BACAMALANG.COM – Departemen Akreditasi dan Penjaminan Mutu ASPIKOM Jawa Timur sukses menggelar workshop bertajuk “Strategi Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal dan Kesiapan Program Studi Menghadapi Akreditasi LAMSPAK 2.0” di Gedung Pusat Pertemuan Ilmiah (PPI) Rektorat Universitas Merdeka (Unmer) Malang, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi program studi Ilmu Komunikasi dari berbagai daerah di Indonesia dalam mempersiapkan diri menghadapi sistem akreditasi terbaru.
Workshop yang dipimpin Ketua Departemen Akreditasi dan Penjaminan Mutu ASPIKOM Jawa Timur, Dr. Santi Isnaini, S.Sos., M.M., mendapat sambutan hangat dari Ketua ASPIKOM Jawa Timur, Awang Dharmawan, S.I.Kom., M.A., serta diikuti oleh akademisi dan pengelola program studi Ilmu Komunikasi dari berbagai perguruan tinggi.
Dalam sambutannya, Dr. Santi Isnaini menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan jawaban atas kebutuhan program studi Ilmu Komunikasi untuk memahami sekaligus mempersiapkan implementasi instrumen baru Akreditasi LAMSPAK 2.0.
“Workshop ini menjadi momen yang telah lama dinantikan oleh program studi Ilmu Komunikasi, baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa, agar memiliki kesiapan yang matang dalam menghadapi instrumen akreditasi terbaru,” ujarnya.
Rektor Universitas Merdeka Malang, Dr. Prihat Assih, S.E., M.Si., Ak., CSRS., yang membuka kegiatan secara resmi, menegaskan pentingnya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagai fondasi utama dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi.
“Penjaminan mutu menjadi tonggak bagaimana perguruan tinggi mampu berperan dalam meraih akreditasi nasional. Di era saat ini, kolaborasi dan inovasi menjadi kunci untuk mewujudkan akreditasi unggul,” ungkapnya.
Pada sesi pertama yang dimoderatori Dr. Saudah, S.Sos., M.Si., Prof. Dr. Catur Suratnoaji, M.Si. memaparkan materi bertajuk “Transformasi Penjaminan Mutu di Era Kampus Berdampak Berdasarkan Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2025.” Ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi dituntut melakukan transformasi menyeluruh sebagai respons terhadap perkembangan global, revolusi digital, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Sementara itu, pada sesi berikutnya, Prof. Anang Sujoko, S.Sos., M.Si., yang dimoderatori Mohamad Insan R., S.I.Kom., M.Med.Kom., membahas strategi program studi dalam menghadapi kebijakan baru akreditasi. Ia menekankan bahwa setiap program studi tidak cukup hanya memiliki visi dan misi yang unik, tetapi juga harus mampu mengomunikasikan serta mempromosikan keunggulan yang dimiliki kepada masyarakat.
Melalui workshop ini, Departemen Akreditasi dan Penjaminan Mutu ASPIKOM Jawa Timur berharap seluruh program studi Ilmu Komunikasi semakin siap menghadapi Akreditasi LAMSPAK 2.0, mulai dari penguatan sistem penjaminan mutu, kelengkapan dokumen, hingga penyusunan strategi yang mampu mendorong lahirnya lulusan yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga


























































