BACAMALANG.COM – SDN Tulungrejo 02 yang berlokasi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, terus bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kebugaran fisik, dan spiritualitas siswa.
Melalui serangkaian program unggulan, sekolah ini menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, kreatif, dan beriman.
Kepala SDN Tulungrejo 02, Lilis Indahyani, S.Pd., menjelaskan bahwa berbagai inovasi tersebut dirancang untuk mengembangkan potensi siswa secara holistik.
“Kami ingin siswa tidak hanya pintar di dalam kelas, tetapi juga memiliki raga yang kuat, kreativitas yang terasah, serta pondasi iman yang kokoh sesuai profil Pelajar Pancasila,” ujarnya kepada awak media, Kamis (16/4/2026).
SERASI: Kuat Raga dan Cerdas Bersama
Setiap Selasa, suasana sekolah menjadi lebih energik melalui program SERASI (Selasa Senam dan Numerasi). Program ini menggabungkan aktivitas fisik dengan peningkatan kemampuan berpikir kritis.
Koordinator program, Nuril Witri, S.Pd., menjelaskan bahwa SERASI bertujuan meningkatkan kebugaran sekaligus literasi numerasi siswa.
“Melalui senam bersama, siswa berada dalam kondisi prima, lalu dilanjutkan dengan aktivitas numerasi yang menyenangkan di luar kelas agar mereka tidak lagi merasa takut pada matematika,” jelasnya.
RASI BINTANG: Kreativitas yang Berkarakter
Pada Rabu, siswa mengikuti program RASI BINTANG (Rabu Kreasi Para Bintang), yang menjadi ruang eksplorasi minat dan bakat secara terarah.
Guru Lusianisa, S.Pd., menyebut program ini menekankan pengembangan kreativitas yang tetap berlandaskan nilai karakter.
“Siswa didorong berani tampil, baik dalam seni maupun karya tangan, guna menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian sejak dini,” ujarnya.
JUZMADHARTA: Memperkokoh Iman dalam Keberagaman
Sementara itu, Jumat diisi dengan penguatan spiritual melalui program JUZMADHARTA (Jumat Baca Juz Amma dan Sidharta), yang menonjolkan nilai religiusitas dan toleransi.
Guru Pendidikan Agama Islam, Sugeng Pramuji, S.Pd.I., menyampaikan bahwa pembacaan Juz Amma dilakukan secara rutin untuk menanamkan akhlakul karimah.
“Tujuannya membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia,” tuturnya.
Di sisi lain, guru Ratna Widiyawati, S.Pd., menjelaskan bahwa siswa beragama Hindu mendapatkan bimbingan melalui pendalaman ajaran Sidharta dan doa bersama, sehingga tercipta suasana spiritual yang inklusif.
“Melalui integrasi program yang berkelanjutan, kami ingin menghadirkan keseimbangan antara olahraga, olah pikir, olah rasa, dan olah hati,” tandasnya.
Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































