap memiliki nilai estetika tinggi. Selain itu, metode tersebut diharapkan mampu menjadi keterampilan produktif bagi kalangan pelajar.
Sementara itu, Kaprodi Ekonomi Syariah IAI Sunan Kalijogo Malang, Meyla Nur Vita Sari, mengatakan kegiatan membatik tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
“Kami hadir bersama beberapa mahasiswa karena melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang kebetulan lokasinya di SMA NU Pakis,” tuturnya.
Kepala SMA NU Pakis Malang, Nanik Nurhayati, turut mengapresiasi pelatihan keterampilan yang diberikan kepada siswa dan guru di sekolahnya.
Ia menilai kegiatan tersebut sangat positif karena mampu menambah wawasan serta keterampilan siswa di bidang seni dan kreativitas. Dengan adanya pelatihan Batik Ciprat, para siswa diharapkan memiliki keterampilan tambahan yang bernilai ekonomi dan dapat dikembangkan di masa depan.
“Kami sangat mengapresiasi pelatihan ini karena dapat menambah karya dan keterampilan siswa. Harapannya ke depan siswa memiliki kemampuan tambahan yang bisa menjadi produk kreatif dan bermanfaat,” ungkapnya.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga


























































