BACAMALANG.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Statistika Fakultas Sains, Teknologi dan Matematika Universitas Brawijaya (FSTeM UB) menggelar program bertajuk Pengembangan dan Implementasi Sistem Deteksi Dini Kesulitan Belajar Siswa SDN Sukoharjo 2 Kota Malang Berbasis Statistik Sederhana. Program yang dilaksanakan sejak awal bulan Mei 2026 ini bertujuan membantu sekolah mengidentifikasi kesulitan belajar siswa secara lebih dini dan sistematis melalui pendekatan statistik sederhana yang mudah diterapkan oleh guru.
Sebagai ketua dalam program pengabdian ini adalah Nur Kamilah Sa’diyah, S.Stat., M.Stat. dengan anggota tim dosen Dr. Eni Sumarminingsih, S.Si., M.M. dan Ir. Mudjiono, M.M.. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Magister Statistika FSTeM UB, Meidy Indhira Putri, S.Mat., mahasiswa Sarjana Statistika FSTeM UB, Melky Andrean Tarigan, serta mahasiswa Sarjana Sains Data FSTeM UB, Gesya Nur Azizah, yang berkolaborasi dengan SDN Sukoharjo 2 Kota Malang dibawah pimpinan Nia Rista Yuraika Suprapto, S.Pd.
Rangkaian kegiatan dimulai pada 5 Mei 2026 melalui Tahap I, yakni pengumpulan data menggunakan instrumen deteksi dini kesulitan belajar bagi siswa kelas V. Pada tahap ini, tim mengimplementasikan instrumen yang telah disusun untuk memperoleh gambaran awal mengenai kondisi belajar siswa. Instrumen tersebut dirancang untuk mengidentifikasi berbagai indikator yang memengaruhi proses belajar, seperti kemampuan literasi, numerasi, dan perilaku belajar.
Pengumpulan data dilakukan secara langsung di lingkungan sekolah dengan melibatkan siswa kelas V yang didampingi guru kelas dan tim pengabdian. Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan sistem berbasis spreadsheet yang dikembangkan oleh tim sehingga menghasilkan informasi yang mudah dipahami dan dapat dimanfaatkan guru dalam mendukung proses pembelajaran.
Ketua tim pengabdian, Nur Kamilah Sa’diyah, S.Stat., M.Stat., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya memperkenalkan pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan di tingkat sekolah dasar.
“Melalui sistem ini, guru tidak hanya memperoleh data hasil belajar siswa, tetapi juga dapat mengidentifikasi secara lebih dini siswa yang membutuhkan perhatian atau pendampingan khusus. Pendekatan yang digunakan sengaja dibuat sederhana agar dapat diterapkan secara mandiri oleh guru,” ujarnya, belum lama ini.
Setelah proses pengumpulan dan pengolahan data selesai, kegiatan dilanjutkan Tahap IIpada 22 Juni 2026 melalui pelatihan dan pendampingan guru dalam penggunaan sistem deteksi dini kesulitan belajar berbasis statistik sederhana.
Pelatihan diikuti oleh para guru SDN Sukoharjo 2 Kota Malang dan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta mengenai analisis data pembelajaran. Selanjutnya, peserta memperoleh materi mengenai panduan operasional sistem deteksi dini yang disampaikan oleh Dr. Eni Sumarminingsih, S.Si., M.M. Materi tersebut mencakup prosedur pengumpulan data, penginputan data siswa, interpretasi hasil analisis, hingga pemanfaatan informasi sebagai dasar penyusunan strategi pembelajaran.
Sesi berikutnya dipandu oleh Nur Kamilah Sa’diyah, S.Stat., M.Stat. yang menjelaskan logika dan arsitektur formula spreadsheet yang digunakan dalam sistem. Melalui sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai proses pengolahan data secara otomatis sekaligus meningkatkan literasi data di lingkungan sekolah.
Selain penyampaian materi, pelatihan juga dilengkapi dengan praktik langsung penggunaan spreadsheet, simulasi analisis data siswa, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Pendampingan ini memberikan kesempatan kepada para guru untuk mencoba sistem secara langsung menggunakan data contoh sekaligus memperoleh bimbingan dari tim pengabdian.
Kolaborasi antara Universitas Brawijaya dan SDN Sukoharjo 2 Kota Malang menjadi contoh nyata implementasi SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kemitraan yang kuat antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Keterlibatan dosen, mahasiswa, guru, dan pihak sekolah menunjukkan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam menyelesaikan permasalahan pendidikan secara berkelanjutan.
Di sisi lain, pengembangan sistem deteksi dini kesulitan belajar berbasis statistik sederhana merupakan kontribusi terhadap SDG 4 (Quality Education) karena mendukung terwujudnya pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan melalui pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan pembelajaran. Dengan sistem ini, sekolah diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan setiap siswa.
Melalui program ini, tim pengabdian berharap sekolah memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengidentifikasi kesulitan belajar siswa sejak dini sehingga intervensi pembelajaran dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran. Ke depan, sistem yang telah dikembangkan diharapkan terus dimanfaatkan dan disempurnakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis data di sekolah dasar.
Program ini sekaligus menjadi wujud kontribusi Universitas Brawijaya dalam mendukung pencapaian SDG 4 (Quality Education) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui inovasi pendidikan yang berkelanjutan serta penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW





















































