BACAMALANG.COM – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar mulai dirasakan para sopir di wilayah Malang. Akibatnya, antrean panjang kendaraan bermesin diesel terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Jumat (26/6/2026).
Pantauan BacaMalang.com di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular hingga memakan badan jalan. Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas tersendat, terutama di sekitar SPBU Mondoroko dan Karanglo.
Salah seorang sopir truk, Yahya, mengaku sudah kesulitan mendapatkan Bio Solar sejak Rabu (24/6/2026). Selama tiga hari terakhir, ia harus berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lainnya untuk mencari BBM bersubsidi. “Saya sudah mengantre, tapi belum tahu sampai kapan harus menunggu giliran,” ujarnya.
Menurut Yahya, banyak sopir truk memilih meninggalkan antrean karena stok solar habis, lalu berpindah ke SPBU lain dengan harapan masih tersedia pasokan Bio Solar.
Selain pasokan yang terbatas, ia juga mengeluhkan proses verifikasi pembelian solar subsidi yang dinilai semakin rumit, ditambah adanya pembatasan volume pembelian. “Verifikasinya sekarang juga agak rumit dan pembeliannya dibatasi,” katanya.
Yahya berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan Bio Solar, khususnya bagi angkutan umum dan kendaraan logistik yang sangat bergantung pada BBM bersubsidi. Menurutnya, ketersediaan solar subsidi sangat berpengaruh terhadap kelancaran distribusi barang dan aktivitas ekonomi.
Fenomena antrean panjang ini tidak hanya terjadi di Malang, tetapi juga dilaporkan di sejumlah daerah lain di Jawa Timur. Kelangkaan Bio Solar dikeluhkan berbagai kalangan, mulai dari sopir truk pengangkut pasir, armada ekspedisi logistik, angkutan umum, hingga bus antarkota antarprovinsi yang mengandalkan BBM bersubsidi.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































