Fenomena Jemaah Salat Tarawih Gondanglegi Membludak, Antara Semangat Ibadah dan Faktor Ekonomi - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 7 Mar 2025 11:46 WIB ·

Fenomena Jemaah Salat Tarawih Gondanglegi Membludak, Antara Semangat Ibadah dan Faktor Ekonomi


 Jemaah Tarawih membludak. (IG infomalangan) Perbesar

Jemaah Tarawih membludak. (IG infomalangan)

BACAMALANG.COM – Membludaknya jemaah di Masjid Jami Al Ilyas, CV Sayap Mas, Gondanglegi, Malang, setiap Ramadan memang menjadi pemandangan menarik. Namun, muncul pertanyaan: apakah tingginya antusiasme ini murni karena semangat beribadah, atau lebih dipicu oleh faktor ekonomi?

Tradisi pembagian uang oleh H. Sulaiman, seorang pengusaha rokok dermawan, tentu patut diapresiasi sebagai bentuk kepedulian sosial. Namun, jika praktik ini menjadi daya tarik utama bagi jemaah, maka ada kekhawatiran bahwa motivasi ibadah bisa bergeser. Sebagian masyarakat mungkin datang bukan semata-mata untuk mencari ridha Allah, melainkan karena faktor insentif finansial.

Ikbar, seorang pemuda Kabupaten Malang, memberikan pandangannya, “Saya senang melihat banyaknya jemaah di masjid, terutama selama bulan Ramadan. Namun, saya berharap motivasi utama mereka adalah ibadah, bukan hanya karena adanya pembagian uang. Kita perlu mendorong masyarakat untuk lebih ikhlas dalam beribadah.”

Dari sudut pandang sosial, hal ini bisa menciptakan ketergantungan, di mana masyarakat terbiasa mengandalkan bantuan sesaat alih-alih membangun kemandirian ekonomi. Dari segi ekonomi, aliran uang ini memang bisa membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu, tetapi solusi jangka panjang yang lebih berkelanjutan perlu dipikirkan. Misalnya, alih-alih membagikan uang secara langsung, dana tersebut dapat dialihkan ke program pemberdayaan ekonomi atau pendidikan bagi masyarakat sekitar.

Ulil Albab, seorang akademisi Al Qolam, menyoroti kondisi saat ini di mana banyak terjadi PHK dan lapangan kerja sempit serta keterbelahan netizen di media sosial. “Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, di mana banyak terjadi PHK dan lapangan kerja semakin sempit, semangat berbagi memang penting. Namun, kita juga perlu memikirkan solusi jangka panjang yang lebih berkelanjutan. Pembagian uang bisa menjadi bantuan sementara, tetapi pemberdayaan ekonomi dan pendidikan adalah kunci untuk mengatasi masalah ini,” ujarnya.

Ulil menambahkan, “Selain itu, keterbelahan netizen di media sosial menunjukkan bahwa kita perlu lebih banyak inisiatif untuk mempererat solidaritas sosial. Program-program yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi dan pemberdayaan masyarakat harus lebih banyak digalakkan.”

Beribadah di bulan Ramadan seharusnya berlandaskan keikhlasan, bukan sekadar iming-iming rezeki instan. Maka, perlu refleksi bersama: bagaimana memastikan bahwa motivasi utama dalam beribadah tetap murni, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi yang lebih berdampak jangka panjang.

Kegiatan di Masjid Jami Al Ilyas selama Ramadan selalu menarik perhatian banyak jemaah. Selain salat Tarawih, kegiatan lainnya seperti pengajian dan tadarus Al-Quran juga ramai diikuti oleh masyarakat setempat.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 108 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Ungkap Kasus di Malang Utara, Polisi Tangkap Pelaku Pembacokan di Singosari dan Maling Kotak Amal

29 Mei 2026 - 22:29 WIB

Peringati HLUN 2026, Khofifah Dorong Lansia Kota Malang Tangguh dan Mandiri

29 Mei 2026 - 20:39 WIB

House of Fatima Child Center Gelar Talkshow Pentingnya Pengetahuan Parenting bagi Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus

29 Mei 2026 - 20:12 WIB

Kelangkaan SPHP dan Lonjakan Harga Cabai Warnai Sidak Khofifah di Pasar Klojen

29 Mei 2026 - 15:16 WIB

Buka Kantor Baru di Kepanjen, Law Firm Agus Subyantoro Gratiskan Layanan Hukum bagi Warga Tak Mampu

29 Mei 2026 - 13:53 WIB

Pembangunan Alun-Alun Kepanjen Sudah Disetujui di Pansus RPJMD, Fraksi PDI Perjuangan Heran Baru Disoal Sekarang

29 Mei 2026 - 00:00 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !