BACAMALANG.COM-Konser Hey Slank X HS YANG digelar di Lapangan Rampal, Kota Malang, Minggu (19/4/2026) malam menarik. Selain unsur keberagaman para musisi pendukungnya, ternyata Malang memiliki benang merah kuat, baik bagi Slank, Shaggydog, Begundal Lowokwaru, serta lainnya maupun industri rokok, yang sama-sama menjadikan Malang sebagai salah satu titik penting dalam perjalanan mereka yangn menjadi faktor penting dalam penguatan ekosistem musik
Direktur Sales & Marketing HS, Falah Adha menyebut Malang sebagai salah satu basis penting industri rokok di Indonesia. Ia menilai wilayah Jawa Timur, khususnya Malang, memiliki potensi pasar yang besar bagi pertumbuhan produk HS.
“Malang ini bisa dibilang salah satu ‘rumahnya’ rokok. Berdasarkan survei dari lembaga internasional, Jawa Timur dan Malang masuk dalam 10 besar pertumbuhan tertinggi dari ratusan merek yang ada,” ungkap Falah dalam konferensi pers di THE 1O1 Malang OJ Hotel, Minggu (19/4/2026).
Ia optimistis capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi pengembangan pasar HS di wilayah ini. Menurutnya, pilihan tetap berada di tangan konsumen, namun HS hadir dengan diferensiasi yang ingin ditawarkan kepada masyarakat.
“Semua kembali ke selera konsumen. HS ini bukan sekadar produk, tapi kami ingin menginspirasi orang-orang yang berani berbeda,” lanjutnya.
Falah juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan konser di Malang merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat Malang Raya, yang dalam tiga bulan terakhir mencatat pertumbuhan lebih dari 70 persen.
Konser Slank di Malang sekaligus menjadi momentum yang dinantikan para Slankers, mengingat terakhir kali band asal Potlot Jakarta tersebut tampil di Malang pada tahun 2017.
Tur HS di Malang menjadi rangkaian keenam setelah sebelumnya digelar di Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, dan Lampung. Selain pertunjukan musik, acara ini juga diramaikan oleh Slankerspreneur, yang menghadirkan berbagai produk kreatif karya komunitas Slankers.
Dalam konteks yang lebih luas, HS juga mengusung nilai kreativitas dan inklusivitas melalui berbagai program sosial. Salah satunya dengan melibatkan sekitar 40 karyawan disabilitas di pabrik HS di Magelang, Jawa Tengah, yang ke depan jumlahnya akan terus ditingkatkan, termasuk penyediaan fasilitas mess khusus.
HS juga menerapkan kebijakan rekrutmen tanpa syarat ijazah maupun pengalaman kerja sebagai bentuk komitmen membuka akses pekerjaan yang lebih luas.
“Banyak orang tidak bekerja bukan karena tidak mau, tetapi karena terbentur syarat administratif. Kami mencoba menghapus hambatan itu agar kesempatan kerja lebih merata,” jelas Falah.
Saat ini, HS tengah mengembangkan bisnisnya melalui pembangunan dua pabrik baru di Lampung Timur dan Sleman, Yogyakarta. Kedua fasilitas tersebut ditargetkan mampu menyerap ribuan tenaga kerja.
“Untuk Lampung ditargetkan menyerap sekitar 2.500 karyawan, sementara di Sleman sekitar 1.500 karyawan. Kami berharap dalam waktu dekat sudah bisa beroperasi,” pungkasnya.
Konser HS X Slank di Lapangan Rampal Kota Malang malam ini dijadwalkan dengan open gate mulai pukul 14.00 WIB. Sebagai tiket masuk, penonton cukup membawa 2 produk HS Mild atau Slim (all varian). Penampilan dibuka Rastakrina, disusul Begundal Lowokwaru yang merupakan “local hero” Malang. Penampil selanjutnya grup musik Rebellion Rose, dan disusul Shaggydog sebelum akhirnya Slank tampil sebagai pamungkas konser.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW


























































