BACAMALANG.COM – Tur “Hey Slank (HS) Berani Kita Beda” resmi menyambangi Kota Malang. Kota ini dipilih bukan tanpa alasan, mengingat Malang memiliki posisi spesial dalam perjalanan karier Slank sejak awal bermusik, maupun HS sebagai pihak penyelenggara, yang menjadikan tur HS x Slank ini bentuk apresiasi terhadap pasar Malang yang dinilai memiliki pertumbuhan signifikan.
Kaka, vokalis Slank, mengungkapkan bahwa Malang memiliki arti penting dalam perjalanan band tersebut. Pria bernama lengkap Akhadi Wira Satriaji ini bahkan mengingat pesan dari musisi senior tentang potensi besar pasar musik di kota ini.
“Malang itu barometer musik, kalau diterima di Malang, masa depan band itu cerah, sehingga Malang wajib disinggahi di tur ini,” ungkapnya dalam konferensi pers di THE 1O1 Malang OJ Hotel, Minggu (19/4/2026).
Sementara itu Bimbim menambahkan, konser ini adalah penampilan mereka setelah pertama kali setelah hampir satu dekade silam, tepatnya pada tahun 2017. Penabuh drum Slank ini juga mengenang penampilan pertamanya di Malang pada era 1990-an, saat mereka masih dibayar sekitar Rp5 juta.
“Dulu tampilnya di GOR Pulosari, menginapnya di Hotel Pelangi,” ujar Bimbim.
Sedangkan Ivan Slank atau Ivanka, sang pemain bass, malah punya kenangan tersendiri tentang Malang. Ia ternyata pernah mengenyam bangku kuliah di Universitas Merdeka Malang.
“Saat itu saya tinggal di rumah saudara di Jalan Semeru,” ungkapnya.
Keterlibatan pemilik nama lengkap Ivan Kurniawan Arifin ini dengan grup yang bermarkas di gang Potlot ini juga unik.
“Saya ini dulunya Slankers yang akhirnya menjadi anggota band,” aku basis yang menggantikan Bongky ini.
Sementara Direktur Sales dan Marketing HS, Falah Adha, menyebut Malang sebagai kota ke-6 dalam tur kali ini, masuk dalam daftar kota penting dalam rangkaian tur nasional, bersama Yogyakarta, Semarang, Bali, Lampung, dan Surabaya.
“Malang tumbuh di atas rata-rata nasional, ini jadi alasan kami hadir lebih spesial,” ujar Falah.
Ia menambahkan, gelaran konser ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat. Perputaran uang dari event diperkirakan mencapai miliaran rupiah, dengan efek langsung dirasakan oleh pelaku UMKM, jasa parkir, hingga sektor informal lainnya.
“Dari pengalaman sebelumnya, peningkatan aktivitas ekonomi bisa mencapai 300 hingga 400 persen. Efeknya terasa sampai ke level akar rumput,” jelasnya.
Falah berharap, tur yang digelar di Lapangan Rampal ini tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga momentum penguatan ekosistem musik sekaligus penggerak ekonomi lokal di Kota Malang.
Kolaborasi lintas musisi dalam tur ini turut mendapat respons positif. Vokalis band ska Shaggydog, Heru Wahyono, menilai konsep yang diusung HS sejalan dengan semangat keberagaman dalam bermusik.
“Kami bangga bisa satu panggung dengan Slank dan musisi lain. Ini kolaborasi yang unik,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Cipeng, frontman Begundal Lowokwaru, yang menilai langkah HS cukup berani dalam membangun branding meski tergolong baru.
“Walau kami punk, dari kami dulu juga Slankers,” ucapnya.

Konser HS Slank ini juga dimeriahkan Sunmori Road to Hey Slank Malang, yang diikuti ratusan riders, dipimpin Kaka Slank dengan berkendara Vespa, Minggu (19/4/2026). (ist)
Pada pagi harinya, rangkaian tur ke – 6 konser HS Slank ini juga dimeriahkan Sunmori Road to Hey Slank Malang, yang diikuti ratusan riders, dipimpin Kaka Slank dengan berkendara Vespa. Rombongan yang mengambil start di Balai Kota Malang, berkeliling ke beberapa tempat ikonik Kota Malang seperti Kawasan Heritage Kayutangan hingga Jalan Ijen.
Official Regional HS Jatim – Bali David Ferdian M. mengatakan, riding ini menjadi kegiatan ikonik menjelang konser.
“Semangat riding dengan mengajak komunitas Vespa dan komunitas motor lainnya ini bermanfaat bagi semua orang, khususnya anak-anak muda maupun kalangan kreatif, untuk ikut serta mengkampanyekan hal-hal baik, memberikan kebermanfaatan bagi orang banyak.
Dia mengatakan, di venue konser ada donor darah hingga job fair untuk disabilitas, sehingga mereka berpeluang untuk bekerja di pabrik HS di Magelang.
“Kami tegaskan bahwa HS selalu mengedepankan kebermanfaatan bagi semua orang, seperti yang dikampanyekan onwer HS , pak Haji Suryo selama ini,” tandasnya.
Kegiatan riding tersebut berakhir di Lapangan Rampal, dimana telah menunggu OM Adella untuk menghibur peserta riding dan masyarakat umum melalui sejumlah artisnya, antara lain Nurma KDI, Listyana Jelita, Difarina Indra, Fendrik Adella dan kawan-kawan.
Konser HS X Slank di Lapangan Rampal Kota Malang malam ini dijadwalkan dengan open gate mulai pukul 14.00 WIB. Sebagai tiket masuk, penonton cukup membawa 2 produk HS Mild atau Slim (all varian). Penampilan dibuka Rastakrina, disusul Begundal Lowokwaru yang merupakan “local hero” Malang. Penampil selanjutnya grup musik Rebellion Rose, dan disusul Shaggydog sebelum akhirnya Slank tampil sebagai pamungkas konser.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW


























































