Wisata Edukasi Kampung Kopi Sumberdem, dan Geliat Kemandirian Warga - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

KULWIS · 21 Okt 2020 16:20 WIB ·

Wisata Edukasi Kampung Kopi Sumberdem, dan Geliat Kemandirian Warga


 Wisata Edukasi Kampung Kopi Sumberdem, dan Geliat Kemandirian Warga Perbesar

BACAMALANG.COM – Kawasan Kabupaten Malang mempunyai banyak potensi perkebunan yang layak dimaksimalkan untuk mensejahterakan warga.

Salah satunya adalah Kampung Kopi Sumberdem yang berada di Desa Sumberdem Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang.

“Alhamdulillah sampai sekarang Kami bertahan menjalankan usaha pengolahan kopi. Kami memberikan edukasi, mulai pembibitan sampai produk dari kopi,” tandas Ketua Pokmas/Penanggung Jawab Kampoengkopi Sumberdem, Sukadianto, Selasa (20/10/2020)

Mayoritas Petani Kopi

Sukadianto mengungkapkan, pencanangan Kampoeng kopi dilakukan pada Desember 2019. Pihaknya memberikan pemberdayaan masyarakat dalam wisata edukasi pengolahan kopi. Mayoritas penduduk 90% nya adalah Petani Kopi.

Pria yang juga perangkat desa ini berharap agar wisata edukasi ini dapat mengangkat perekonomian warga.

“Dengan mengolah hasil panen sendiri dan menjualnya dalam bentuk produk. Sehingga harga jual kopi menjadi lebih tinggi, dan masyarakat bisa diberdayakan melalui UMKM,” jelas Sukadianto.

Kopi Robusta

Dalam pengolahan kopi masyarakat sekitar yang dikerjakan secara manual, mereka juga menggunakan tungku untuk meningkatkan kualitas rasa serta kealamian hasil olahan mereka. Ada beberapa jenis kopi yang mereka hasilkan, namun mayoritas adalah kopi jenis Robusta.

“Ada juga varietas, seperti Excelsa, Liberica juga Arabica,” papar Sukadianto.

Untuk percepatan kemajuan usaha Kopi ini, Kampoengkopi sudah membentuk BUMDES (Badan Usaha Milik Desa).

Namun belum menyentuh ke sektor usaha baik pengolahan atau penjualan kopi. Sehingga belum ada HTM (Harga Tiket Masuk) ataupun Karcis, untuk berwisata ke Kampoengkopi.

Penjualan Sistem Online

Ditengah pandemi ini tentu penjualan merosot tajam, dan jumlah pengunjung wisata edukasi di Kampoengkopi berkurang.

Namun para pengunjung yang tetap ingin mempelajari tentang olahan kopi, diterima dengan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Antusiasme pengunjung sangat tinggi dan banyak orang tertarik dengan wisata edukasi ini.

“Untuk kiat agar tetap eksis, Kami memaksimalkan penjualan melalui media sosial maupun secara offline,” ujar Sukadianto.

1832 adalah merek produk ikon dari Kampoengkopi Sumberdem, yang diambil dari tahun pendataan varietas kopi di Kabupaten Malang. Yang saat itu ada berbagai tempat yaitu Gunung Arjuno, Gunung Bromo dan Gunung Kawi.

“Dan kami yakini, di antara tempat tersebut yang dimaksud adalah Kampoengkopi Sumberdem. Yang secara Geografis terletak bersebelahan dengan Perkebunan Nusantara XII,” papar Sukadianto.

Sejarah Sumberdem

Pemerhati Cagar Budaya dan Pegiat Jelajah Jejak Malang, Restu Respati dalam tulisannya di sebuah media online mengungkapkan, kampung kopi Sumberdem mempunya riwayat sejarah yang panjang dan berliku.

“Sejarah bermula dari adanya Afdeeling yaitu sebuah wilayah administratif pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda, setingkat Kabupaten,” tutur Respati.

Afdeeling Malang mulai dibuka perkebunan kopi pada 1832. Lokasi Afdeeling Malang strategis untuk perkebunan, diapit pegunungan Arjuna-Kawi di sebelah barat dan Bromo-Semeru di sebelah timur. Terhampar lahan subur yang strategis bagi perkebunan kopi.

Administratornya dipegang oleh seorang Asisten Residen. Afdeeling merupakan bagian dari suatu Karesidenan.

Suatu Afdeeling dapat terdiri dari beberapa Onderafdeling (setingkat Kawedanan yang diperintah seorang Wedana yang disebut Controleur) dan Landschap yang dikepalai seorang bumiputera yang disebut Hoofd atau Kepala. Di bidang perkebunan, Afdeeling adalah pembagian administratif dari suatu kebun.

Pada masa itu Afdeeling Malang masih menjadi bagian dari Karesidenan Pasuruan. Afdeeling Malang merupakan penghasil kopi terbesar di seluruh Jawa Timur.

Kopi jenis Robusta dan Arabika menjadi andalannya. Antara tahun 1870-1830 perkebunan kopi di Afdeeling Malang mencapai masa keemasan. Puncaknya adalah pada tahun 1914 Distrik Kota di Afdeeling Malang mengalami perubahan status menjadi Gemeente (Kotamadya).

Merujuk dari kesejarahan perkebunan kopi itu yang mendasari “Kampoeng Kopi Sumberdem” menamakan hasil produksi kopinya bermerk “Kopi 1832”. Jenis kopi Robusta, Arabika dan Excelsa tersedia di rumah bibit dan perkebunan Kampoeng Kopi Sumberdem.

Asal Nama Sumberdem

Desa Sumberdem berada di wilayah Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Konon nama Sumberdem di ambil dari bahasa jawa yang terdiri dari dua kata yaitu Sumber dan Dem (adem) yang bermakna sumber mata air yang dingin.

Di wilayah Sumberdem terdapat banyak sumber mata air yang dingin, terutama empat sumber mata air besar. Sumber mata air ini terus mengalir, tak pernah kering sepanjang musim. Termasuk musim kemarau.

Desa Sumberdem berbatasan dengan Desa Wonosari di sebelah utara, Desa Sumber Tempur di sebelah timur, Desa Jambuwer di sebelah selatan, Desa Ampelgading di sebelah barat. Andeman terletak di lereng Gunung Kawi. (dum)

Artikel ini telah dibaca 379 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Ngopi di Bangunan Kolonial Belanda, 7 Cafe Batu Tawarkan Sensasi Berbeda dengan Harga Ramah Kantong

31 Mei 2026 - 19:45 WIB

Libur Panjang, 3.500 Wisatawan Padati Mikutopia: Wahana Mega Disco Jadi Favorit Pemacu Adrenalin

31 Mei 2026 - 15:58 WIB

Viral di Medsos, Kenz’s Hill Cafe & Resto Batu Suguhkan Panorama 360 Derajat, Sunrise hingga Citylight Point

24 Mei 2026 - 05:34 WIB

Bisa Bikin Milkshake Sendiri, Edukasi Coklat Seru di Batu Love Garden

29 April 2026 - 16:49 WIB

Tak Lagi Sekadar Jalur Bromo, Poncokusumo Siap Jadi Destinasi Wisata Mandiri

28 April 2026 - 09:41 WIB

Boutique B21 Malang Luncurkan Sarapan Menu Nusantara All You Can Eat di Akhir Pekan

24 April 2026 - 06:37 WIB

Trending di KULWIS

©Hak Cipta Dilindungi !