Divia Agustin, Syukuri Hidup Kala Pandemi hingga Ingin Jadi Foto Model - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 25 Jul 2020 17:42 WIB ·

Divia Agustin, Syukuri Hidup Kala Pandemi hingga Ingin Jadi Foto Model


 Divia Agustin, Syukuri Hidup Kala Pandemi hingga Ingin Jadi Foto Model Perbesar

BACAMALANG.COM – Dahsyatnya Pandemi banyak memberikan makna kehidupan bagi manusia untuk selalu mensyukuri hidup dan peduli kepada sesama yang kurang mampu. Divia Agustin, dara jelita asal Pakisaji ini mempunyai banyak pengalaman semasa jalani pandemi, hingga mampu jadikan dirinya bersyukur terhadap karunia Tuhan dan mengajarkan pentingnya berbagi kepada sesama yang kurang mampu.

“Saya waktu itu ikut acara peduli Malang bagi-bagi nasi bungkus. Disitu banyak ketemu orang yang kurang beruntung. Yang saat pandemi masih tetap mencari nafkah untuk sesuap nasi. Bahkan ada yang tidurnya di bangunan yang sudah rusak beralaskan kardus bekas. Kondisi disitu sangat berbau. Saya yang kemarin sebelum ketemu mereka banyak ngeluhnya banyak ngerasa kurang ini itu. Disitulah saya belajar mensyukuri hidup,” terang Divia Agustin.

Ia ikut dalam Komunitas Sosial Muslimah Peduli Malang (@Respecmlg.id). Secara rutin setiap Jumat pertama dan ketiga diadakan bagi-bagi nasi dan di bulan Ramadhan dan Muharam berkunjung ke panti jika menemukan orang yang layak untuk diberikan donasi respecmlg akan membuka donasi untuk umum.

Dara berzodiac Cancer ini menjadi freelance modeling. “Saya lulus SMK 2019 lalu kerja 7 bulan di salah satu toko bangunan dan sekarang mendaftar kuliah di Universitas di Kepanjen,” tutur Divia.

Ia mengaku terjun di dunia permodelan bulan Maret. “Waktu dulu ada prestasi di bidang akademik waktu SMK. Dan sekarang masih mengejar karier di bidang permodelan,” imbuh Divia.

Ia menceritakan saat menjalani aktivitas karier selama pandemi. “Semuanya serba online sampai kelas modelingpun juga online. Waktu pandemi juga saya bersama teman-teman tetap aktif di salah satu komunitas sosial Muslimah peduli Malang,” papar Divia.

Divia selanjutnya bercerita tentang nasib orang lain selama pandemi. “Saya banyak ketemu dengan para lansia yang tetap mencari nafkah dipanasnya terik matahari, serta dinginnya malam hari. Mereka tetap mencari sesuap nasi untuk keluarga. Pernah kemarin ada kakek tua jualan es lilin usianya 82 tahun. Berjulaan es mengayuh sepeda ontel. Saat ditanya kok masih jualan di situasi seperti ini ? Katanya mau gimana lagi kalau gak kerja keluarga mau makan apa nduk. Kasihan melihat mereka yang sudah tua yang seharusnya sudah menikmati hari tuanya harus tetap bekerja diluar, apalagi di masa pandemi seperti ini,” ujar Divia.

Divia mengatakan untuk bisa memajukan generasi muda harus dimulai dari diri sendiri. “Sebenarnya itu dari dirinya sendiri dari rasa kepedulian sesama untuk apapun itu. Karena kalau gak ada dorongan pada diri sendiri untuk maju ya gak akan bisa maju. Tapi juga sebenarnya kepedulian itu menular. Kalau dulu ada pepatah “Kalau tangan kanan memberi jangan sampai tangan kiri mengetahui dan sekarang mari Kita ubah kalau tangan kanan memberi beritahu tangan kiri ajak peduli ajak dia merangkul agar lebih banyak kebaikan yang tercipta,” tutur Divia.

Jelita tinggi langsing ini berharap agar karir modelling bisa maju. “Harapan saya ke depan untuk bidang karier saya ingin menjadi duta hijab dalam lomba bergengsi. Maka dari itu saya memutuskan untuk bersekolah modeling nabung basic. Kalau di komunitas sendiri saya berharap lebih banyak kebaikan yang dituang dan lebih banyak yang peduli. Dan semoga Covid ini cepat berakhir agar aktivitas tidak melulu online dan aktivitas kembali normal lagi,” pungkas Divia. (had)

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Mbak Ning, Pembina Rumah Inklusi Kota Batu Support Penuh Kopi Embongan Jadi Ruang Ekspresi

22 April 2026 - 07:41 WIB

Silaturrockhim #7 Sukses Digelar di Kepanjen, Disambut Antusiasme Warga

20 April 2026 - 11:16 WIB

“Memahamimu”, Eksplorasi Emosional Hilman Darmawan dalam Balutan Smooth Jazz dan Citypop

19 April 2026 - 07:40 WIB

Qivellyn Zivanna Dinobatkan Sebagai Putri Kebudayaan Jatim 2026 Berbakat, Raih Beasiswa S1/S2 Institut Asia

18 April 2026 - 13:41 WIB

“Semampuku”, Curahan Hati Alesande L Tentang Cinta yang Apa Adanya

15 April 2026 - 14:12 WIB

Brigadir Nurfauziah, Srikandi Brimob Asal Malang di Kejuaraan Dunia Skydiving Prancis

12 April 2026 - 16:40 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !