BACAMALANG.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi mengoperasikan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 yang berlokasi di kompleks Rumah Sakit UMM. Gedung setinggi 45 meter dengan 11 lantai yang mengusung konsep green building tersebut diresmikan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., Kamis (11/6/2026).
Fasilitas modern ini didedikasikan sebagai pusat pendidikan medis masa depan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMM. Kehadiran GKB 5 menjadi bukti komitmen Kampus Putih dalam memperkuat kualitas pendidikan kesehatan sekaligus mendukung kemajuan dunia medis di Indonesia.
Dalam sambutannya, Haedar Nashir mengapresiasi langkah inovatif UMM yang dinilai konsisten menghadirkan terobosan untuk kemajuan pendidikan tinggi. Menurutnya, kawasan UMM kini berkembang menjadi pusat pendidikan kedokteran yang unggul dan menjadi rujukan bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia.
“UMM Malang telah membangun dasar kemajuan yang kuat dan menanamkan tradisi besar bagi seluruh sivitas akademika untuk selalu memiliki visi yang luas ke depan serta menjadi pelopor dalam kemajuan,” ujarnya.
Haedar menilai kemegahan GKB 5 mencerminkan tradisi keunggulan UMM dalam mencetak tenaga kesehatan profesional. Ia menegaskan, lulusan UMM tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki karakter, integritas, dan akhlak mulia dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
“Gedung GKB 5, Rumah Sakit UMM, serta seluruh ekosistem kampus UMM menjadi bukti nyata Muhammadiyah yang terus maju, Islam yang berkemajuan, dan UMM sebagai pelopor kemajuan,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menjelaskan bahwa salah satu keistimewaan GKB 5 terletak pada proses pembangunannya yang dilakukan secara mandiri. Proyek yang mulai dirintis sejak 2023 tersebut dirancang hingga dieksekusi oleh tim internal UMM bersama sejumlah konsultan.
“Gedung ini dibangun murni dengan swadaya dan swakelola, mulai dari desain perencanaan hingga pelaksanaannya oleh tim Universitas Muhammadiyah Malang beserta beberapa konsultan,” terangnya.
GKB 5 berdiri di atas lahan seluas dua hektare dengan konstruksi tahan gempa dan desain ramah lingkungan. Konsep bangunan dirancang untuk mengurangi polusi, memaksimalkan pencahayaan alami, serta menjaga sirkulasi udara tetap sehat.
Berbagai fasilitas modern turut melengkapi gedung ini, mulai dari puluhan laboratorium berstandar internasional, sarana olahraga, sistem pengolahan limbah terpisah, hingga auditorium berkapasitas besar. Seluruh fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung proses pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu kesehatan secara berkelanjutan.
Menurut Nazaruddin, pembangunan GKB 5 merupakan langkah strategis UMM dalam menyiapkan lulusan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kesehatan di masa depan.
“Mudah-mudahan peresmian ini sekaligus menjadi doa bagi kita semua dan UMM khususnya untuk berani maju terus ke depan memberikan kontribusi yang terbaik bagi bangsa,” pungkasnya.
Hadirnya GKB 5 tidak hanya menambah deretan infrastruktur unggulan Kampus Putih, tetapi juga menjadi tonggak baru penguatan pendidikan medis nasional. Melalui integrasi ilmu kesehatan, teknologi modern, dan nilai-nilai keislaman, UMM semakin memantapkan perannya dalam melahirkan tenaga kesehatan profesional yang siap menjawab tantangan kesehatan global.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



























































