Dosen UB Latih Petani Desa Ngenep Membuat Insektisida Alami, Dorong Pertanian Berkelanjutan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 29 Jul 2026 16:57 WIB ·

Dosen UB Latih Petani Desa Ngenep Membuat Insektisida Alami, Dorong Pertanian Berkelanjutan


 Program pengabdian kepada masyarakat yang disinergikan dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN). (ist) Perbesar

Program pengabdian kepada masyarakat yang disinergikan dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN). (ist)

BACAMALANG.COM – Upaya mendorong praktik pertanian yang ramah lingkungan terus dilakukan kalangan akademisi. Salah satunya melalui pelatihan pembuatan insektisida alami yang digelar Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya di Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan ini diprakarsai dosen Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan FBiPK Universitas Brawijaya, Silvi Ikawati, sekaligus menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang disinergikan dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa di bawah bimbingannya.

Pelatihan menyasar Kelompok Tani Desa Ngenep sebagai mitra utama. Menurut Silvi, kelompok tani memiliki peran strategis dalam pengembangan sektor pertanian di tingkat desa sehingga perlu dibekali pengetahuan mengenai teknologi pertanian yang sederhana, murah, dan ramah lingkungan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk diseminasi ilmu yang telah dikembangkan melalui proses pendidikan dan penelitian di kampus agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Silvi menjelaskan, pelatihan tersebut juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger/Tanpa Kelaparan), SDG 12 (Responsible Consumption and Production/Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 15 (Life on Land/Menjaga Ekosistem Daratan).

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan berbagai bahan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai insektisida, termasuk bahan yang selama ini dianggap limbah. Berbagai tanaman di sekitar lingkungan, seperti rempah-rempah, gulma, hingga limbah jamu, serbuk cangkang telur, dan puntung rokok, diketahui memiliki potensi sebagai bahan pengendali hama maupun penyakit tanaman.

Sebagai praktik langsung, peserta diajarkan membuat insektisida alami berbahan dasar ekstrak daun kemangi. Proses pembuatannya tergolong sederhana, yakni melalui penyulingan daun kemangi untuk menghasilkan minyak atsiri yang kemudian dimanfaatkan sebagai atraktan hama, seperti lalat buah.

Melalui kegiatan ini, Silvi berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menerapkan sistem pertanian berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan dan mengurangi ketergantungan terhadap insektisida berbahan kimia.

Ia juga berharap program pengabdian di Desa Ngenep tidak berhenti pada satu kegiatan saja, tetapi dapat terus berlanjut melalui kolaborasi dan pendampingan pada program-program berikutnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkesinambungan oleh masyarakat.

Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Bea Cukai Jatim II Kumpulkan Penerimaan Rp27,61 Triliun, Sita 71,1 Juta Batang Rokok Ilegal di Semester I 2026

29 Juli 2026 - 14:12 WIB

30 Tahun Kudatuli, Amnesty International Desak Komnas HAM Usut Dugaan Pelanggaran HAM Berat hingga Tuntas

28 Juli 2026 - 22:21 WIB

Survei Diklaim Tunjukkan Dukungan 90,9 Persen, DKN Desak Trans Jatim Koridor 2 Segera Beroperasi

28 Juli 2026 - 17:52 WIB

Mahasiswa Fakultas Hukum UNISMA Gelar Sosialisasi Hukum di MA Raudlatul Ulum Putra Ganjaran Gondanglegi

27 Juli 2026 - 11:37 WIB

PedisCare Cetak Tenaga Kesehatan Andal Lewat Pelatihan Perawatan Luka Modern, Tekan Risiko Amputasi Pasien

25 Juli 2026 - 17:30 WIB

Yayasan Bantuan Hukum Bima Kembali Aktif, Prioritaskan Warga Kurang Mampu Dapatkan Akses Keadilan Gratis

25 Juli 2026 - 09:09 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !