BACAMALANG.COM – Di tengah ancaman krisis air bersih dan pemanasan global yang memicu kekeringan di berbagai wilayah, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menunjukkan kontribusi nyata melalui program rehabilitasi dan reboisasi berkelanjutan di kawasan Pujon Hill.
Program yang dimulai sejak 2019 tersebut berhasil mengembalikan fungsi resapan hutan, meningkatkan debit air secara signifikan, serta menghidupkan kembali sejumlah mata air yang sebelumnya mengering. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa upaya konservasi lingkungan yang dilakukan secara konsisten mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Staf Ahli Pujon Hill, Dr. Tatag Muttaqin, S.Hut., M.Sc., menjelaskan bahwa peningkatan debit air merupakan hasil dari proses panjang inventarisasi sumber daya alam yang dilanjutkan dengan rehabilitasi ekosistem hutan secara menyeluruh.
“Setelah kita rehabilitasi dan perbaiki hutannya, debit air bertambah besar. Bahkan beberapa mata air baru muncul, sementara mata air yang sebelumnya mati kini mulai hidup kembali,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Salah satu langkah strategis yang dilakukan UMM adalah menanam bambu dan berbagai tanaman keras di kawasan buffer zone atau zona penyangga. Program tersebut dilaksanakan secara kolaboratif bersama sejumlah pihak eksternal dengan fokus penanaman pada area seluas 15 hektare dari total 80 hektare kawasan hutan yang dikelola. Lereng dan bantaran sungai menjadi lokasi prioritas dalam kegiatan konservasi tersebut.
Menurut Tatag, bambu dipilih karena memiliki kemampuan alami yang sangat baik dalam menyimpan dan menjaga ketersediaan cadangan air tanah.
“Memang salah satu tujuan kami menanam bambu adalah menghadirkan sumber air. Bambu memiliki kemampuan yang sangat baik untuk menyimpan air sehingga potensinya besar dalam menjaga ketersediaan air di kawasan ini,” jelasnya.
Hasil rehabilitasi tersebut kini dirasakan langsung oleh masyarakat. Aliran air bersih dari kawasan Pujon Hill menjadi sumber kehidupan bagi warga yang rentan mengalami kesulitan air bersih, terutama saat musim kemarau.
Saat ini, pasokan air dari kawasan konservasi tersebut dimanfaatkan oleh warga di empat dusun yang tersebar di dua desa, yakni Dusun Ngepreh dan Dusun Tretes di Desa Bendosari, serta Dusun Talesan dan Dusun Kedungrejo di Desa Sukomulyo.
“Kalau mereka tidak mendapatkan pasokan air dari sini, tentu akan sangat kesulitan mencari sumber air lainnya,” tambah Tatag.
Ke depan, tim UMM berencana melakukan perhitungan teknis untuk mengukur secara lebih akurat total volume debit air yang berhasil dipulihkan dan dihasilkan melalui program konservasi tersebut.
Keberhasilan rehabilitasi dan reboisasi di Pujon Hill menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. UMM berharap model konservasi ini dapat menjadi inspirasi bagi berbagai institusi dan komunitas lain untuk turut menjaga kelestarian lingkungan serta memperkuat ketahanan sumber daya air bagi generasi mendatang.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



























































