Diduga Dipicu Dugaan Penggelapan Uang, Karyawan Nescafe Terlibat Bentrok, Dua Orang Luka Berat - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 26 Jun 2026 20:57 WIB ·

Diduga Dipicu Dugaan Penggelapan Uang, Karyawan Nescafe Terlibat Bentrok, Dua Orang Luka Berat


 Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin, memberikan keterangan pers terkait kasus pengeroyokan di sebuah kedai kopi Nescafe, kawasan Bandulan, Kota Malang. (ist) Perbesar

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin, memberikan keterangan pers terkait kasus pengeroyokan di sebuah kedai kopi Nescafe, kawasan Bandulan, Kota Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – Perkelahian yang melibatkan sejumlah karyawan perusahaan kopi instan Nescafe terjadi di kantor perusahaan di Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Insiden yang diduga dipicu persoalan uang penjualan itu mengakibatkan dua orang mengalami luka berat.

Video peristiwa tersebut sempat beredar luas di media sosial Instagram pada Jumat (26/6/2026).

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin, mengatakan peristiwa bermula saat pihak perusahaan melakukan audit terkait dugaan hilangnya uang penjualan di salah satu gerai Nescafe di Desa Parangargo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Pada Rabu (24/6/2026), seorang supervisor berinisial MK memanggil empat karyawan berinisial BL, DV, NA, dan MC ke kantor perusahaan di Bandulan untuk dimintai keterangan.

“Dalam pemeriksaan tersebut, mereka ditanya terkait dugaan kehilangan uang penjualan di gerai Nescafe Parangargo senilai Rp600 ribu yang diduga telah digelapkan,” ujar Lukman, Jumat (26/6/2026).

Menurut Lukman, saat proses pemeriksaan berlangsung, BL dan DV diduga mendapat pemukulan dari sejumlah pegawai lainnya. Mereka juga diminta mengakui telah mengambil uang tersebut.

“Selain itu, ponsel milik BL, DV, dan NA disita oleh MK. Keempat karyawan kemudian diminta kembali ke kantor pada Kamis (25/6/2026),” jelasnya.

Namun saat memenuhi panggilan kedua, BL datang bersama tujuh anggota keluarganya untuk meminta pertanggungjawaban atas dugaan pemukulan yang dialaminya sehari sebelumnya.

Sekitar pukul 00.30 WIB, suasana memanas hingga berujung perkelahian dan dugaan pengeroyokan. Akibatnya, supervisor MK dan seorang karyawan lainnya berinisial SAR mengalami luka berat.

“Kedua korban langsung dilarikan ke RSUD dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang. Mereka mengalami luka di bagian kepala, namun kondisinya masih sadar dan telah menjalani visum,” kata Lukman.

Usai kejadian, polisi mengamankan BL bersama ayahnya yang berinisial MSR untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Kemungkinan kedua belah pihak akan menempuh mediasi. Namun, kami masih menunggu perkembangan penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Lukman.

Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Tim Pengabdian Departemen Statistika FSTeM UB Kembangkan Sistem Deteksi Dini Kesulitan Belajar Berbasis Statistik di SDN Sukoharjo 2 Kota Malang

26 Juni 2026 - 20:54 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Lintas Sektor di Kalipare Tanam Padi Serempak

26 Juni 2026 - 18:14 WIB

Polres Malang Bangun 7 Sumur Bor untuk Warga di Pagak, Donomulyo, dan Sumbermanjing Wetan

26 Juni 2026 - 15:59 WIB

Motor Scoopy Warga Bumiayu Kota Malang Raib, Aksi Maling Terekam CCTV

26 Juni 2026 - 15:17 WIB

PKK Kromengan Pererat Silaturahmi Lewat Pengajian, Santuni Puluhan Anak Yatim Piatu

26 Juni 2026 - 14:17 WIB

Antrean Solar Juga Terjadi di Malang, Sopir Mengaku Sudah Kesulitan Selama 3 Hari

26 Juni 2026 - 11:54 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !